Catat , Ini Fenomena Menakjubkan di Langit Sepanjang 2020

M2000.Soloraya – Kita secara resmi sudah meninggalkan tahun 2019, berbagai kejadia luar biasa di tahun 2019 sudah kita nikmati seperti gerhana matahari , gerhana bulan dan lain-lain .

Nah ,di tahun 2020 ini juga ada kejadian-kejadian spektakuler mulai dari konjungsi terbesar, fase bulan terhebat, hingga berbagai hujan meteor besar dapat kamu saksikan sepanjang tahun depan.

Berikut ini sepuluh peristiwa langit terbaik tahun 2020 yang perlu kamu nantikan. Catat tanggalnya, ya!

1. Hujan meteor Quadrantid pada 3 hingga 4 Januari 2020

Begitu menginjakkan kaki di tahun 2020, kita akan disambut dengan hujan meteor Quadrantid. Dilansir dari laman Seasky.org, peristiwa ini layak untuk dinantikan karena Quadrantid termasuk hujan meteor yang besar.

Pada puncaknya, kita akan disuguhi lebih dari 100 ‘bintang jatuh’ setiap jam. Kamu hanya perlu mencari lokasinya di konstelasi Bootes yang terletak di langit bagian timur laut.

2. Venus bersinar terang sepanjang Maret 2020

Venus akan membuktikan bahwa julukan “bintang kejora” layak untuk diberikan kepadanya. Pada bulan Maret 2020, kamu akan melihatnya bersinar terang di langit, terutama pada tengah malam hingga dini hari. Ia akan terlihat berwarna putih cerah, di tengah bintang-bintang konstelasi Pleiades.

3. Supermoon pada 7 April 2020

Mulai dari Februari hingga Maret, Bulan akan terlihat sangat besar di fase purnama. Namun puncak dari fenomena ini akan terjadi pada 7 April 2020. Fenomena ini memang terjadi setiap tahun, tetapi tetap layak untuk dinantikan.

Pasalnya, Bulan akan terlihat sangat indah saat supermoon terjadi. Peristiwa ini akan mengakibatkan pasang surut air laut yang sangat signifikan.

4. Gerhana matahari tahunan pada 21 Juni 2019

Setelah gerhana matahari cincin yang terjadi pada 26 Desember lalu, kita baru akan disuguhi peristiwa yang sama pada 21 Juni 2019. Seperti sebelumnya, Bulan akan terlihat 0,6 persen lebih kecil daripada Matahari sehingga terbentuklah cincin di sekitarnya.

Namun sayangnya, Indonesia kemungkinan besar tidak akan bisa melihatnya. Hanya negara di Afrika, Arab Saudi, China, Taiwan, India, Pakistan, dan Filipina yang bisa menyaksikan peristiwa ini.

5. Hujan meteor Perseid pada 12 Agustus 2019

Seperti tahun sebelumnya, Perseid termasuk ke dalam salah satu hujan meteor paling hebat. Namun di 2020, peristiwa tersebut akan terlihat jauh lebih baik daripada 2019.

6. Mars terlihat jelas dari Bumi pada Oktober 2020

Selain Venus, ada planet tetangga lain yang akan menghiasi langit 2020 kita. Ia adalah Mars, sang planet merah. Dilansir dari Almanac, Mars akan berada di oposisi Matahari. Ini membuatnya terlihat bersinar dari Bumi. Sangat terang bahkan melebihi Jupiter yang saat itu juga bisa diamati.

Waktu terbaik untuk menyaksikan peristiwa ini adalah pada 13 Oktober. Kamu bisa mencari planet merah tersebut di area konstelasi Pisces. Tepatnya pada langit bagian utara. Mars terlihat merah kontras dengan langit dan bintang di sekitarnya.

7. November: Hujan Meteor Leonid

Hujan meteor Leonid pada puncaknya akan menampilkan 15 meteor per jam dengan kondisi langit tanpa terang Bulan yang berlebihan dan tanpa banyaknya awan.

Hujan meteor bisa diamati pada pukul 00.23 WIB hingga fajar menyingsing sekitar pukul 05.04 WIB
Lihat juga: Penyebab Gerhana Matahari Cincin Tak Mampir ke Jabodetabek

8. Desember: Hujan Meteor Geminid

Puncak Hujan Meteor Geminid akan terjadi pada 14 Desember. Pada 14 Desember langit bumi akan dihujani 60 hingga 120 meteor per jam.

Langit akan terlihat jelas sehingga meteor bisa terlihat dengan jelas. Berbeda dengan 2019 ketika Bulan Purnama menjadi objek yang terang sehingga mengganggu visibilitas meteor.

Hujan meteor bisa terlihat di Jakarta pada pukul 19.59 WIB dan tetap bisa dilihat hingga pukul 05.09 WIB.

9. Desember: Gerhana Matahari Total
Gerhana Matahari kedua terjadi pada 14 Desember. Berbeda dengan Gerhana Matahari jenis Cincin pada Juni, kali ini penduduk akan disajikan dengan Gerhana Matahari Total. Fenomena ini tak dapat dilihat di Indonesia.

Gerhana Matahari Total hanya bisa terlihat di beberapa bagian di selatan Chili dan selatan Argentina. Gerhana Matahari sebagian akan terlihat di sebagian besar Amerika Selatan bagian selatan, Samudra Pasifik tenggara dan Samudra Atlantik selatan.

Secara garis besar , kejadian langka di langit tersebut dapat dirangkum menjadi :

* Januari 2020
Hujan meteor Quadrantid pada 3 hingga 4 Januari 2020

* Februari 2020
9 Februari: Fase Bulan Purnama (Salju Supermoon)
20 Februari: Merkuri di perpanjangan Timur terbesar
23 Februari : Fase Bulan Baru

* Maret 2020
9 Maret: Fase Bulan Purnama (Worm Supermoon)
20 Maret: Vernal equinox (03:50 UTC)
24 Maret: Fase Bulan Baru
24 Maret: Merkuri pada perpanjangan Barat terbesar
24 Maret: Venus di perpanjangan Timur terbesar

* April 2020
8 Apr: Fase Bulan Purnama (Growing Supermoon)
22-23 April: Meteor Lyrid
23 Apr: Fase Bulan Baru

* Mei 2020
6-7 Mei: Meteor Eta Aquarid
7 Mei: Fase Bulan Penuh (Biru)
22 Mei: Fase Bulan Baru

* Juni 2020
4 Juni: Merkuri di perpanjangan Timur terbesar
5 Juni: Fase Bulan Purnama
5 Juni: Gerhana bulan sebagian
5 Juni: Jupiter menentang
21 Juni: Fase Bulan Baru
21 Juni: Gerhana matahari sebagian
22 Juni: Solstice Musim Panas (21:44 UTC)

* Juli 2020
5 Juli: Fase Bulan Purnama
5 Juli: Gerhana bulan sebagian
14 Jul: Jupiter menentang
20 Juli: Fase Bulan Baru
20 Juli: Saturnus di oposisi
22 Jul: Merkuri pada perpanjangan Barat terbesar
28-29 Juli: Meteor Delta Aquarids

* Agustus 2020
3 Agustus: Fase Bulan Purnama
12-13 Agustus: Meteor perseid
13 Agustus: Venus pada perpanjangan Barat terbesar
19 Agustus: Fase Bulan Baru

* September 2020
2 Sep: Fase Bulan Purnama
11 Sep: Neptunus menentang
17 Sep: Fase Bulan Baru
22 Sep: Equinox Musim Gugur (13:31 UTC)

* Oktober 2020
1 Oktober: Fase Bulan Purnama
1 Oktober: Merkuri pada perpanjangan Timur terbesar
7 Okt: Meteor Draconid
13 Oktober: Mars di Oposisi
16 Oktober: Fase Bulan Baru
21-22 Oktober: Meteor Orionid
31 Okt: Fase Bulan Purnama (Blue Moon)
31 Okt: Uranus di Oposisi

* November 2020
4-5 November: Meteor Taurid
10 November : Merkuri pada perpanjangan Barat terbesar
15 November : Fase Bulan Baru
17-18 November: Meteor Leonid
30 November : Fase Bulan Purnama
30 November : Gerhana bulan sebagian

* Desember 2020
13-14 Desember: Meteor Geminid
14 Desember : Fase Bulan Baru
14 Desember : Gerhana matahari total
21 Desember: Titik balik matahari musim dingin (10:02 UTC)
21 Desember : Konjungsi Besar antara Jupiter dan Saturnus
21-22 Desember: Meteor Ursid

Ngobrol disini !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s