Siapa Maher Thuwailiby ?

image

M2000 – Pasti kamu tahu kan dengan si Maher Thuwailiby yang pernah mengatakan Pemerintah ini Thogut, Polisi Monyet-Monyet berseragam Coklat, dalang dari kerusuhan di Tebing Tinggi ?

Yup , pemuda ini memang selalu membuat video dan memviralkan dirinya lewat mesos yang dia punya .
Bagi pecintanya , jelas akan di share karena merasa satu perjuangan , sementara bagi orang lain , video Maher di share karena pernyataannya yang selalu kontroversi dan banyak menganggap tidak beradab , apalagi dirinya di anggap ustadz bahkan ulama bagi sebagian orang .

Dalam beberapa videonya , pemuda bernama asli Sony Eranata ini di indikasi sebagai anggota ormas yang sudah dibubarkan (HTI) ini tanpa tanggung-tanggung menyerang pemerintah yang dianggap thogut .
Bahkan ulama-ulama yang sudah jelas keilmuwannya seperti Maaruf Amin , TGB , Yusuf Mansur pun tidak luput dari ejekannya .
Nama Sony Eranata mungkin tidak begitu menjual , layaknya artis diapun mengubah namanya menjadi Maher at Thuwailibi biar cepat populer diantara pencari guru ustadz online .

Pemuda pendukung Prabowo garis keras ini memang tanpa basa-basi mengejek dan memfitnah ulama-ulama pendukung Jokowi .

Kenapa Maher atau Soni ini melakukan hal itu , apakah dia merasa paling pintar dan merasa paling benar sendiri dibanding ulama-ulama yang pro Jokowi ?
Jawabannya adalah tidak , si Soni alias Maher ini punya kepentingan sendiri.

Ada beberapa elemen yang memiliki kepentingan bersama di dalam gerakan ini, walaupun mereka sendiri belum tentu saling mendukung.

Kelompok pertama adalah elemen terorisme, yang memberikan angin kepada sel-sel teroris aktif yang ada di Indonesia.
Mereka mungkin saja tidak ikut berdemonstrasi bersama secara publik. Tapi mereka memanfaatkan situasi anarki yang terjadi ini untuk rekrutmen sekaligus pembenaran keberadaan gerakan mereka.

Kelompok kedua, elemen Daulah Islamiyah, seperti Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). HTI punya 3 tahapan dalam mendirikan khilafah, yang mereka bungkus dalam istilah “Revolusi Damai Islam“.
Yakni penguatan kader (marhalah al-tathqif). Kedua, tahapan interaksi (marhalah tafa’ul ma’a al-naas) dengan infiltrasi ke militer, polisi, institusi politik tertinggi dan lembaga-lembaga pemerintahan lainnya. Di tahap ini, melakukan agitasi antara mereka untuk melakukan revolusi dengan menciptakan konflik antara pendukung dan penolak ide Khilafah.

Tahap ketiga, ketika momentum sudah tercapai, maka revolusi atau istislam al-hukmi dilakukan, dimana pemerintahan yang sah dijatuhkan.
Kelompok ketiga yang terlibat Gerakan 2019GantiPresiden adalah elemen politikus oportunis, yang ingin berkuasa akan tetapi tidak mendapat tempat dalam pemerintahan yang sedang berjalan. Mereka bukan oposisi, akan tetapi mereka hanya ingin berkuasa dengan cara apapun .

Kelompok keempat adalah elemen kapitalis, yang hanya ingin mendapatkan keuntungan finansial dari kekacauan yang terjadi. Bagi mereka, apapun sistem pemerintahan yang dipakai, yang penting adalah mereka mengumpulkan kekayaan yang sebanyak-banyaknya.
Jadi mereka akan terusik jika penguasa tidak berpihak pada mereka . Dan satu-satunya cara adalah membiayai kepentingan politik lain untuk segera menjatuhkan penguasa .
Mereka hanya memodali saja , urusan caranya bukan urusan mereka.

Jahat dan teramat sadis bukan ?
Saya jadi teringat pernyataan alm Gusdur  ,

Mereka akan jadi gelandangan politik seumur hidupnya ” .

Library : https://nasional.sindonews.com/read/1336795/12/pengamat-timur-tengah-bicara-soal-gerakan-2019gantipresiden-1536

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s