Rahasia Kekuatan Tembok Besar Cina , Ternyata Sepele Banget

image

Masshar2000.Com – Kalau di Indonesia ada legenda candi yang konon katanya untuk merekatkan tumpukan batu menggunakan putih telur , maka lain lagi dengan yang ada di Cina .

Salah satu peninggalan spektakuler yang sangat terkenal pada masa kejayaannya adalah Tembok Besar atau Great Wall.
Tembok besar yang dibangun pada masa dinasty Ming ini memiliki panjang 8.851 km , bayangkan jika Jakarta-Surabaya saja hanya berjarak sekitar 1.000 km . Artinya Jakarta- Surabaya bolak-balik hampir 9 kali , dan hebatnya batu-batuan itu dibangun diatas pegunungan atau pebukitan dan masih utuh dan kuat setelah 500 tahun lebih.

image

Rahasia dari kekuatan dan umur panjang Tembok China terbilang unik , yaitu terletak pada ketan yang digunakan sebagai perekat campuran semen, menurut penemuan sejumlah ilmuwan China.
Dr. Zhang mengatakan penggunaan ketan merupakan salah satu inovasi tekhnis terbesar pada jaman tersebut.

Para pekerja membangun Tembok Besar pada jaman Dinasti Ming, sekitar 600 tahun silam dengan mencampurkan tepung ketan dengan kapur, sebagai bahan standar campuran perekat, ujar Dr. Zhang Bingjian.

Campuran ketan mengikat batu bata begitu erat banyak rumput liar tidak bisa tumbuh. Namun, penolakan luas terjadi di selatan China terhadap pembangunan Tembok tersebut karena kaisar Ming meminta panen ketan di selatan untuk makanan pekerja dan sebagai campuran semen.

image

Campuran perekat semen kuno tersebut, terdiri dari semacam campuran khusus organik dan anorganik,” ujar Dr. Zhang, pakar kimia dari Universitas Zhejiang, kota Hangzhou, China Timur, seperti dilansir Telegraph.

Komponen organik, amilopektin, berasal dari bubur ketan yang ditambahkan ke dalam campuran semen,” imbuhnya.

” Komponen anorganiknya adalah kalsium karbonat dan komponen organiknya adalah amilopektin yang berasal dari ketan. Amilopektin membantu menciptakan mikrostruktur padat, menjadikan Tembok Besar lebih stabil serta memiliki kekuatan mekanis yang lebih besar,” menurut laporannya dalam jurnal American Chemical Society.

Dr. Zhang mengatakan, penggunaan ketan, bahan makanan pokok Asia Timur, merupakan salah satu inovasi tekhnis terbesar pada saat itu, yang membantu berbagai pusara, pagoda dan tembok pada jaman Dinasti Ming dari hantaman cuaca, gempa bumi serta bencana alam lainnya.

Library : @Wrongarea

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s