Bagaimana Cara Islam Dalam Menasehati Pemimpin

Assallamu’allaikum mass-miss sadayana

image

Masshar2000.Com – Sebagai seorang muslim , kita tentu berpedoman pada Al-Qur’an dan haditz .
Tapi sebagai orang awam apakah kita mampu memahami sendiri makna dari Al-Qur’an dan Haditz itu sendirian tanpa dibimbing orang yang lebih mumpuni .

Seorang ustadz atau ulama awalnya juga tidak bisa dan mereka juga butuh guru atau pembimbing begitu seterusnya  , apalagi seumur hidupnya belum pernah ngaji atau berguru dan hanya mengandalkan mbah google .
Tapi itulah yang justru banyak terjadi sekarang , dapat ilmu dari mbah google saja gayanya sudah sok-sokan dan menghujat ulama yang menurutnya salah . Anda dapat dengan gampang menemukannya di medsos .


Contoh nyata adalah maraknya ujaran kebencian kepada para pemimpin , baik bupati , gubenur atau presiden .
Mereka nyaris tidak bisa membedakan mana kritik dan mana ujaran kebencian , bahkan jika ditegur malah marah .

Islam memiliki etika tersendiri dalam menasihati pemimpin, bahkan mempunyai kaidah-kaidah dasar yang tidak boleh dilecehkan sebab pemimpin tidak sama dengan rakyat. Apabila menasihati kaum muslimin, secara umum memerlukan kaidah dan etika, maka menasihati para pemimpin lebih perlu memperhatikan kaidah dan etikanya.

image

Sangat tidak bijaksana mengoreksi dan mengkritik kekeliruan para pemimpin melalui mimbar-mimbar terbuka, tempat-tempat umum ataupun media massa, baik elektronik maupun cetak. Yang demikian itu menimbulkan banyak fitnah. Bahkan terkadang disertai dengan hujatan dan cacian kepada orang per orang , ini yang banyak terjadi saat ini .
Dan bukan hanya mimbar terbuka seperti demonstrasi , bahkan di mimbar-mimbar masjid pun mereka lakukan dengan dalih mencerdaskan umat dan bla bla bla…

Seharusnya, menasihati para pemimpin dengan cara lemah lembut dan di tempat rahasia, sebagaimana yang dilakukan oleh Usamah bin Zaid tatkala menasihati Utsman bin Affan, bukan dengan cara mencaci-maki mereka di tempat umum atau mimbar.

Imam Ibnu Hajar berkata, bahwa Usamah telah menasihati Utsman bin Affan dengan cara yang sangat bijaksana dan beretika tanpa menimbulkan fitnah dan keresahan.

Imam Syafi’i berkata, ”Barangsiapa yang menasihati temannya dengan rahasia, maka ia telah menasihati dan menghiasinya. Dan barangsiapa yang menasihatinya dengan terang-terangan, maka ia telah mempermalukan dan merusaknya.”
.
Syaikh bin Baz berkata, ”Menasihati para pemimpin dengan cara terang-terangan melalui mimbar-mimbar atau tempat-tempat umum, bukan (merupakan) cara atau manhaj Salaf. Sebab, hal itu akan mengakibatkan keresahan dan menjatuhkan martabat para pemimpin. Akan tetapi, (cara) manhaj Salaf dalam menasihati pemimpin yaitu dengan mendatanginya, mengirim surat atau menyuruh salah seorang ulama yang dikenal untuk menyampaikan nasihat tersebut.” 

image

Terus , bagaimana dengan demo- demo yang marak terjadi belakangan ini .
Sudahlah …mana ada ayat yang memperbolehkan demo .
Sudah jelas demonstrasi itu banyak mudharatnya daripada manfaatnya .
Mana ada sih demo yang orasinya menyejukkan hati , isinya cuma hujatan kepada para pemimpin .
Terus apakah pemimpin yang didemo lantas mengikuti apa yang disuarakan pendemo ?
Jelas tidak ada , yang ada juga marah karena dilecehkan .

Maka yang paling tepat adalah mendoakan pemimpin agar selalu istiqomah , dan mensejahterakan rakyatnya .
Insya Allah pemimpin akan berubah atas ijin Allah , masa iya jutaan doa-doa baik dari umat Allah tidak kasih .
Allah itu maha pemurah lho , kamu jangan bershu’udhon pada Allah , apa sih yang tidak bisa dari Allah .

Jadi kalau nanti mau ada demo lagi dan kamu diajak , bilang saja demo itu haram , habis perkara .

Dalam aksi demonstrasi, biasanya terdapat yel-yel yang berimplikasi pada penghinaan terhadap sesama manusia. Padahal dalam surat Al-Isra ayat 53 Allah SWT berfirman:

” Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku: Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia ” .(QS Al-Isra [17]: ayat 53).

Selain itu, dalam surat Al-Baqarah ayat 11 Allah SWT berfirman:

” Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi ” . (QS Al-Baqarah [2]: ayat 11).

Hal ini jelas menandakan bahwa Allah SWT tidak menginginkan hambanya membuat kerusakan seperti halnya dalam peristiwa demonstrasi yang sering terjadi di sekitar kita.

Rasulullah SAW bersabda :

” Barang siapa yang ingin menasihati penguasa, janganlah melakukannya terang-terangan. Namun, hendaklah dia menasihatinya secara sembunyi-sembunyi. Jika (nasihat) diterima, maka itulah yang diharapkan. Namun, jika tidak diterima, maka dia (si pemberi nasihat) telah menunaikan kewajibannya. (HR Imam Ahmad ).

image

Kesimpulannya adalah kamu lebih percaya sama Allah melalui firmannya atau kepada mereka yang suka melakukan mudharat .

Semoga bermanfaat,
Wassallamu’allaikum…

Library : @ustadzerwanditarmizi

Iklan

One thought on “Bagaimana Cara Islam Dalam Menasehati Pemimpin”

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s