Masshar2000.com – Uyghur sebuah suku yang mayoritas beragama islam ini memang sudah mendunia , bukan karena mereka menghasilkan banyak ulama besar yang mendunia , tapi soal konflik yang tak kunjung berhenti dasawarsa terakhir ini .

Cerita ini didapat oleh seorang pengurus Nahdlatul Ulama yang kebetulan bersama dengan dua orang santri asal Cina dalam sebuah acara di Indonesia .

Bersama dua peserta dari Cina, yang menghadiri Multaqo Sufi di Pekalongan, bulan April yg lalu. Mereka adalah akhi Badruddin dan akhi Abdulloh. Badruddin pernah menimba ilmu di Al-Azhar Mesir, di Fakultas Bahasa Arab, kemudian melanjutkan program magisternya di IIUM (Malaysia). Badruddin dari suku Han, sementara Abdulloh memiliki darah suku Turkistan/Uyghur. Mereka datang menghadiri Multaqo Sufi bersama 5 peserta lainnya yg ditunjuk secara resmi mewakili pemerintah Cina.

Mereka bermadzhab Hanafi dalam fiqih, Maturidy dalam aqidah dan Naqsyabandiyah Jahriyyah dalam thoriqoh. Kata Jahriyyah dinisbahkan pada suara yg keras, thoriqoh ini memang identik dengan ‘suara keras’ para pengikutnya saat berkumpul dalam hadrah sufiyah.

Di sela-sela break seminar, saya menyempatkan berbincang dengan keduanya, seputar kehidupan muslim di Cina. Saat saya singgung masalah krisis kemanusiaan yg menimpa muslim Uyghur, perbincangan yang semula datar-datar saja, basa basi seketika itu berubah sedikit emosional.

Saya ajukan beberapa pertanyaan yang viral di medsos, dengan tema besar ‘ intimidasi pemerintah Cina atas muslim khususnya Uyghur’, namun beberapa pertanyaan saya disanggah oleh keduanya.
Dalam tema ini, Abdulloh yang semula diam, banyak tampil menyanggah dan mengklarifikasi beberapa isu muslim Uyghur.
Menurut keterangannya, krisis kemanusiaan yang terjadi atas muslim Uyghur tidak seperti yang diberitakan oleh media asing, seperti “Genosida” dan sejenisnya.

Pemerintah Cina hanya melakukan tindakan tegas terhadap individu dan kelompok yg masuk dalam jaringan ISIS. Abdulloh malah balik bertanya pada saya bagaimana ISIS dan jaringannya bisa bebas di Indonesia. Loh .. loh dapat info dari mana. Saat perdebatan kami tidak menemukan titik terang, Badrudin tampil mengakhirinya dengan statemen yg sekilas masuk akal ” Kalau pemerintah Cina mengintimidasi Umat Islam di Cina, maka tentu saja kami dilarang hadir di Multaqo ini, kami datang di Multaqo ini atas izin dan biaya pemerintah “.

Akhirnya perbincangan kami kembalikan ke tema awal, tanpa menyinggung masalah sensitif ini lagi. Walaupun belum puas dan terkesan misteri, minimal saya sudah tabayyun langsung tanpa perantara media pers. Informasi dari mereka saya jadikan pegangan sampai saat ini walau tidak mutlak. Sembari mendoakan semoga krisis yg menimpa muslim Uyghur segera berakhir dan umat muslim Uyghur bisa menikmati kebebasan dalam menjalankan agamanya dengan tenang sebagaimana saudara-saudara seiman mereka yg tersebar di wilayah Cina, terutama suku Hui dan Han, dll.

Jadi begini , suku Uyghur seperti yang sudah kami beritakan sebelumnya adalah salah satu suku keturunan dari Turky , karena pada tahun 1949 Cina mencaplok wilayah ini . Mereka memamg ingin memisahkan diri dari Cina dan banyak diantara mereka atau ribuan orang dari suku ini hijrah ke Suriah dan bergabung dengan ISIS . Bahkan dari video dan berita yang viral belakangan ini , mereka akan menumpahkan darah di sungai di negara mereka sendiri Cina .

Tentu ancaman ini bukan main-main , mereka sudah memiliki senjata , bagaimana jika mereka kembali lagi ke negaranya dan membawa lebih banyak senjata dan dibagi ke banyak warga Uyghur dan mereka memberontak . Berapa ribu nyawa yang akan direnggut paksa atas aksi konyol itu .
Yang pastinya orang-orang yang menjadi korban bukan hanya mereka yang memberontak , tapi juga warga lain termasuk muslim Uyghur sendiri yang menjadi korban .

Dan seperti yang dikatakan santri asal Cina yang salah satunya dari Uyghur tadi , pemerintah Cina memang memberlakukan program deradikalisasi kepada muslim Uyghur dengan keras dan membangun kamp-kamp khusus .
Namun mungkin program deradikalisasi yang dilakukan disana lebih keras dibanding di Indonesia mengingat mereka yang berideologi komunis .

Sebenarnya kasus di Uyghur ini lebih mirip dengan kasus Rohingya walaupun tentu tidak sekeras di Rohingya yang jelas-jelas ada pembantaian dan warganya pun sampai mengungsi ke Indonesia dan sejumlah negara .
Dan bedanya lagi kalau di kasus Rohingnya negara-negara lain tidak di ijinkan masuk ke negara tersebut , di Cina justru pemerintahnya yang mengundang negara-negara muslim untuk melihat sendiri kamp-kamp di Uyghur yang kata media barat disebut sebagai kamp penyiksaan tersebut . Seperti yang sudah dilakukan olaeh 7 orang perwakilan dari NU , Muhammadiyah dan MUI yang mengunjungi 3 dari 7 kamp besar yang ada disana .

Jadi jangan mudah terhasut dengan Amerika yang sudah menguasai media barat dan dunia yang jaringannya juga ada di Indonesia .
Kamu mungkin heran dengan puluhan negara yang rata-rata anggota NATO yang selama ini sangat anti islam dan belum pernah membela islam , tiba-tiba dengan suara lantang dan kompak membela Uyghur dan memusuhi Cina .

Ini adalah negara-negara yang mengecam cina , sebagian besar adalah negara-negara anggota NATO yang anti islam , kenapa sekarang membela islam , pasti ada sesuatu

Ini adalah taktik mereka untuk tetap mengabdi pada Barat dibawah kendali Amerika , termasuk negara tetangga kita Australia yang sudah dikenal dengan sebutan WASP (White Anglo Saxon Protestan – Australia – Inggris – Amerika ) yang mana oleh dunia WASP disebut sebagai bangsa kulit putih yang doyan perang .

Dan Tahukah kamu dari 239 tahun Amerika merdeka , mereka tercatat sudah 222 kali perang . Tidak ada presiden Amerika yang tidak perang , tidak ada sejarahnya presiden Amerika adalah presiden permamaian , semuanya perang bahkan kalau dirata-rata dalam kepemimpinannya satu orang presiden Amerika minimal 2 kali perang dengan durasi tahun yang berbeda-beda .
Kalau tidak percaya , coba sebutkan satu presiden saja yang dalam masa pemerintahannya tidak ada perang ?

Tapi yang pasti , bagaimanapun keadaannya , kita sebagai sesama muslim harus mendoakan saudara kita yang di Uyghur agar segera memperoleh hak-hak nya dalam beribadah yang tidak kita pungkiri memang kurang diperhatikan pemerintah Cina . Tidak seperti muslim lain di provinsi lain di negara tersebut yang dengan mudah dan bebas untuk beribadah .Dan pastinya segera menutup kamp-kamp tersebut karena jelas melanggar hak asasi manusia .

Dan yang pasti jangan sampai kita membela mati-matian saudara kita dinegara lain yang belum jelas sebab musababnya , tapi di negara sendiri malah saling memusuhi bahkan sesama muslim di musuhi , dikafir-kafirkan bahkan orang sholawatan saja dipersekusi .

” Lebih Mudah Mengubah Gunung Menjadi Abu daripada Menanam Cinta di Hati yang Dipenuhi Rasa Kebencian ” – Ali bin Abi Thalib

Library : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10157248266783303&id=753163302

Ngobrol disini !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s