Waduk Gajah Mungkur Mengering , Ratusan Makam Muncul

image

Masshar2000.Com – Sebagai warga solo raya , Jogja dan sekitarnya , pasti tidak asing lagi dengan waduk gajah mungkur .
Waduk atau danau buatan yang berfungsi sebagai tempat penampungan air dan mencegah banjir dari meluapnya sungai bengawan Solo ini terletak di kabupaten Wonogiri , kurang lebih 2 jam perjalanan dari kota Solo .

Sekarang waduk tersebut juga difungsikan sebagai tempat wisata .
Waduk yang dibangun di era presiden Suharto pada tahun 1976 itu memang cukup luas .
Untuk membangun waduk ini harus menenggelamkan 51 desa di 6 kecamatan. Sehingga pemerintah memindahkan 67.515 Jiwa penduduk yang tergusur perairan waduk dengan transmigrasi bedol desa di Tahun 1976 ke Provinsi Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu dan Sumatera Selatan.

Saat ini kondisi kemarau yang panjang, membuat debit air di waduk ini menurun drastis. Akibatnya sedikit demi sedikit dasar Waduk Gajah Mungkur ini kian nampak kepermukaan.
Pemandangan menarik muncul tepat di pinggiran Waduk Gajah Mungkur (WGM), Dusun Wotan, Desa Boto, Kecamatan Baturetno, Wonogiri, setiap musim kemarau tiba. Ratusan batu nisan berwarna putih berserakan di pinggir waduk.

image
Kondisi WGM saat air menyusut

Nisan-nisan itu merupakan hasil pahatan. Konon, lokasi itu merupakan pemakaman turun temurun warga desa. Setelah ditenggelamkan menyusul pembangunan waduk, warga meninggalkan wilayah tersebut untuk mengikuti program transmigrasi bedol desa di era Presiden Soeharto pada 1978.

Banyak warga yang tergusur itu tidak sempat memindahkan makam-makam keluarganya. Alhasil, makam-makam tersebut terendam air setelah waduk selesai dibangun. Beberapa makam ada yang dipindah ke dusun lain, Tapi kebanyakan terpaksa ditinggal begitu saja.
Bahkan, pengikisan yang diakibatkan oleh air waduk menampakkan tulang-belulang yang telah terkubur selama puluhan tahun.

image
Ratusan nisan bermunculan saat air mengering

Banyak makam di desa kami yang tenggelam oleh waduk. Jarang ada yang berziarah karena keluarga-keluarganya ditransmigrasikan ke Sumatera. Tapi kadang ada juga orang yang berziarah ke sini,” kata Tumini, warga Dusun Wotan, Desa Boto yang dilansir dari Suara Merdeka 2 September 2018.

Permakaman itu baru muncul satu bulan lalu. Bukan hal aneh bagi warga sekitar karena setiap musim kemarau permakaman tersebut akan muncul seiring elevasi air WGM yang berkurang. Ketika musim penghujan tiba, seratusan makam itu akan tenggelam lagi ditelan air waduk seluas 8.800 hektare itu.

image
Bangunan yang menjadi saksi bisu pembangunan WGM ..tampak saat air mengering

Silahkan mendatangi lokasi wisata ini mumpung ada fenomena langka ini .
Oya , kamu bisa naik perahu atau spead boad untuk mengekplorasi danau buatan terbesar di Indonesia ini .

image

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s