KENAPA FACEBOOK BERANI MEMBAYAR WHATSAPP DENGAN HARGA MAHAL


Assallamu’allaikum’mass n’ miss semua-muahh.

image

M2000 – Judul diatas tentunya untuk menjawab soal facebook yang berani membeli mahal whatsapp bulan lalu, tahu ‘gak bro, facebook berani membeli facebook seharga $19 milyar atau setara dengan 209 triliun rupiah…bagi yang belum tahu beritanya silahkan membacanya di artikel whatsapp dibeli facebook.

Pengamat aplikasi seluler mengungkapkan data nomor telepon dari whatsapp yang mencapai 450 juta nomor dari seluruh dunia dinilai menjadi
penyebab mahalnya aplikasi social messaging tersebut.
“Data itu jumlahnya dua kali lipat penduduk Indonesia lho bro,  dan bisa dipakai untuk apa saja,” ungkap pengamat aplikasi seluler
Gunarto.
Seperti yang sudah kita ketahui bersama,  investasi yang harus dikeluarkan Facebook untuk menguasai Whatsapp adalah USD 19 miliar atau sekitar
Rp 209 triliun.
Menurut Gunarto lagi, harga segitu
kelewat mahal untuk waktu, fikiran, dan tenaga yang telah dikeluarkan  Brian Acton pendiri whatsapp selama empat tahun.

image

“Yang bikin mahal sepertinya data nomor telepon, karena semua pengguna Whatsapp cukup registrasi dengan menggunakan nomor telepon,” katanya.
Lebih lanjut Gunarto menuturkan pada 2010 Whatsapp hanya merupakan aplikasi chat yang
cupu alias sederhana sekali dan tidak populer , terutama waktu masih menggunakan Symbian.

Saat itu yang populer adalah client app, eBuddy, palringo, dll, platform Java yang merupakan agregator chat app yang terhubung
ke YM, ICQ, dll.
WA berani tampil beda, dengan memakai nomor ponsel sebagai nomor account user-nya dan sebagai otentifikasi saat registrasi,”ujar Gunarto.
Padahal saat itu yang paling populer untuk registrasi adalah email. Whatsapp pun terus
jalan tanpa iklan dan pendapatan dari pengguna. Menurut Gunarto, tak ada pemain yang berani dan memiliki komitmen untuk perbaikan performa layanan seperti Whatsapp.
” ini yang asik, dengan hanya mengandalkan nomor telephone ,pengguna jelas sekali terbantu,sehingga mudah digunakan oleh user gaptek sekalipun dan hasilnya kini meraih ratusan juta user ( 450jt user ).
‘ Itulah imbalan yang didapat WA sekarang, dibeli FB senilai Rp 209 triliun, dan empat tahun waktu yang lama untuk bertahan tanpa
pendapatan besar,” tuturnya.

Sebenarnya langkah pembelian fantastis WhatsApp oleh Facebook senilai USD 19 miliar atau sekitar Rp 209 triliun tersebut membuat terkejut sejumlah pengamat
gadget dan aplikasi ponsel di tanah air…termasuk saya.

Kalau dihitung dari data diatas berarti masing-masing nomor telepon dihargai sekitar 460.000 rupiah, dengan hitungan 209 triliun dibagi jumlah user ( nomor telepon ).
“Luar biasa, masing-masing dari 450 juta pengguna Whatsapp dihargai Rp 460 ribu oleh
Facebook.
Yang jadi pertanyaan, lanjutnya, apa kontribusi pengguna Whatsapp agar bisa menghasilkan
Facebook Rp 460 ribu selama memakai aplikasi instant messaging tersebut ( hitungan bisnis lho ya ..).
“Berapa puluh juta iklan yang harus saya lihat atau klik ( andaikata hitungannya memakai PPC ( pay per click )…hayo blognya siapa nih yang sudah pasang PPC ???

Menurut Gunarto yang juga Managing Director PT Skye Sab Indonesia itu, kalau hanya mengandalkan annual subscription sebesar USD 0,99 per tahun, maka butuh waktu 50 tahun untuk mengembalikan investasi yang ditanamkan Facebook dalam membeli Whatsapp.
“Selain itu, Whatsapp juga berjanji tetap tidak ada iklan dalam layanan messaging-nya,..nah membingungkan bukan ?

Namun, selama saham Facebook terus naik, harga yang tinggi tidak
menjadi masalah buat Facebook ( Mark Zuckerberg ).
Yang jadi masalah, kenyataannya saham Facebook justru turun 5 persen…nah lo..mas bu loh.

Jadi kesimpulannya adalah karena usernya ( data nomor telepon nya ) sangat fantastis yaitu sekitar 450juta nomor, maka facebook pun berani membayar mahal.

Dan yang paling menyita perhatian saya adalah, kalau benar FB berani membayar mahal WA karena saking banyaknya data nomor telepon, terus buat apa ya nomor telepon sebanyak itu.
Apakah untuk mengawasi aktifitas jutaan pengguna WA diseluruh penjuru bumi ini ( pemimpin dunia dan tokoh agama/masyarakat ),,secara pemilik facebooknya sendiri kan orang yahudi yang suka ngurusin orang lain.

Monggo diberikan opininya..

Library : berbagai sumber, situs oke

Wassalla’mualaikum,


°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
” beritanya sih sama…penyampaiannya saja yang beda ”

motto : di udara kita saudara…di darat kita sahabat
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°

BRIAN ACTON : JADI MILYARDER SETELAH DITOLAK FACEBOOK


Assallamu’allaikum mass n’ miss sadayana.

image

M2000 – Zaman sudah berubah massbro…yang dulunya orang berkirim pesan melalui telegram ,kemudian menjadi pager kemudian beberapa tahun kemudian disaat handphone sudah dalam genggaman ,layanan SMS menjadi cara paling praktis untuk berkirim pesan.
Setelah jaman berubah ,kebutuhan juga semakin menuntun lebih praktis lagi untuk berkirim pesan.
Adalah BBM besutan dari Blackberry yang mempelopori cara berkirim pesan yang sangat praktis ,kemudian hadir android dengan Aplikasi Whatsapp yang akhirnya paling booming.

Tahukah mass bro..bahwasanya beberapa tahun yang lalu ada seseorang yang pernah melamar pekerjaan di facebook dan tidak diterima alias ditolak.Namun dengan ditolaknya dia bekerja di facebook menjadikannya lebih bersemangat untuk berkarir di luar facebook.

image

Adalah Brian Acton salah seorang pendiri whatsapp yang pada tahun 2009 lalu sempat melamar pekerjaan di perusahaan raksasa facebook.
5 tahun setelah itu, yaitu tahun 2014 justru si Brian ini kini menjual perusahaannya kepada Facebook dengan harga yang sangat fantastis,mau tahu berapa harganya…hmmm,.,fantastis massbro  19 miliar dollar AS
(sekitar Rp 209 triliun).

image

Bagi massbro yang belum tahu detailnya silahkan membaca di artikel Whatsapp dibeli Facebook.
Sungguh angka yang fantastis massbro…sebelumnya facebook juga membeli instagram senilai 1 milyar dollar atau setara dengan 11 trilliun rupiah.

image

Nilai ini termasuk 3 miliar dollar AS
dalam bentuk saham yang diberikan
kepada Brian Acton dan karyawan
WhatsApp dalam jangka empat tahun.
Dan sekarang Brian Acton sendiri duduk di jajaran direksi di facebook.

Kisah Brian Acton ini bisa menjadi inspirasi bagi kita semua…tentang
penolakan, kerja keras, dan kewirausahaan.
Saat ditolak oleh Facebook, ia bahkan berkicau di media sosial Twitter. Namun, dengan rasa optimis yang tinggi, ia berkata akan memulai
“petualangan berikutnya dalam hidup”.
“Facebook menolak saya. Ini adalah
kesempatan besar untuk berhubungan
beberapa orang yang fantastis.
Menanti untuk petualangan berikutnya
dalam hidup ,” tulis Brian pada 4
Agustus 2009 di tweeter….silahkan dilacak kebenarannya.

Siapa sih Brian Acton ini ?

Dia adalah salah satu jebolan  ilmu
komputer di Stanford University,
sebelumnya pernah bekerja di Apple
dan Adobe. Sejak 1996, ia bekerja
untuk Yahoo! hingga Oktober 2007.
Jabatan terakhirnya di Yahoo! adalah
vice president of engineering.

Pada tahun saat ia ditolak oleh Facebook, Acton mulai membangun
aplikasi WhatsApp bersama Jan Koum
di Mountain View, California, AS.
Koum juga merupakan mantan karyawan Yahoo!.
Di tahun itu pula, TheNextWeb melaporkan bahwa si Brian ini juga ditolak oleh Twitter…emang orang apes dulunya bro.

image

Dua perusahaan jejaring sosial
internet terbesar di dunia, Facebook
dan Twitter, telah melewatkan kesempatan emas dengan menolak
Brian Acton, yang punya bakat luar biasa dalam hal pemrograman.
Nama WhatsApp begitu cepat populer,
menjadi aplikasi pesan instan yang
paling banyak digunakan, dengan 430
juta pengguna aktif pada Januari 2014…massbro pasti salah satunya.

Jumlah pesan yang diproses juga meningkat menjadi lebih dari 50 miliar pesan per hari, dari sekitar 27 juta per hari yang terekam pada Juni 2013. Angka itu disebut-sebut sudah melebihi jumlah SMS yang beredar di seluruh dunia sehingga WhatsApp dianggap sebagai salah satu penyebab menurunnya pertumbuhan SMS di
dunia…emang bukan jamannya lagi orang berkirim pesan via SMS…dan ini benar adanya.

Meski basis penggunanya tumbuh besar, WhatsApp tetap mempertahankan mentalitas perusahaan rintisan (startup).
Perusahaan ini hanya memiliki 50 pegawai. Sebanyak 25 orang merupakan teknisi, sementara 20 lagi
menangani dukungan multibahasa untuk pengguna.
Brian dan Koum punya prinsip kuat untuk tidak menampilkan iklan dalam
layanan mereka. Dalam mengembangkan bisnis, WhatsApp
punya filosofi anti-iklan, bahkan perusahaan itu memiliki manifesto
menentang iklan.

Dari mana whatsApp dapat penghasilan ?

WhatsApp sendiri menghasilkan uang
dengan menarik bayaran sebesar 0,99
dollar AS selama setahun untuk setiap
pengguna.
WhatsApp diinvestasi oleh perusahaan
pemodal Sequoia Capital sebesar 8 juta
dollar AS pada awal 2011. Sejak saat
itu, WhatsApp tidak membuka investasi tahap baru karena mereka mampu menghasilkan uang dari layanannya, mampu menopang biaya operasional perusahaan, hingga akhirnya Facebook “jatuh cinta” dan meminangnya….widihh..cucok cin…hahaha…

Apa kesimpulan atau hikmah kisah Brian Acton tadi ?
1. Kegagalan bukan akhir dari segalanya.
2. Keuletan dan keteguhan hati pasti menghasilkan sesuatu yang lebih baik.
3. Jangan pernah berhenti mencoba…
4. Format masa depanmu sob !!!
5.  ….jangan lupa diberikan opininya …!!!

* Kata Mutiara Hari Ini *

” Kenali dirimu…kembangkan bakatmu..masa depanmu ada ditanganmu …”

image

Library : berbagai sumber

wassalamu’allaikum
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
m2000 – social net blog
” beritanya sih sama…penyampaiannya saja yang beda

motto : di udara kita saudara…di darat kita sahabat
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°