Penjelasan Tentang Label Kafir

Assallamu’allaikum mass-miss sadayana

image

M2000 – Media saat ini sedang diramaikan dengan masalah sebutan bagi mereka yang diluar islam .
Hal ini dipicu oleh fatwa ulama dan disahkan oleh PBNU dalam Munas Alim Ulama Konbes NU dan dipelintir oleh orang-orang yang tidak tahu apa isi munas tersebut dan sengaja memelintir agar terjadi kegaduhan .

Dalam pandangan Islam semua agama di luar Islam itu kufur dan kafir , seperti yang dijelaskan Muhammad Idrus Ramli yang ahli hadits ini ,

Ada kaedah:

الكفر ملة واحدة

Semua agama kafir itu sebenarnya satu agama.

Memanggil non-muslim dengan panggilan kafir dalam acara-acara tertentu memang tidak relevan, seperti dalam seminar atau pertemuan antara ummat beragama, dalam acara terbuka di televisi atau media lainnya.

Memanggil non-muslim dengan panggilan kafir dalam pergaulan sehari-hari jelas tidak baik, karena dapat menjadikan mereka tidak simpati kepada Islam dan menghalangi untuk mengajak mereka kepada Islam.

image

Menyebut orang-orang non-muslim dengan sebutan kafir dibenarkan dalam lingkungan internal umat Islam, seperti dalam ceramah, khutbah, pelajaran di madrasah, sekolah, majlis ilmu, masjid dan semacamnya.
Tetapi dalam konteks tertentu, misalnya ketika orang-orang non-muslim meminta penjelasan kepada kita atau mengajak kita beribadah bersama, maka kita perlu menjelaskan kepada mereka bahwa semua agama di luar Islam, dalam pandangan Islam adalah kafir.
image

Adapun upaya dan ajakan kepada umat Islam untuk menghapus status kafir atau istilah kafir bagi orang-orang non-muslim dalam seluruh aspek kehidupan, jelas tidak dibenarkan. Karena status kafir dan istilah kafir bagi agama dan orang-orang non-muslim adalah ajaran yang sudah baku dalam Islam. Mengingkari kekafiran orang-orang di luar Isam dihukumi murtad dan keluar dari Islam.

Sebenarnya PBNU sendiri juga sudah mengklarifikasi bahwa melarang penyebutan kafir hanya untuk hal-hal yang berhubungan dengan muamalah atau dalam bersosialisasi dan bermasyarakat saja bukan dalam hal aqidah , Ulama-ulama NU juga tidak sebodoh itu .

Contohnya begini :

1. Bagi yang muslim , lebaran libur dua hari , yang non muslim tetap masuk

2. Bagi yang muslim , lebaran libur dua hari , yang kafir tetap masuk

Jika anda sebagai orang awam , diantara dua kalimat tersebut , mana yang lebih anda sukai

Atau kalimat ini ,

1. Prabowo adalah seorang muslim dari keluarga yang semuanya non muslim

2. Prabowo adalah seorang muslim dari keluarga yang semuanya kafir

Nah , anda bisa lihat dengan jelas perbandingan dua kalimat diatas , lalu mana yang anda sukai ?

Begitulah yang dimaksud ulama NU dalam fatwanya beberapa hari lalu .
Sebutan kafir itu tetap dilakukan dalam kontek aqidah , karena agama islam memang aturannya seperti itu dan sudah dijelaskan dalam Al-Qur’an .

Nabi Muhammad pun dalam beberapa hadits juga tidak menyebut kafir tapi ahli kitab bahkan dalam Al Qur’an pun juga beberapa kali disebutkan .
Artinya Nabi pun bisa menghargai orang-orang disekitar beliau dan tidak mau menyakiti hati umat lain .

Jadi mohon jika ada berita jangan suka dipelintir , padahal mereka yang mengeluarkan fatwa adalah ulama-ulama yang ahli fiqh , ahli tafsir , masa iya mereka kamu anggap orang-orang bodoh dan mengecap mereka liberal .

Kafir itu ya Kafir ( sudah disebutkan dalam Al Kafirun ), tapi jangan menyebut orang dengan sebutan kafir jika itu menyakiti hatinya , apalagi dia tidak memusuhi atau memerangi kita (kafir harbi).

Rosul pun dalam ” Piagam Madinah “ , hanya sekali menggunakan kata ” KAFIR ” dalam pasal 14 dan disebut hanya dua kali , itupun dijukan bagi mereka yang memerangi umat islam , padahal piagam Madinah ada 47 pasal yang isinya diperuntukkan bagi orang yahudi juga .

image

Anda bisa membaca piagam Madinah selengkapnya DISINI

Kalau anda mengatakan katakanlah yang haq adalah haq dan yang bathil adalah bathil , itu tidak salah tapi bagaimana penempatannya saja .

Misalnya (maaf) ada orang yang tuli , apakah kita harus memanggilnya si tuli , tidak kan ?
padahal itu benar lho ?

Yang parah kan , kalau kepada sesama muslim saja saling mengkafir-kafirkan dan menganggapnya sudah keluar dari islam dengan berbagai alasan .

image

Kalau kata Gusdur almarhum , ” kalau saya di kafir-kafirkan ya tidak masalah , tinggal ucapkan syahadat lagi , gitu aja kog repot …”

Semoga bermanfaat ,
Wassallamu’allaikum…

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s