Ketika Kebencian Di Mobilisasi ( True Story : Pakistan )

image

Foto : Reuters

M2000 – Suasana yang terus memanas di negri ini tidak lain karena ada unsur kebencian yang terus-terusan diumbar baik secara langsung oleh politikus maupun para haters di sosial media .
Tidak dipungkiri , akibat aksi-aksi konyol tersebut menimbulkan mosi tidak percaya kepada aparat hukum dan pemerintahan yang sah dipilih oleh rakyatnya sendiri .
Artinya apa , mereka yang dari pertamanya memang tidak setuju pada pimpinan negara , sekarang pun masih menyimpan dendam karena jagoannya kalah pada saat pemilihan sebelumnya  , kalau para abg bilang ” gagal move on “.

Yang masih segar dalam ingatan kita tentu saja dalam kasus Ahok yang diduga melakukan penistaan agama .
Presiden pun masih dibawa-bawa yang kata mereka melindungi penista agama .
Uniknya setelah presiden mengatakan tidak akan menginterverensi kasus Ahok , justru mereka malah menuntut agar presiden segera memenjarakan Ahok …Jelas ini adalah kebahlulan yang membabi buta .

Kasus Ahok jelas sudah mengakar di segenap muslim Indonesia , terlebih pada demo yang mereka namakan aksi bela Islam yang dilakukan hingga berjilid-jilid diikuti oleh jutaan umat .
Saya tidak bilang mereka yang ikut demo adalah orang-orang terprovokasi , tapi saya berani bilang bahwa tidak sedikit dari mereka yang hanya ikut-ikutan atau sekedar diajak …Lha wong teman-teman penulis juga banyak kog yang hanya ikut-ikutan.

Baca lebih lanjut

Buya Syafii Ma’arif : Jika Ahok Terbukti Menistakan Agama , Saya Minta Ahok Diganjar 400 Tahun Penjara Supaya Yang Menuduh Terpuaskan Tanpa Batas

image

M2000 – Siapa tak kenal dengan ulama yang satu ini , seorang tokoh agama Islam yang mungkin saat ini paling disegani di negri karena keilmuannya .
Seorang yang tetap rendah hati dan lebih suka dipanggil Buya ( Bapak/ayah ) meskipun beliau adalah mbahnya para kyai dan ustadz di negara kita ini.
Alhamdulillah Buya masih diberikan kesehatan walaupun usianya sudah kepala delapan .Semoga Allah memberikan umur yang panjang agar tetap bisa menyampaikan dakwahnya.

Ya , beliau adalah Buya Syafii Maarif  , salah satu ulama atau Kyai yang paling dituakan dan dihormati di negara ini yang berbeda pandangan dengan para ustadz masa kini yang berbeda pendapat soal kasus Ahok yang dituduh menistakan agama.
Ulama yang sudah tidak diragukan kemampuannya itu menilai bahwa pada video Ahok di kepulauan Seribu tersebut tidak ada unsur penistaan agama.

Dalam pernyataan terbarunya , Buya bahkan memberikan kritikan pedas kepada para penuduh Ahok yang entah karena apa sangat menginginkan Ahok segera dipenjarakan.

Dan berikut kutipan atau potongan singkat pernyataan Buya yang dikutip dari Tempo tertangal 2 desember 2016,

Baca lebih lanjut

Ahok Jadi Tersangka Jadi Berita Dunia , Nama SBY Pun Ikut Disorot

image

M2000 – Seperti kita ketahui , dalam kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Basuki TP atau Ahok sangat menyita perhatian publik .
Ada yang mengatakan ini adalah kasus yang dibesar-besarkan dan ada nuansa politik untuk menjegal Ahok dalam bursa pilkada DKI  , namun ada pula yang menilai ini murni penistan agama , terserah anda ada di posisi yang mana .

Pasca aksi 411 di Jakarta , Polisi kini sudah mengeluarkan Keputusan polisi untuk menjadikan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebagai tersangka kasus penistaan agama.
Hal ini ternyata menjadi trending topik di twiter dengan hastag #AhokTersangka dan #SaveAhok dan tentunya telah menyita perhatian media-media besar di dunia, Rabu (16/11) kemarin.
Beberapa di antaranya juga menyebutkan pertaruhan mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam kasus ini.

Di Amerika Serikat, kantor berita The Associated Press dan suratkabar terkemuka The Washington Post mengatakan status tersangka ini menjadi semacam “hadiah” bagi para politisi yang bersaing melawan Ahok, menjelang pemilihan gubernur DKI Jakarta Februari 2017.
“Di antara mereka adalah putra mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Yudhoyono sudah memicu kontroversi dengan menyerukan penangkapan Ahok dan mengatakan dia mendukung demonstrasi 4 November,” tulis The Washington Post.

(Among them is the son of Susilo Bambang Yudhoyono, a former president. Yudhoyono courted controversy by calling for Ahok’s arrest and saying he supported the Nov. 4 protest.)

Media Inggris The Guardian kurang lebih mengatakan hal yang sama.
“Pertaruhan politik dalam pemilihan gubernur ini sangat tinggi, dengan hadirnya para pemain politik besar di belakang tiga pasang kandidat, termasuk mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang putranya, Agus, ikut pemilihan,” tulis The Guardian.

(The political stakes for the gubernatorial race are high, with big political players backing the three pairs of candidates, which include former president Susilo Bambang Yudhoyono, whose son Agus is running.)

Media ini seperti mengingatkan bahwa dulu naiknya Ahok sebagai gubernur ibu kota negara dipandang sebagai simbol kemajuan dan pluralisme bangsa ini, karena sang gubernur seorang Kristen dan keturunan Tionghoa, sehingga mewakili dua kelompok minoritas sekaligus.
“Di negara di mana 90% dari 240 juta lebih rakyatnya adalah penganut Islam, moto negara ini adalah Bhinneka Tunggal Ika, atau berbeda-beda tetapi tetap satu,” kata The Guardian.

(In a country where 90% of its more than 240 million people follow Islam, the national motto is, Bhinneka Tunggal Ika, or unity in diversity.)

Jaringan televisi Qatar, Aljazeera, menulis berita dengan judul “Gubernur Jakarta yang Kristen, Purnama, terjerat kasus penistaan agama.”

(Jakarta’s Christian governor Purnama in blasphemy row.)

Reporter Aljazeera menulis bahwa Polri sangat berhati-hati menangani kasus ini, dan karena tidak ditemukan konsensus dalam gelar perkara, maka diputuskan biar hakim di pengadilan yang memutuskan apakah Ahok menista agama atau tidak. Dengan kata lain, Ahok menjadi tersangka.
“Purnama telah meminta maaf atas ucapannya di bulan September, dan mengatakan dia hanya mengkritik lawan politiknya, bukan Alquran,” tulis Aljazeera.

Media Australia ABC bahkan membuat liputan khusus tentang kasus ini, lengkap dengan video yang salah satunya memuat wawancara eksklusif dengan Ahok.
Dalam wawancara berbahasa Inggris itu, Ahok mengatakan dia tidak keberatan menjadi tersangka dan justru ingin mengungkap semuanya di pengadilan.

“Saya perlu ke pengadilan untuk membuktikan bahwa ini semua hanyalah politik, bukan soal hukum,” kata Ahok kepada ABC.

Ahok juga mengatakan bagaimana mungkin dia menghina Islam kalau dia tahu 85% pemilihnya adalah Muslim.
Media di negara-negata tetangga seperti The Bangkok Post dan Channel News Asia (Singapura) juga memberitakan  Ahok sebagai tersangka ini.

Library : beritasatu

Setelah Ahok , Giliran Ketua DPP Gerindra Dilaporkan Karena Menghina Nabi Muhammad

image

M2000 – Seperti kita ketahui , Cagub DKI Basuki TP atau Ahok sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus penistaan agama.

Sebelum ditetapkan sebagai tersangka , Ahok saat itu berniat mendatangkan saksi ahli dari Mesir , dan itu dikomentari sinis oleh
Ketua DPP Partai Gerindra Desmond J Mahesa .
Dalam pernyataannya , Desmond dianggap melecehkan nabi Muhammad .

Puncaknya , Desmond dilaporkan ke Bareskrim Polri.
Ia dilaporkan oleh Bambang Sri Pujo, yang mewakili Aliansi Nasional 98.

Laporan teregistrasi dengan nomor LP/1146/XI/2016/Bareskrim tertanggal 16 November 2016.

Baca lebih lanjut

Apakah Pemerintah Turki Dukung Demo 4 November ?

image

M2000 – sehari menjelang demo penistaan agama atau aksi damai 4 november , duta besar Turki tertangkap kamera sedang berada ditengah-tengah massa di komplek istiqlal.

Menanggapi fotonya tersebut , Duta Besar Turki untuk Indonesia, Sander Gurbuz mengklarifikasi fotonya yang beredar viral di media sosial.
Dalam foto tersebut, dia terlihat berada di tengah kerumunan para peserta  aksi di istiqlal.

Dilansir merdeka.com, Jumat (4/11), Sander mengatakan dia bersama dengan Wakil Menteri Pertahanan Turki uay Alpay, hanya mengunjungi Monas dan Masjid Istiqlal, kemarin. Dia mengatakan, kunjungan yang dilakukan di masjid terbesar Jakarta itu hanya sebentar saja.

Baca lebih lanjut