Hasil Keputusan BAHTSUL MASA’IL DKI JAKARTA Soal Tempat Hiburan dan Test PCR Dimasa Ramadhan

Assallamu’allaikum mass-miss sadayanaMasshar2000.com – Nahdlatul Ulama sebagai ormas keagamaan terbesar tanah air , tentu punya peran penting dalam membantu pemerintah dalam hal kemaslahatan umat .Khusus untuk DKI ,Bahtsul Masa’il sebagai dewan fatwa NU telah membuat keputusan tentang masalah sosial selama ramadhan .Dalam keputusan yang dilaksanakan di masjid Al-MukhlisinPenjaringan Jakarta Utara ,Ahad, 14 Sya’ban1442 H/28 Maret 2021 M ada beberapa masalah yang disoroti .Berikut hasilnya :1. PERLINDUNGAN INDUSTRI HARAM & TEMPAT MAKSIATDampak pandemi yang masih terus mengikis perputaran roda-roda pendapatan APBN maupun APBD membuat Pemerintah Pusat maupun Daerah kerepotan.Berkurang dan melambatnya pertumbuhan produksi industri dalam negeri menjadi salah satu sumber utama ditambah ditutupnya beberapa kawasan
pariwisata dan hiburan.Upaya pengelolaan sumber dana dengan seefesien mungkin tentu sudah dijalankan dengan
maksimal demi keberlangsungan suatu pemerintahan. Sehingga sangatlah penting untuk mempertahankan sumber-sumber devisa yang masih eksis dan berjalan, baik dari sumber yang halal maupun dari sumber-sumber yang haram seperti industri dan perusahaan yang bergerak dalam produksi maupun distribusi produk-produk yang diharamkan oleh agama (seperti PT. Delta Djakarta Tbk, PT. Miras Jakarta, PT. Multi Bintang Indonesia dll) serta tempat-tempat hiburan di beberapa kawasan seperti Kemang, Gadjah Mada, Pesing dan lainnya yang jelas-jelas banyak unsur kemaksiatannya.Pertanyaan :
a. Bagaimana pandangan islam atas upaya pemerintah yang tetap melindungi dan mempertahankan
tempat-tempat hiburan dan industri-industri produk haram demi stabilitas pendapatan APBN atau APBD?Jawaban :
a. Untuk industri dan tempat-tempat yang nyata haram, maka tidak diperbolehkan. Sedangkan industri dan tempat hiburan yg sesungguhnya mubah namun bercampur dengan kemunkaran, maka pemerintah
boleh membiarkan namun wajib menghilangkan kemunkarannya.Dalam kondisi belum bisa
menutupnya, pemerintah tetap wajib mengupayakannya secara bertahap semampunya.Hal-hal yang direkomendasikan:
1. PEMDA DKI Jakarta tidak hanya melepas semua saham, namun juga tidak memberi izin terhadap
pengajuan industri dan tempat-tempat maksiat dan mencabut izin serta menutupnya.
2. Pemerintah atau DPR merivisi UU yang berkaitan dengan legalisasi industri haram dan tempat-tempat maksiat.
3. Memikirkan dampak ribuan pengusaha dan pekerja yang kehilangan pekerjaannya dengan
memberi modal atau menyediakan lapangan pekerjaan yang halal dan layak.2. PANDEMI DI TENGAH RAMADHANTidak terasa, Pandemi telah terjadi lebih dari setahun, bahkan tak lama lagi Ramdhan kedua masa pandemi akan tiba. Berbagai upaya terus dilakukan, dari penerapan disiplin 3 M, Sosial dan Physical Distancing, PSBB bahkan kewajiban tes Rapid hingga Swab dan antigen bagi sesiapun yang hendak berpergian.Upaya Suntik Vaksin pun gencar disosialisaikan, hanya saja karena jumlah penduduk yang besar, maka hal ini hanya bisa dilakukan secara berkala.Kembali seputar Puasa yang merupakan Kewajiban Ain tiap – tiap muslim, adalah maklum bahwa puasa adalah ibadah badaniyyah mahdhoh yang memiliki prosedur khusus demi keabsahannya. Selain penerapan niat yang berbeda dengan niat ibadah lain, puasa juga membutuhkan konsentrasi khusus saat menjalankannya.Seksama menjaga dari berperangai buruk, juga seksama dari segala sesuatu yang masuk kedalam tubuh terutama jalur mulut, hidung dan dubur. Kendati demikian demi terealisasinya prosedur kesehatan yang sedang diterapkan, maka tes swab, antigen dan suntik Vaksin berlaku bagi sesiapa saja dan kapan saja.Pertanyaan:
a. Bagaimanakah Hukum Swab atau Antigen bagi seseorang yang tengah melakukan Puasa, baik Puasa Ramadhan atau Sunnah?Jawaban :
a. Diperbolehkan dan tidak membatalkan puasa. Karena tidak tidak sampai melewati khaisyum (pangkal hidung bagian dalam) pada hidung dan tidak melewati tenggorokan bagian dalam (makhrojnya hamzah
atau ha’) Keteterangan:
*) SWAB antigen atau SWAB PCR adalah jenis test yang digunakan untuk mendeteksi virus dalam
tubuh seseorang dengan cara memasukkan alat kedalam hidung atau mulut.
*) Jika terjadi kesalahan dalam praktrek SWAB secara tidak sengaja sehingga melewati area
khoisyum, maka puasanya tetap tidak batal karena termasuk dalam kategori mukroh.

Ngobrol disini !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s