Hukum Celana Isbal Dalam Hadist


Assallamu’allaikum mass-miss sadayana

image

M2000 – Yang namanya tafsir , selalu saja ada perbedaan antara ulama satu dengan lainnya , dan biasanya kalau keduanya punya pendapat kuat , maka ulama atau ustadz akan menyerahkan kepada pelakunya masing-masing .

Kita bahas masalah celana isbal (tidak isbal) ada dua pendapat kuat yang masing-masing tetap dalam pendiriannya . Ada yang bilang wajib , namun ada pula yang bilang sunah .
Mari kita pelajari lebih jauh tentang masalah ini .
Isbal adalah menurunkan sarung atau celana sebatas mata kaki bahkan melewatinya dan disebut musbil pelakunya .
Isbal berarti melabuhkan, memanjangkan, yakni menjulurkan pakaian menutupi mata kaki menjadi kontroversial dengan merujuk dua matan hadist yang berbeda redaksinya.

Pertama, man asbala tsaubahu fi al-naar (barang siapa yang berisbal maka masuk neraka) atau ma asfala minal ka’bayni minal izari fafinnar (apa saja  di bawah mata kaki dari pada kain maka (pelakunya) itu bagian api neraka) , maka tidak isbal adalah wajib .
Kedua,  la yanzhurullahu ila man jarra tsawbahu khuyala’ (Allah tidak memperhatikan orang-orang pada hari kiamat bagi yang menjulurkan kainnya karena sombong), atau la yanzhurullahu yawmal qiamati ila man jarra izarahu bathara (Allah tidak memperhatikan orang-orang pada hari kiamat bagi yang menjulurkan kainnya karena sombong) , artinya tidak wajib karena hanya disebutkan kalau ada kesombongan atasnya .

Lanjutkan membaca “Hukum Celana Isbal Dalam Hadist”

%d blogger menyukai ini: