Jokowi Tak Pilih Cak Imin , PBNU Ancam Boikot

image

Masshar2000.Com – Perhelatan akbar pilpres sejatinya masih setahun lagi , namun memang ditentukan dari tanggal 4-10 agustus 2018 ini karena memang tanggal tersebut adalah tanggal mendaftarkan capres-cawapres .

Kalau dikubu oposisi masih banyak ganjalan karena rebutan kursi cawapres , dikubu petahana sudah ada calon cawapresnya walaupun namanya masih disimpan Jokowi .
Yang sedikit menjadi ganjalan hanyalah Cak Imin dan pendukungnya .

Seperti dikutip dari jpnn.com , Mustasyar atau penasihat Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Najib Abdul Qodir mengultimatum Presiden Joko Widodo, terkait kepastian menggaet Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin sebagai calon wakil presiden (cawapres).
Pengasuh Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta itu memberi waktu kepada Jokowi hingga dua hari ke depan. Jika tidak, tegas dia, kiai NU akan membuat poros baru.

Memberi deadline kepada Jokowi dalam dua hari. Kalau tidak jelas, maka kami bikin poros baru,” tegas Kiai Najib, Minggu (5/8). Upaya para kiai memajukan Muhaimin alias Cak Imin juga datang pada Sabtu (4/8) malam. Sebanyak 95 kiai NU sepakat mendorong Cak Imin sebagai cawapres Jokowi pada Pilpres 2019.

Pernyataan tersebut disampaikan Kiai Anwar Iskandar juru bicara para kiai, setelah puluhan kiai pemilik pesantren besar di sejumlah daerah itu mendatangi Kiai Said di kantor PBNU Jakarta Pusat.
Para kiai dan PBNU menyepakati ‘kalimatin wahidah wa shaffin wahidah’ (satu bahasa dan satu barisan) mendukung dan mengawal Cak Imin menjadi cawapres,” kata Kiai Anwar.

Alasan pemberian dukungan tersebut, kata Kiai Anwar, lantaran para kiai memandang pilpres kali ini merupakan kesempatan emas untuk membangun dan membesarkan NU. Dengan majunya Cak Imin sebagai cawapres Jokowi, maka terbangun peluang untuk memperbaiki kondisi bangsa.

Ada kesempatan emas untuk membangun dan membesarkan NU. Dan wapres yang kami sepakati kita dukung dan perjuangan ialah Pak Muhaimin Iskandar dan berpasangan dengan Pak Jokowi,” terang Kiai Anwar.

Ini artinya , sampai dengan hari selasa , atau kalau sampai hari rabu Jokowi belum mengumumkan cawapresnya maka PBNU akan menarik dukungannya .
Sebenarnya sah-sah saja jika NU mendukung Cak , tapi jika memaksa harus Cak Imin kan aneh , secara elektabilitas Cak Imin selalu dibawah Mahfud MD , TGB atau Muldoko yang digadang kuat jadi cawapres Jokowi .
Terlebih pernyataan ” ada kesempatan emas untuk membangun dan membesarkan NU ” tentu ini akan dipandang tidak elok , karena tujuan utamanya adalah untuk membangun negri dan NKRI bukan ormas semata .

Dilihat dari pengalaman selama ini , PKB atau NU itu selalu mendukung pemerintah , jadi warga NU secara umum selalu mendukung pemerintah yang sah , orang NU itu gak neko-neko .
Jadi hemat saya Jokowi tetap pada pilihannya saja , lagian selama ini NU selalu mendukung Jokowi kog . Bukan menafikan dukungan NU , tapi ini untuk kepentingan bangsa kedepannya .
Hitung-hitungannya seperti ini , jika Jokowi memilih cak Imin , maka hanya pemilih PKB saja yang suaranya masuk ke Jokowi , tapi misalnya Jokowi memilii Mahfud MD atau TGB atau Muldoko misalnya , maka pemilih PKB pun sebagian besar atau warga NU akan tetap memilih Jokowi , karena Jokowi akan mendapat restu dari istrinya Gusdur .
Dan cak Imin tetap tidak pernah sepopuler Gusdur di NU ..Gusdur itu ibarat ikon NU .
Apalagi ikon NU saat ini Said Agil Siraj dan Ma’aruf Amin mesra dengan Jokowi dan mendukung Jokowi .

Dan jika cak Imin dan PKB nya tidak mendukung Jokowi , kemungkinan terburuk adalah PKB akan ditinggal pemilihnya pada pileg 2019 nanti dan buruknya lagi cak Imin sudah tidak diperaya lagi memimpin PKB .

Jadi seharusnya Jokowi stay fokus saja , umumkan cawapresnya diakhir-akhir pendaftaran tanggal 9 atau 10 saja , supaya tidak ada bola muntah ke kubu sebelah . Karena jika sudah tinggal sehari pendaftaran , maka tidak ada parpol pendukung yang berbalik arah , mau bikin poros baru pun tidak cukup waktu .
Kalau seandainya ada partai yang membelot dalam dua hari ini atau sebelum Jokowi mengumumkan cawapresnya , maka akan dicap partai pengkhianat dan terkesan bernafsu sekali haus kekuasaan , otomatis  tidak akan dipilih di pileg nanti .
PKB dengan NU nya juga berat dan sepertinya jika membelot karena tidak sejalan dengan Prabowo apalagi PKS .

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s