Tegal Lockdown apa Isolasi Kampung

M2000.Tegal – Pagi ini kita dikejutkan dengan pernyataan dari Walikota Tegal bahwa Tegal akan memberlakukan Lockdown untuk mencegah penyebaran virus corona di daerah tersebut .

Tentu berita ini sungguh mengejutkan karena belum ada perintah dari presiden . Apakah Walikota Tegal berani menentang kebijakan presiden yang tidak mau memberlakukan lockdown . Kita tahu kebijakan dari pusat adalah social distance atau pembatasan sosial , menghindari kumpul-kumpul dan meniadakan perhelalatan atau mengumpulkan orang dalam jumlah banyak .

Namun dengan pernyataan Walikota Tegal yang langsung viral ini , apakah menandakan bahwa Jokowi sudah tidak di hargai dan dipercaya lagi oleh kepala daerah ?

Ah, yang benar saja. Lockdown sebuah kota itu dampaknya besar, dan kepala daerah tidak akan sanggup menangani dampak sebesar itu. Makanya keputusannya harus ada di Presiden.

Dan ketika saya baca lagi, apa sih yang dimaksud lockdown di Tegal, ealaahhh… ternyata cuman penutupan akses sementara kendaraan dari luar kota. Itu sih bukan lockdown namanya. Mau ketawa tapi dosa .

Kalau istilah Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo lebih sadis lagi ” Itu bukan lockdown, tapi isolasi kampung !” Ambyarrrr sobbb…

Tapi memang gagah sih istilah “lockdown” itu. Biar dikutip media. Apalagi Walikota Tegal menambahkan narasi dramatis, “Tidak apa-apa saya dibenci..” Telenovela sekali, Ferguso.

Kalau bahasanya cuman isolasi doang, mana ada media yang mau ngutip ??

Kalau mengacu dari negara besar seperti China dan India, lockdown itu bukan saja menutup negara atau wilayah, tetapi mengunci masyarakat supaya tidak keluar rumah.

Tentara pun keluar. Negara seperti darurat militer. Di India malah disabet-sabetin warganya. Di Malaysia denda untuk yang keluar rumah.Di itali malah dari video yang viral nekat keluyuran di gajul mumbul . Itu baru lockdown. Mau gitu, saudara ??

Makanya keputusan lockdown itu selalu bersifat nasional, bukan wilayah yang menentukan , HARUS Presiden, karena imbasnya nanti Menteri-mentei mengatur urusan kiri kanannya. Di Indonesia, keputusan lockdown harus dikaji dulu oleh gugus tugas pencegahan Corona, yang diketuai Kepala BNPB.

Teriakan lockdown di Indonesia itu sifatnya gagah-gagahan doang. Biar keren dan kekinian. Apalagi di grup WA, biasanya postingannya gak dibaca teman grup, pas teriak lockdown, langsung jadi pembicaraan , apakah kamu salah satunya ?

Kadang ditingkat kepala daerah juga ada kegenitan politik. Biar gagah dan diliput media, maka harus teriak lockdown. Meski dia tahu, kepala daerah tidak punya wewenang untuk itu.

Jadi kalau ada berita jangan cuma baca judul doang, terus berasa gagah share kesana kemari, seolah-olah dia adalah ahli daripada ahli, core of the core , kalau istilah pak Prabowo saat kampanye ” Lebih TNI dari TNI “.

Jangankan Indonesia , negara-negara maju seperti Jepang saja tidak berani memberlakukan Lockdown , apalagi Indonesia .

Dan kamu perhatikan gak sih , kalau yang teriak lokdan-lokdon itu cuma kelompok oposisi yang seakan-akan membela kepentingan rakyat .Dan uniknya di ikuti oleh para pembenci Jokowi . Kenapa saya gak menggunakan kalimat ” Pendukung Prabowo lagi ” karena Prabowo sudah jadi pembantunya Jokowi . Jangan protes dengan istilah ” pembantu ” , Menteri kan pembantu presiden .

Mendingan saran saya , ikuti saja aturan pemerintah , hargai dokter-dokter , dan jangan ngeyel .

Jangan lupa , stop memberitakan corona apalagi tentang jumlah korban meninggal dan sebagainya yang malah akan membuat orang takut . Biarkan yang berkepentingan saja yang memberitakan dan jangan di share , kalaupun dishare , share lah berapa yang sembuh , karena dengan begitu kita mantap menatap masa depan .

Ngobrol disini !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s