Kisah Yoyok Pendiri Warung SS Tanpa Hutang Hingga beromset Milyaran

image

Masshar2000.Com – Pada umumnya seorang yang mau mendirikan usaha mengandalkan pinjaman untuk modal .
Pemerintah pun sudah menyediakan KUR atau Kredit Usaha Rakyat melalui BRI dengan bunga yang tentu saja paling rendah diantara bank konvensional lainnya .

Namun ada juga yang memang merintis usaha dari kecil dari modal seadanya .
Siapa bilang, kalau usaha mau besar, harus pinjam modal ke bank??
Mas Yoyok, owner SS ( Spesial Sambal ) membuktikannya.

“Dari awal berdiri pada tahun 2002 sampai dengan sekarang, kami tidak mengambil pinjaman dari bank” kata pria yang tidak menggunakan android ini (tidak memiliki no WA dan hanya menggunakan sms-telepon utk komunikasi)

Kamu tahu kan warung kuliner SS , warung atau rumah makan ini banyak tersebar baik dikota besar maupun di kota-kota kecil .
Warung yang dimulai dari kaki lima ini sekarang sudah sangat populer .
Dan jika kamu tahu jumlah gerai atau cabangnya saat ini pasti bikin kamu melongo .
Tapi sebelumnya simak dulu kisah awalnya mas Yoyok ini dalam merintis usahanya .

Gara-gara kuliah mentok

Kalau saja studi Teknik Kimia yang dijalani Yoyok Hery Wahyono pendiri Waroeng SS, berjalan mulus, mungkin Waroeng SS gak pernah ada. Tapi, “berkat” kegalauan kuliah yang gak kunjung selesai, Yoyok jadi harus putar otak buat bertahan hidup.

Saat itu, kuliah Yoyok sedang stagnan hingga membuatnya berpikir gak bisa andalkan ijazah buat hidup sejahtera. Jadilah, ia berpikir untuk membuka bisnis yang dekat dengan kesehariannya. Yoyok yang gemar memasak pun memberanikan diri untuk mulai terjun di bisnis kuliner.

Saat mendirikan Waroeng SS pertama kalinya pada tahun 2002, Yoyok hanya bermodalkan Rp 9 juta. Uang tersebut merupakan tabungan Yoyok dan adik sepupunya yang dikelola dengan sistem bagi hasil usaha.
Waroeng SS pertama tersebut ada di Jalan Kaliurang (samping Grha Sabha Pramana UGM) Yogyakarta dan hingga kini masih ada..

image

Laris manis tapi tidak untung

Awal membuka usaha, Waroeng Spesial Sambal memang banjir pengunjung. Ternyata, kuliner pedas banyak penikmatnya di Yogyakarta. Tapi, laris manis gak selalu berarti untung.
Selama satu tahun merintis usaha, Yoyok merasa tidak mendapatkan laba berarti. Yoyok pun cari cara buat lakukan penghematan sekaligus mempelajari bisnis secara otodidak. Ia mulai mencari alternatif untuk efisiensi, seperti mengambil pasokan makanan dari tangan pertama atau memilih peralatan masak yang gak bikin boros.

Pilih bangun cabang daripada waralaba

Seiring berjalannya waktu, usaha Yoyok mulai berbuah laba. Kini, ia bahkan dapat membuka 85 cabang dengan total karyawan 3.800 orang.
Yoyok memilih membuka cabang ketimbang menjadikan usahanya sebagai bisnis waralaba. Menurutnya, bisnis waralaba sangat berisiko terutama buat citra warung yang udah ia bangun dengan susah payah.

image

Yoyok mengaku jika perkembangan Waroeng SS jika diukur dari harga atau biaya mengalami alur yang terus menanjak.
“Jadi ketika saya membangun Waroeng SS yang pertama (kaki lima) modalnya 9 juta, lanjut ke cabang yang kedua sekitar 14 juta, cabang yang ketiga 23 juta sampai 25 juta, dan hingga saat ini sudah mencapai 300 juta,” kata pria kelahiran Boyolali 45 tahun silam ini .

Mantap kan , berkat ketekunannya ..Kini mas Yoyok malah bisa membantu pemerintah dalam masalah mengurangi pengangguran .
Bayangkan punya 3800 karyawan itu sama dengan mempunyai pabrik besar .
Dan entahlah berapa miliar keuntungannya setiap bulan .

image

Hayo siapa yang sering makan di Waroeng Spesial Sambal ?

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s