Fastabhikul Khoirot …Kami Bersama TGB

image

M2000 – Statemen TGB terhadap kepemimpinan nasional dengan mendukung Jokowi dua periode , sebenarnya berkaca kepada pengalamannya membangun NTB yang membutuhkan dua periode.
Logika sederhana yang terlihat, jika pembangunan NTB, wilayah kecil dengan penduduk sekitar lima juta lebih membutuhkan waktu 10 tahun untuk ditransformasi, maka pun begitu dengan kepemimpinan nasional.

Tanpa kalimat yang lantang, siapa yang mendengar TGB lantang menyebut “Saya mendukung Jokowi,” adakah yang dengar?

TGB dengan elok menyebut berdasar pengalamannya, maka sangat fair untuk beliau diberi kesempatan. Tapi kemudian, judul berita di media nasional lantang menyebut TGB mendukung Jokowi untuk dua periode walaupun TGB sendiri tidak membantahnya sampai saat ini .

Berita-berita ini yang kemudian memicu banyak sikap dan komentar. Bagi para pendukung Jokowi, ini adalah angin segar, bahkan senjata yang menohok para oposisi. Simpatisan dan relawan TGB yang berbasis pada kelompok #2019GantiPresiden pun mulai berguguran, hujatan demi hujatan pun datang dari mereka yang dulunya mengelu-elukan TGB sebagai lawan sepadan Jokowi .

Bagi saya sendiri, fenomena yang mengguncang media sosial dan jagat media-media nasional ini, membuat saya sadar, siapa yang benar-benar mendukung TGB, dan siapa yang memanfaatkan ketokohan beliau , dengan kata lain , meminjam istilahnya Alfin anaknya Ustad Arifin Ilham ” ada yang memanfaatkan ulama ” untuk tujuan politik .

Bergugurannya para relawan yang sedari dulu mendukung TGB lewat sosmed, karena tidak sepenuh hati mendukung, ada bayang-bayang anti jokowi, bayang-bayang HRS, dan bayang-bayang yang lainnya.
Anggapan, asumsi, komentar, hujatan yang bermunculan, menunjukkan pengetahuan yang sedikit mengenai TGB.
Ada yang bilang, dukungan TGB sebagai bentuk pendahuluan kepentingan pribadi, bukan umat.

Pertanyaannya, umat yang mana?

Umat yang anti jokowi?… ingat loh, umat yang pro jokowi juga banyak, jadi, TGB tetap mendahulukan kepentingan umat.
Terus apa definisi umat itu  ?…apakah yang pro Prabowo saja atau yang memusuhi Jokowi ?

Ada juga yang berpendapat, pernyataan dukungan sebagai bentuk melindungi diri dari jerat hukum setelah diperiksa KPK. Sama dengan beberapa tokoh yang awalnya tidak mendukung Jokowi, tapi berbalik setelah diperiksa KPK.
Mindset publik terlalu sempit jika mengira setiap orang yang diperiksa KPK berujung pada tahanan, atau menjadi tersangka korupsi , padahal bisa saja mereka justru menjadi saksi yang memberatkan para koruptor yang sebenarnya .
Saya rasa KPK sudah bekerja optimal selama ini jika memang TGB  terbukti korupsi, pasti beliau sudah mendekam di rutan KPK , tapi realitasnya tidak ada.  

Kenapa saya jadi suka dengan kalimatnya TGB ” fastabhikul Khoirot ” yaitu berlomba-lombalah dalam kebaikan .

Terakhir , sudahlah tidak usah mencampuri urusan orang , apalagi menghujat dan menghina orang karena beda pilihan politik . Apalagi mencaci ulama sekelas TGB dengan sebutan pengkhianat dan munafik padahal jargonnya stop kriminalisasi ulama .
Apakah ulama itu hanya yang sepaham dengan mereka saja ?

#KamiBersamaTGB
#StopKriminalisasiUlama
#TGBuntukIndonesia

BACA JUGA :

* Kenapa TGB dukung Jokowi

* Dihujat karena dukung Jokowi , ini jawaban telak TGB

Apa aset kita yang tidak terlihat sebagai bangsa? Aset yang tidak terlihat itu adalah persaudaraan dan persatuan kita sebagai bangsa. Kita ini bersaudara. Apakah bapak-bapak berani mengatakan bahwa anda adalah yang haq, sementara lawan politik adalah yang bathil seperti kafir Quraisy? Siapa yang berani? Kalau saya tidak berani. . . Siapapun yang mendengar ucapan saya ini, tokoh-tokoh, guru-guru yang saya muliakan. Tolong berhentilah berkontestasi politik dengan mengutip ayat-ayat perang dalam Al-Qur’an. Kita tidak sedang berperang. Kita ini satu bangsa. Saling mengisi dalam kebaikan. . . Kalau kita berkontestasi politik atau apapun, letakkan itu dalam “fastabiqul khoirot". Letakkan itu dalam “lita’arafu”. Beda-beda gagasan, semangatnya adalah untuk ta’aruf, saling mengisi dan saling belajar. Siapa yang bisa menyelesaikan masalah Indonesia sendirian? Hanya bisa dilakukan jika kita semua bersama-sama. Apa yang kemarin ada di media-media. Saya banyak sekali menerima pertanyaan tentang masalah ini. Tuduhan-tuduhan juga banyak. Hujatan-hujatan juga lebih banyak. Ya tidak apa-apa. Kan kita hidup itu kalau ungkapan para ulama, membuat semua orang senang atau menyenangkan semua orang itu sesuatu yang mustahil. . . Jadi kalau kita mau bikin senang, ya kepada yang menciptakan manusia saja lah. Itu urusannya pasti baik. Kalau kita berusaha mencari ridha dan keridhaan Allah supaya mencintai kita, itu pasti menguntungkan. Tapi kalau kita berepot-repot untuk mencari kecintaan manusia, atau “menjilat” manusia, itu biasanya akan kecewa dan tidak akan membawa kebaikan apa-apa. Wallohu a’lam bishowab. #tuangurubajangofficial #tebarkebaikan #sebarkebenaran #tebarkandamai #tabayyundulu #bagiilmu #aset #persaudaraantanpabatas #haq #bathil #janganberpecahbelah #stop #konflik #perang #janganasal #kutip #ayat #alquran #fastabiqulkhoirot #litaarafu #salingmengisi #salingbelajar #cari #cintaallah #ridha #allahswt

A post shared by Dr. TGB. Muhammad Zainul Majdi (@tuangurubajang) on

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s