Assallamu’allaikum mass-miss sadayana

M2000 – Semua orang pasti punya guru.
Pengertian guru itu luas sekali, disekolah ada guru-guru kita hingga dosen-dosen , dirumah ada orang tua kita yang mendidik kita dari kecil.
Bahkan alam dan pengalaman adalah disebut guru yang terbaik .

Sementara guru yang sejatinya guru adalah Ar-Rosyid, Allah yang Maha mengajari . Dalam pengertian-pengertian guru itu ada yang disebut syeikh futuh, yaitu guru yang bisa membuka mata hati seseorang, lalu menjadi timbul kesadaran Ketuhanannya, mengerti tentang tujuan akhir hidup yaitu Allah Azza Wa Jalla, dan faham mengenal Allah dalam rasa sejati.

Dalam perjalanan hidup seseorang mungkin saja ia akan setia berguru pada 1 guru syeikh futuhnya saja, adapula yang sempat berguru beberapa guru dalam perjalanan hidup sampai menemukan syeikh futuhnya yang asli. Walau demikian guru yg lain juga tetap gurunya. Sebab sekali guru, seumur hidup adalah guru walau itu adalah guru SD sekalipun.

Demikianlah, seseorang memang mungkin saja berguru pada banyak guru, namun syeikh futuhnya akan tetap selalu 1 orang saja, itulah dia yang sebenarnya disebut waliya mursyida bagi seseorang tersebut.
Futuh adalah terbukanya mata rasa, lalu batinnya menjadi bercahaya dgn cahaya Tuhan.
Dan sekarang aku merasa bahwa dulu syeikh futuhku ternyata adalah guru ngajiku , guru iqro ku , karena setelah berjumpa dengannya, banyak pintu-pintu yang masih tertutup dalam hatiku menjadi terbuka, dan aku mulai memahami banyak hal yg tadinya masih buntu dan aku baru merasakannya sekarang .

Disaat teman-teman seangkatanku banyak yang tidak bisa membaca al qur’an sehingga mereka jadi canggung dan tidak pede untuk datang ke pengajian-pengajian atau majelis ilmu , bahkan untuk sekedar tahlilan ke tempat warga yang hajatan.
Meski demikian, yg lain juga tetap guruku, karena sumbangsihnya juga besar dalam memberi warna hidupku.

Bagaimana caranya berguru biar saya bahas disini………

Jika seseorang itu berguru kepada seorang guru, maka ikutilah gurumu. kalau kamu sudah merasa pinter, gak usah berguru ,sebab berguru itu yah harus bodoh atau merasa bodoh . Jika kamu sudah merasa pintar maka yang dipikirannya adalah hanya mencari celah kesalahannya dan paling dipikiranmu sudah menebak-nebak yang akan dibicarakannya dan kamu merasa sudah tahu semua sebelum datang ke majelis.

Kalau seseorang misalnya hendak mencari “guru sambungan”, tadinya sudah punya guru lalu karena suatu hal mesti cari guru lainnya, buat menyambung, maka ia mestinya minta izin guru lamanya dulu, untuk mencari tambahan ilmu.

Sebab mencari guru sambung:
1. tidak cocok lagi sama gurunya
2. ditinggal mati gurunya (status anak yatim)
3. ilmu/kajian gurunya sudah habis diserap.

Namun bagaimanapun yang harus digaris bawahi , setiap orang yang pernah menjadi gurumu maka dia tetap gurumu karena kamu pasti pernah mendapatkan ilmu darinya walaupun sekarang kamu anggap sedikit .

Semoga bermanfaat ,

Wassallamu’allaikum…

Disadur dari tulisan abah FK @SufiIndonesia

Ngobrol disini !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s