Silir , Kawasan Prostitusi di Solo yang Kini Jadi Bumi Sholawat

M2000.Com.Solo – Bagi kamu yang tinggal di kawasan Solo dan sekitarnya , pasti pernah mendengar kawasan Silir bukan ?
Nah , di Silir daerah Semanggi ini dulunya adalah tempat prostitusi paling terkenal atau bahkan mungkin paling tua di Solo dan sekitarnya karena menurut data sejarahnya kawasan ini sudah ada sejak 1962 dan ditutup secara resmi pada tahun 2007 oleh walikota Solo Joko Widodo yang kini menjabat sebagai presiden RI.

Mungkin kalau dulu di Surabaya ada kawasan Dolly , ya mungkin seperti itu , walaupun tentunya tidak sebesar dan sepopuler Dolly .

Hal ini pernah diungkapkan Habib Syech yang memang tinggal disekitar kawasan Silir ini .

Begini cerita Habib Syech ,

” Maaf maaf, sekali lagi maaf maaf, bukan saya menghinakan. Dekat rumah saya sini, daerah situ, namanya Silir. Itu, maaf maaf, tempat pelacuran.

Saya dulu bersama Habib Alwi Alaydrus, bersama Akhina Anis Baraja, dan Akhina Ahmad Ibrahim. Saya sama Habib Alwi dulu, saya sama Habib Alwi Alaydrus sama Anis Baraja. Itu di sana ada acara, ada masjid Ar Ridho. Masjidnya apa namanya itu? Al Kautsar. Diganti berarti. Dulu Ar Ridho kalau nggak salah.

Dulu masjidnya namanya Ar Ridho. saya tidak tahu namanya Al Kautsar, karena saya waktu itu masih namanya Ar Ridho.

Masjid Ar Ridho ini, saya, Habib Alwi, Anis, waktu itu mengadakan acara khotmil, malam 27 Ramadhan, saya sama Habib Alwi.

Habib Alwi itu berdoa, panjangnya di luar. Jadi dari masjid itu kita keluar. Di lataran masjid, di depannya situ tempat pelacur semua. Itu Habib Alwi berdoa, didoain semua itu pelacur agar taubat. Didoakan itu supaya germo-germo itu taubat.

Dan Alhamdulillah speakernya keras sekali. Ya begitu, di dalam situ pasti terganggu, pasti. Tapi, Allah SWT akhirnya merubah tempat itu. Silir menjadi tempat berdzikir. Lho begitu. Tadinya tempat maksiat.

Jadi, kalau kita datangi, kita ambil, kita bakar, akhirnya bertengkar. Anda menyelesaikan permasalahannya dengan cara yang salah.

Caranya harus bagaimana? Ya itu tadi, doakan “Ya Allah” kan gitu, termasuk doanya. Saya yakin yang di dalam sana itu adalah mayoritas umat Nabi Muhammad SAW. Dan kami yakin umat Nabi mu Muhammad tidak ridho melihat mereka berbuat seperti itu. Dan Engkau yakin Ya Rabb, kami yakin bahwa Engkau pasti mencari keridhoan Nabi Muhammad. Berilah kepada mereka semua ini, agar mereka bisa bertaubat taubatan nasuha. Berteriak-teriak itu.

Mungkin ada yang mengamini juga itu di dalam: Masih pacaran terus bilang Amiin. Jadi sembuh.

Akhirnya Subhanallah.
Alhamdulillah, mereka-mereka ternyata bukan orang jelek, dan Alhamdulillah nya sekarang baik. Begitu lho. Sekarang baik.

Di situ ada kegiatan-kegiatan, Alhamdulillah. Sekarang namanya Al Kautsar. Ada kegiatan-kegiatan, Masya Allah, di masjidnya. Ada sekolahan Ar Ridho di situ “.

Oya , sebagai tambahan , kawasan tersebut juga sudah di rubah menjadi kawasan pasar barang second atau pasar klitikan terbesar di karisidenan Surakarta di masa pak Jokowi menjadi walikota Solo .

View this post on Instagram

. . Maaf maaf, sekali lagi maaf maaf, bukan saya menghinakan. Dekat rumah saya sini, daerah situ, namanya Silir. Itu, maaf maaf, tempat pelacuran. . Saya dulu bersama Habib Alwi Alaydrus, bersama Akhina Anis Baraja, dan Akhina Ahmad Ibrahim. Saya sama Habib Alwi dulu, saya sama Habib Alwi Alaydrus sama Anis Baraja. Itu di sana ada acara, ada masjid Ar Ridho. Masjidnya apa namanya itu? Al Kautsar. Diganti berarti. Dulu Ar Ridho kalau nggak salah. . Dulu masjidnya namanya Ar Ridho. saya tidak nama Al Kautsar, karena saya waktu itu masih namanya Ar Ridho. . Masjid Ar Ridho ini, saya, Habib Alwi, Anis, waktu itu mengadakan acara khotmil, malam 27 Ramadhan, saya sama Habib Alwi. . Habib Alwi itu berdoa, panjangnya. Di luar. Jadi dari masjid itu kita keluar. Di lataran masjid, di depannya situ tempat pelacur semua. Itu Habib Alwi berdoa, didoain semua itu pelacur agar taubat. Didoakan itu supaya germo-germo itu taubat. . Dan Alhamdulillah speakernya keras sekali. Ya begitu, di dalam situ pasti terganggu, pasti. Tapi, Allah SWT akhirnya merubah tempat itu. Silir menjadi tempat berdzikir. Lho begitu. Tadinya tempat maksiat. . Jadi, kalau kita datangi, kita ambil, kita bakar, akhirnya bertengkar. Anda menyelesaikan permasalahannya dengan cara yang salah. . Caranya harus bagaimana? Ya itu tadi, doakan "Ya Allah" kan gitu, termasuk doanya. Saya yakin yang di dalam sana itu adalah mayoritas umat Nabi Muhammad SAW. Dan kami yakin umat Nabi mu Muhammad tidak ridho melihat mereka berbuat seperti itu. Dan Engkau yakin Ya Rabb, kami yakin bahwa Engkau pasti mencari keridhoan Nabi Muhammad. Berilah kepada mereka semua ini, agar mereka bisa bertaubat taubatan nasuha. Berteriak-teriak itu. . Mungkin ada yang mengamini juga itu di dalam: Masih pacaran terus bilang Amiin. Jadi sembuh. . Akhirnya Subhanallah. . Alhamdulillah, mereka-mereka ternyata bukan orang jelek, dan Alhamdulillah nya sekarang baik. Begitu lho. Sekarang baik. . Di situ ada kegiatan-kegiatan, Alhamdulillah. Sekarang namanya Al Kautsar. Ada kegiatan-kegiatan, Masya Allah, di masjidnya. Ada sekolahan Ar Ridho di situ. . Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf

A post shared by Ulama Nusantara (@ulama.nusantara) on

Ngobrol disini !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s