Cerita Saksi Yang Melihat Jatuhnya Lion Air

image

Masshar2000.Com – Tragedi jatuhnya pesawat Lion Air menyisakan banyak pertanyaan , bagaimana mungkin pesawat yang masih terbilang baru bisa mengalami kecelakaan , tentu ini pertanyaan mendasar diluar takdir illahi.

Ya , pesawat udara adalah salah satu moda kendaraan yang paling aman dengan zero acident , artinya ada kesalahan sedikit tidak boleh terbang , karena memang fatal akibatnya .
Namun entah kenapa , dari serangkaian kecelakaan penerbangan , maskapai ini terbilang paling sering terjadi . Tentu saja kita tidak boleh mengabaikan pelayanan lainnya yang juga sudah baik dari lion sendiri .

image

Kini tim Basarnas sudah berhasil mengangkat 120 lebih jenazah korban dan sudah di identifikasi , black box pun sudah ditemukan .
Tapi sebelum itu , beberapa saksi sempat melihat bagaimana pesawat naas ini menukik sebelum akhirnya tercebur dilaut dan pecah berkeping-keping .

Dilansir dari Kompas.com, Selasa (30/10/2018), Samin (38), nelayan di Dusun Pakis II, RT 002 RW 006, Desa Tanjungpakis, Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang melaut pada Senin (29/10/2018) subuh.
Ia menuturkan tiba-tiba melihat pesawat dengan posisi miring melewati perahunya. “Saya sering lihat pesawat lewat sini. Tetapi yang ini posisi pesawatnya miring sampai sayapnya ke bawah,” ungkap Samin saat ditemui di rumahnya, Selasa (30/10/2018). Hanya saja, Samin tak sempat menyaksikan pesawat itu terjun ke laut.
Lantaran, saat itu posisinya membelakangi lokasi terjunnya pesawat itu.

image

Dia hanya mendengar suara keras seperti masuk ke laut kemudian meledak.
Bunyinya keras sekali. Terus tiba-tiba perahu saya terdorong kencang oleh gelombang. Padahal saat itu cuaca tidak ada gelombang kencang,” ungkapnya.

Samin menyaksikan ada asap hitam keluar dari dalam laut.
Akan tetapi, lantaran takut, Samin meninggalkan lokasi jatuhnya pesawat, dan melanjutkan perjalanan ke titik lain untuk menjaring udang.

Mendengar Ledakan

Nelayan lainnya, Wahidin (45) juga mengaku menjadi saksi atas kejadian Lion Air JT 610 itu.
Wahidin menuturkan mendengar suara seperti suara ledakan.
Saat itu sekitar jam 06.30 terdengar suara ‘gleger’ layaknya ledakan,” ungkap Wahidin di Muara Tanjungpakis setelah menebar jaring, Selasa (30/10/2018). Beberapa menit setelah terdengar suara seperti ledakan, lanjut dia, ombak laut bergetar.
Namun saat itu, Wahidin tak menyangka bahwa itu suara pesawat yang meledak. “Ombak tidak seperti biasanya. Cuaca cukup bagus, hanya sedikit berkabut,” ujarnya.

Setelah sampai di daratan, barulah dia mendengar bahwa ada pesawat yang jatuh di perairan Karawang.

Kapten Tugboat lihat ekor pesawat

Kapten Tugboat AS Jaya II, Rahmat Slamet, juga menjadi saksi mata jatuhnya pesawat Lion Air JT 610.
Rahmat mengaku mendengar suara ledakan setelah pesawat masuk ke air.

View this post on Instagram

Posisi pesawat miring Dilansir TribunWow.com dari Kompas.com, Selasa (30/10/2018), Samin (38), nelayan di Dusun Pakis II, RT 002 RW 006, Desa Tanjungpakis, Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang melaut pada Senin (29/10/2018) subuh. Ia menuturkan tiba-tiba melihat pesawat dengan posisi miring melewati perahunya. "Saya sering lihat pesawat lewat sini. Tetapi yang ini posisi pesawatnya miring sampai sayapnya ke bawah," ungkap Samin saat ditemui di rumahnya, Selasa (30/10/2018). Hanya saja, Samin tak sempat menyaksikan pesawat itu terjun ke laut. Lantaran, saat itu posisinya membelakangi lokasi terjunnya pesawat itu. Dia hanya mendengar suara keras seperti masuk ke laut kemudian meledak. "Bunyinya keras sekali. Terus tiba-tiba perahu saya terdorong kencang oleh gelombang. Padahal saat itu cuaca tidak ada gelombang kencang," ungkapnya. Samin menyaksikan ada asap hitam keluar dari dalam laut. Akan tetapi, lantaran takut, Samin meninggalkan lokasi jatuhnya pesawat, dan melanjutkan perjalanan ke titik lain untuk menjaring udang. Mendengar Ledakan Nelayan lainnya, Wahidin (45) juga mengaku menjadi saksi atas kejadian Lion Air JT 610 itu. Wahidin menuturkan mendengar suara seperti suara ledakan. "Saat itu sekitar jam 06.30 terdengar suara 'gleger' layaknya ledakan," ungkap Wahidin di Muara Tanjungpakis setelah menebar jaring, Selasa (30/10/2018). Beberapa menit setelah terdengar suara seperti ledakan, lanjut dia, ombak laut bergetar. Namun saat itu, Wahidin tak menyangka bahwa itu suara pesawat yang meledak. "Ombak tidak seperti biasanya. Cuaca cukup bagus, hanya sedikit berkabut," ujarnya. Setelah sampai di daratan, barulah dia mendengar bahwa ada pesawat yang jatuh di perairan Karawang. Kapten Tugboat lihat ekor pesawat Kapten Tugboat AS Jaya II, Rahmat Slamet, juga menjadi saksi mata jatuhnya pesawat Lion Air JT 610. Rahmat mengaku mendengar suara ledakan setelah pesawat masuk ke air. Lanjut di Kolom Komentar

A post shared by Tribun Jakarta (@tribunjakarta) on

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s