SYIAH DI INDONESIA – masalah agama atau sosial

Assallamu’allaikum mass n’ miss sadayana.

image

Sebagai seorang muslim yg percaya Allah SWT dan Rosullullah SAW..saya pribadi sebagai seorang muslim pastinya mengikuti perkembangan islam di negeri kita tercinta ini..
Terlebih melihat tragedi demi tragedi baik secara sosial ataupun faham agama di puger,jember , sampang , madura…yg kesemuanya melibatkan penganut mashab syiah…tentunya miris karena seharusnya pemerintah sebagai payung dlm hal ini tidak bisa berbuat banyak…ini bukan hanya masalah agama saja…ini juga masalah sosial…bagaimana tidak…berapa warga yg terbunuh..???…berapa rumah yg rusak dan dibakar…???…dan berapa orang mengungsi…anak-anak terlantar ..tidak dpt bersekolah…ini adalah tragedi sosial yg harus segera diatasi dan harus segera selesai…
Dan sebagai seorang penulis ..dlm hal ini sebagai seorang blogger yg belum punya kredibilitas dan pantas dijadikan rujukan…kali ini saya akan sedikit menjelaskan tentang perkembangan islam di indonesia…perlu dicatat bahwa ini tidak perlu ditanggapi secara mendalam…karena saya hanya akan memaparkan sedikit saja tentang mashab yg satu ini…nanti silahkan di beri pencerahannya seandainya kurang lengkap ataupun jauh dari kata benar.
Perlu diingat bahwa blog ini tagline nya adalah sosial blog…jadi bukan blog agama…jadi harap maklum seandainya tidak detail dan banyak salahnya ( mudah-mudahan sih kalau salah gak jauh-jauh amat ).
Oke kita mulai ya…

Asal mula syiah

Pada saat Rosul wafat…pengikut Ali yang sangat setia ini dikisahkan sangat mencintai rosul semasa hidupnya..bahkan paling menghormati rosul dibanding pengikut tokoh lain..
…pengikut Ali percaya bahwa setelah
Nabi wafat, kekhalifahan dan kekuasaan agama berada di tangan Ali…salah satu sahabat Nabi.
Namun, pengikut Ali akhirnya harus kecewa karena setelah Nabi wafat, setelah selesai penguburan
jenazah Nabi, pelaksanaan pemilihan khalifah dilakukan secara musyawarah. Pengikut Ali melakukan protes, tapi berlawanan dengan harapan mereka, protes itu tak diindahkan dan mereka malah diminta menurut karena keselamatan muslimin bisa terancam.
Protes dan kecaman inilah yang memisahkan kaum
minoritas pengikut Ali (minoritas Syiah) dari kaum mayoritas Sunni, dan menjadikan pengikut-pengikutnya
dikenal masyarakat sebagai kaum partisan atau Syiah Ali.
Syiah secara harfiah berarti partisan atau pengikut adalah kaum muslimin yang menganggap penggantian
Nabi Muhammad SAW merupakan hak istimewa keluarga Nabi dan mereka yang dalam bidang pengetahuan dan kebudayaan Islam mengikuti mazhab
Ahlul Bait.
Inilah awal mula syiah…dan menjadi awal mula permusuhan syiah dan sunni.
Sebenarnya dulunya adalah semua sunni…dan dewasa ini diprediksi 90 % muslim sunni dan 10 % nya syiah…diperkirakan saat ini pengikut syiah didunia mencapai 300 juta orang.
Kalau ditanya pasti kedua-duanya mengaku akhlus sunnah…
Syiah sendiri telah terbagi dalam kelompok yang jumlahnya hampir tak terhitung. Namun secara umum mereka terbagi menjadi 4 kelompok. Setiap kelompok tadi, terdiri dari beberapa kelompok kecil.
Mengutip buku Sunnah-Syiah Bergandengan Tangan!
Mungkinkah? yang ditulis M. Quraish Shihab, cetakan kedua, April 2007, empat kelompok Syiah ini terdiri dari
yang paling ekstrem sampai Syiah “abu-abu”. Berikut ulasannya singkatnya :

1.Syiah Ghulat
Seorang ulama Ahlussunnah, Muhammad Abu Zahrah, mengatakan kelompok Syiah ektremis ini hampir dapat dikatakan telah punah.
Di dalam Syiah Ghulat terdapat beberapa golongan, yakni As-Sabaiyah, Al-Khaththabiyah, Al-Ghurabiyah,
Al-Qaramithah, Al-Manshuriyah, An-Nushaiziyah, Al-Kayyaliyah, Al-Kaisaniyah, dan lainnya.
Berdasarkan petunjuk ,
* As-Sabaiyah adalah pengikut Abdullah bin Saba” yang konon pernah berkata kepada Sayyidina Ali: “Anta Anta,” yang berarti
“Engkau adalah Tuhan”. Ia juga menyatakan sahabat Nabi ini memiliki tetesan ketuhanan ( yg ini pasti sesat ).
Bagaimana tanggapan Ali tentang ini ???.
Sayidhina Ali pun tidak suka ada yg menganggap dirinya Tuhan..dan Ali pun memerintahkan agar Abdullah bin saba dihukum mati dengan cara dibakar…walaupun akhirnya tidak jadi dihukum mati tapi hanya diusir setelah Abdulah bin saba mengakui kesalahannya dan bertobat ( berpura-pura )…akhirnya setelah bertahun – tahun di pengasingan Abdulah bin saba ini kembali lagi dan menyebarkan pengaruhnya dgn menganggap Ali adalah titisan Tuhan dengan cara sembunyi-sembunyi..hingga mempunyai banyak pengikut.
* Sementara Al-Khaththabiyah adalah penganut aliran Abu Al-Khaththab Al-Asady yang menyatakan Imam
Ja”far Ash-Shadiq dan leluhurnya adalah Tuhan.( ini juga sesat ).
Sementara Imam Ja”far sendiri pun mengingkari dan mengutuk
kelompok ini. Lantaran sikap tersebut, pemimpin kelompok ini, Abu Al-Khaththab, mengangkat dirinya
sebagai imam.
* Golongan Al-Ghurabiyah percaya malaikat Jibril diutus Allah untuk Ali bin Ali Thalib ra. Namun, mereka menilai
malaikat Jibril keliru dan berkhianat sehingga menyampaikan wahyu kepada Nabi Muhammad ( ini juga sesat )…mana ada malaikat membangkang perintah Tuhan.
* Syiah Qaramithah dikenal sangat ekstrem karena menyatakan Syyidina Ali bin Abi Thalib adalah Tuhan ( paling sesat ).
Kelompok ini pernah berkuasa di Bahrain dan Yaman, serta menguasai Mekah pada 930 Masehi.

2.Syiah Ismailiyah
Kelompok ini tersebar di banyak negara, seperti Afganistan, India, Pakistan, Suriah, Yaman, serta
beberapa negara barat, yakni Inggris dan Amerika Utara.
Kelompok ini meyakini Ismail, putra Imam Ja”far Ash- Shadiq, adalah imam yang menggantikan ayahnya, yang merupakan imam keenam dari aliran Syiah secara umum. Ismail dikabarkan wafat lima tahun sebelum ayahnya (Imam Ja”far) meninggal dunia.
Namun menurut kelompok ini, Ismail belum wafat.
Syiah Ismailiyah meyakini kelak Ismail akan tampil kembali di bumi sebagai Imam Mahdi.

3.Syiah Az-Zaidiyah
Ini adalah kelompok Syiah pengikut Zaid bin Muhammad bin Ali Zainal Abidin bin Husain bin Ali bin
Abi Thalib r.a.
Zaid lahir pada 80 H dan terbunuh pada 122 H.
Zaid dikenal sebagai tokoh yang melakukan perlawanan terhadap kekuasaan semena-mena yang
diterapkan Yazid, putra Muawiyah pada zaman Bani Umayyah.
Kendati golongan ini yakin kedudukan Ali bin Abi Thalib ra lebih mulia ketimbang Abu Bakar, Umar, dan
Utsman, mereka tetap mengakui ketiganya sebagai khalifah yang sah. Lantaran masih menganggap tiga
sahabat nabi yang lain, Syiah Az-Zaidiyah dinamakan Ar-Rafidhah, yakni penolak untuk menyalahkan dan
mencaci.
Dalam menetapkan hukum, kelompok ini menggunakan Al-Quran, sunah, dan nalar. Mereka tidak membatasi
penerimaan hadist dari keluarga Nabi semata, tetapi mengandalkan juga riwayat dari sahabat-sahabat Nabi
lainnya.

4.Syiah Istna Asyariah

image

Kelompok ini dikenal juga dengan nama Imamiyah atau Ja”fariyah yang percaya 12 imam dari keturunan Ali bin
Abi Thalib dan Fatimah Az-Zahra, putri Rasulullah SAW.
Syiah Istna Asyariah merupakan mayoritas penduduk Iran, Irak, dan ditemukan juga di beberapa daerah di
Suriah, Kuwait, Bahrain, India, Saudi Arabia, dan beberapa daerah bekas Uni Sovyet. Ini adalah kelompok Syiah mayoritas dan yang ada sekarang ini.

Pandangan Umum Tentang Syiah

image

Muslim Syi’ah percaya bahwa Keluarga Muhammad (yaitu para Imam Syi’ah) adalah sumber pengetahuan terbaik tentang Qur’an dan Islam , guru terbaik
tentang Islam setelah Nabi Muhammad , dan pembawa serta penjaga tepercaya dari tradisi Sunnah.
Secara khusus, Muslim Syi’ah berpendapat bahwa Ali bin Abi Thalib , yaitu sepupu dan menantu Muhammad
dan kepala keluarga Ahlul Bait, adalah penerus kekhalifahan setelah Nabi Muhammad, yang berbeda dengan khalifah lainnya yang diakui oleh Muslim Sunni .
Menurut keyakinan Syi’ah, Ali berkedudukan sebagai khalifah dan imam melalui washiat Nabi Muhammad.
Syi’ah memiliki lima perkara pokok yaitu:
* Tauhid , bahwa Tuhan adalah Maha Esa.
* Al-‘Adl , bahwa Tuhan adalah Mahaadil.
* An-Nubuwwah , bahwa kepercayaan Syi’ah meyakini keberadaan para nabi sebagai pembawa berita dari
Tuhan kepada umat manusia.
* Al-Imamah , bahwa Syiah meyakini adanya imam yang senantiasa memimpin umat sebagai penerus
risalah kenabian.
* Al-Ma’ad ,bahwa akan terjadinya Hari Kebangkitan.

Syiah di Indonesia

Kapan Syiah masuk ke Indonesia pertama kali, hanya Allah yang tahu. Sampai hari ini, pembicaraan tentang mula kali orang Syiah ada di Indonesia hanya berkubang pada dugaan-dugaan belaka. Ada yang menduga Syiah datang pada abad ke- 12 Masehi, ada
yang percaya bahwa orang-orang Syiah sudah datang ke Kepulauan Nusantara jauh sebelum abad ke-12
itu. Ada yang meyakini ajaran Syiah dibawa oleh orang-orang Persia, namun ada juga yang meyakini
Syiah diperkenalkan oleh orang-orang Arab langsung.
Di Indonesia sendiri, pada tanggal 21 Juni 1976 ( sebelum revolusi iran 1979 / revolusi khomeini )…berdiri Yayasan Pesantren Islam Bangil atau sering
disebut YAPI Bangil. Lembaga ini didirikan oleh Husein al-Habsyi (1921—1994) yang pernah belajar
kepada Abdul Qadir Balfaqih, Muhammad Rabah Hassuna, Alwi bin Thahir al-Haddad, dan Muhammad
Muntasir al-Kattani di Malaysia. Pesantren YAPI Bangil pun kemudian dikenal sebagai lembaga pendidikan Syiah tertua di Indonesia. Sudah sejak
Husein al-Habsyi masih hidup, para santri di pesantren itu diajarkan secara khusus akidah Syiah.
Untuk mengimbangi pelajaran fikih berdasarkan mazhab Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hanbali, mereka diberikan juga pelajaran tentang fikih Syiah.

Pandangan MUI tentang Syiah

Tahun 1984 FATWA RAKERNAS I MUI digelar.
Dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada bulan Maret 1984, MUI mengeluarkan rekomendasi tentang paham Syiah. Menurut MUI, Syiah adalah salah satu paham yang terdapat dalam dunia Islam, namun mempunyai perbedaan-perbedaan pokok dengan mazhab Sunni (Ahlus Sunnah wal Jamaah) yang dianut oleh mayoritas umat Islam Indonesia.
Mengingat perbedaan-perbedaan pokok antara Syiah dan Ahlus Sunnah wal Jamaah seperti disebutkan di atas, terutama mengenai perbedaan
tentang “imamah” (pemerintahan), MUI mengimbau umat Islam Indonesia yang berpaham Ahlus Sunnah wal Jamaah agar meningkatkan kewaspadaan
terhadap kemungkinan masuknya paham yang didasarkan atas ajaran Syiah.

Pandangan PP Muhammadiyah tentang Syiah

Pengurus Pusat Muhammadiyah menegaskan keberatannya atas fatwa
sesat Syiah yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur . Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsudin mengatakan, fatwa
tersebut justru akan memicu tindakan intoleransi yang tidak sesuai dengan semangat Islam.
“Atas dasar apa MUI Jatim mengeluarkan fatwa itu?
Baik Sunni maupun Syiah adalah sama-sama Muslim, karena masih berada di lingkaran syahadat.
Menurut kami, yang mempercayai syahadat itu otomatis Islam,
apa pun mazhabnya,” ujar Din Syamsudin.
Menurutnya, baik Syiah maupun Sunni pasti mempunyai keunggulan dan kekurangan. Kedua hal itu, lanjutnya,
harus disikapi dengan mengedepankan rasa saling menghargai dan toleransi satu sama lain. Kemunculan
dua mazhab itu, kata Din, setelah Nabi Muhammad SAW sehingga dapat dipandang sebagai pandangan
kritis dalam memaknai Islam. Oleh karena itu, menurutnya, hal itu tidak perlu dipertentangkan.
“Hal yang perlu diingat adalah bagimu pendapatmu dan bagiku pendapatku, mari kita bertoleransi,” kata Din Syamsudin.
Ia pun berharap fatwa tersebut dapat dicabut .
Sebelumnya, MUI Jatim tetap pada pendirian tidak akan mencabut fatwa sesat Syiah dengan nomor keputusan
01/SKF-MUI/JTM/I/2012 tentang kesesatan ajaran Syiah di Indonesia. Alasannya, fatwa itu memberikan
pemahaman kepada masyarakat tentang ajaran Syiah.
MUI Jatim berdalih fatwa tersebut sebenarnya untuk memperkuat fatwa MUI Pusat tahun 1984. Dalam fatwa
itu, MUI menegaskan agar masyarakat mewaspadai aliran Syiah.
MUI Jatim turut berpendapat, seorang presiden pun tidak memiliki kuasa mencabut fatwa kesesatan Syiah.

Kenapa MUI pusat belum mengeluarkan fatwa sesat

Sebenarnya ini yg ditunggu-tunggu.
Tapi nyatanya MUI belum mengeluarkan fatwa sesat tentang syiah…alasannya bahwa syiah di indonesia masih dalam kewajaran…belum seperti yg di negara-negara lain yg extrim…dan MUI pusat menyerahkan sepenuhnya tentang syiah kepada MUI Jatim.

Nah …sudah jelas kan …apa belum jelas nih…

berikut sebagai pertimbangan :
Di dalam kitab “Al-Kirmani Syarah Shohih Al- Bukhori” pada jilid 3 juz 5 halaman 153, diterangakan sebagai berikut:
ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻨﻮﻭﻱ : ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻐﺰﺍﻟﻲ ﻭ ﻏﻴﺮﻩ ﻻ ﻳﺠﻮﺯ ﻟﻌﻦ ﺃﻋﻴﺎﻥ
ﺍﻟﻜﻔﺎﺭ ﺣﻴﺎ ﻛﺎﻥ ﺃﻭ ﻣﻴﺘﺎ ﺍﻻ ﻣﺎ ﻋﻠﻤﻨﺎ ﺑﺎﻟﻨﺼﻮﺹ ﺃﻧﻪ ﻣﺎﺕ
ﻛﺎﻓﺮﺍ ﻛﺄﺑﻰ ﻟﻬﺐ ﻭ ﻳﺤﻮﺯ ﻟﻌﻦ ﻃﺎﺋﻔﺘﻬﻢ ﻛﻘﻮﻟﻚ ﻟﻌﻨﻪ ﺍﻟﻠﻪ
ﺍﻟﻜﻔﺎﺭ
Artinya:
“Imam An-Nawawi berkata: Telah berkata Imam
Al-Ghazali dan kawan-kawan… bahwa tidak boleh melaknat diri pribadi orang-orang kafir, baik yang masih hidup
maupun yang sudah meninggal kecuali kita yakin dengan disertai nash-nash syara’ bahwa orang tersebut matinya dalam keadaan kafir seperti Abu
Lahab. Dan, boleh melaknat golongan orang-orang kafir, Semoga Allah melaknat orang-orang kafir !”

Nah…Kepada orang kafir saja kita tidak boleh melaknat secara sembarang kalau tanpa diserta bukti-bukti
yang jelas dan pasti berdasarkan nash-nash syara’, apalagi karena hanya kerena dangkalnya ilmu /kurang
faham / baru belajar dari google lantas berani memvonis kepada orang-orang muslim yang beriman. Misalnya, memvonis bid’ah, musyrik, dan
kafir.
Biarlah Allah sebagai hakim yang agung.

Anda dapat membaca artikel yg berhubungan dengan artikel ini di sini :
https://masshar2000.wordpress.com/2013/02/06/syiah-sesat-atau-tidak/

Terima kasih sudah menyimak.
Oya…artikel ini adalah reques dari seorang pembaca…atas kegelisahan beliau yang akhir-akhir ini terjadi aksi brutal yang sangat memprihatinkan…khususnya yg berhubungan dengan syiah…
Saya yakin beliau lebih ahli dalam hal ini…yg mungkin beliau kebetulan tidak mempunyai media untuk mempublikasikan….terima kasih mass bro…sudah mempercayakan blog ini sebagai sarana berbagi pengetahuan…maaf kalau bisanya ya hanya seperti ini..ibaratnya yang ditanya tidak lebih pintar dari yang menanya….tapi gak masalah….yang penting Sampaikanlah Walau satu ayat……

ada request..ada semangat untuk nulis artikel….maklum bloger newbie….

santai aja gan bacanya…sambil ngemil

image

biasanya kalau galau itu bawaannya laper.

Wassallamu’allaikum..
÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷
Jika berkenan memberikan komentar, komentarlah dengan bijak, dan jika anda seorang blogger mohon sertakan ” link ” supaya kita bisa saling berbagi info.
motto : di udara kita saudara…di darat kita sahabat.

Powered by : m2000_production
÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷

26 thoughts on “SYIAH DI INDONESIA – masalah agama atau sosial

  1. syiah terkenal dengan TAQIYAHnya.saya salut atas artikel ini.tp alangkah lebih baiknya bila referensi jg mengambil dari buku “MENGAPA SYIAH HARUS DILURUSKAN”.
    dalam buku tsb terangkan siapa dan apa syiah itu sebenarnya.
    qt tdak mau kan revolusi iran trjadi d negara qt atau pembantaian ulama di irak? think agan n ini adalah sebuah kenyataanyg berusaha d tutup2i oleh media tp atas izin allah telah d buka d depan qt.akankah qt biarkan keturunan qt kita biarkan d terkam ajaran abdullah bin saba’?

    Suka

    • thx massbro masukannya…sebenarnya sih saya mau mengangkat masalah sosialnya…soalnya ini kan blog social…bukan blog khusus agama…lagian ilmu saya gak cukup kl untuk membeberkan secara detail…takut salah…thx ya dah mampir.

      Suka

  2. ya toleransi sih toleransi, tapi potensi mudhorot ke depan harus diantisipasi, drpd syiah ini jadi kuat, mending diberangus aja skrg, mumpung msh kecil, drpd nanti jd kuat kayak pakistan, irak, yaman, apalagi iran yg jelas2 setelah mereka besar, mereka akan provokatif sekali buat bikin konflik, dimanapun konflik syiah-sunni pasti berdarah bung Masshar…, beda sekali kok akidahnya….
    kalo misal NU-Wahabi, menurut sy msh mendingan, mereka ambil dalil2nya msh relatif sama, cuman intrepretasinya yg beda, lha kalo syiah sunni? dah dalilnya ngalor sm ngidul, lha AlQur’an aja sm syiah diragukan kok…. soalnya mereka gak melegitimasi kholifah Umar n Utsman RA….

    Suka

    • sebelumnya thx ..pak haruns yg sudah memberikan opininya…
      memang harus diantisipasi…tp mungkin kata yg tepat ” diluruskan ” ..jadi bukan diberanguskan…kl masalah akidah..menurut ilmu yg saya pelajari dan pahami…berbeda akidah adalah diperbolehkan…yg tidak boleh adalah masalah TAUHID…itu harus sama.
      cuma yg harus diperhatikan juga adalah masalah sosial…tentunya kita juga gak mau ada pembantaian syiah…kasihan keluarganya terutama anak-anak…hanya karena ” kesalahan/dosa ” orangtuanya…anak -anak jadi terlantar…bukankah di islam tidak ada dosa turunan..itu maksud saya.

      Suka

  3. Ajaran aqidahnya udah beda bro..alqurannya juga udah beda..yg penting kita tdk mengganggu mereka,dan saudara/keluarga kita jgn smpe terbawa ajaran mereka..lakum diinukum waliyadiin

    Suka

  4. nah itu dia bro…dlm menyikapi perbedaan ..lakum diinukum….nya mesti dikedepankan…ibarat polisi/penyidik asas praduga tak bersalah tdk boleh dikesampingkan demi menjunjung tinggi HAM….itu maksud saya..yg jelas kl saya sih lebih percaya MUI drpd yg lain…yg jelas kumpulan dari para ulama dr berbagai golongan yg paham betul masalah agama…

    Suka

  5. Ping-balik: IDUL GHADIR – hari besar umat apa ??? « masshar2000 - from solo with love

  6. Ping-balik: SEKTE SESAT – bahaya laten di sekitar anda « masshar2000 - from solo with love

  7. Ping-balik: POSiTiVE THiNKiN’ – bijak dalam bertindak « masshar2000 - from solo with love

  8. Sahabat sejati yahudi, coba googling apakah sama syahadatnya syiah dgn sunni. Apalagi masalah mut`ah, tdk ada bedanya dengan zina. Bahkan bisa terjadii zina dengan adik kandung karena nikah mut`ah.
    aslibumiayu.wordpress.com/2013/10/24/akhirnya-mui-pusat-mengeluarkan-buku-tentang-kesesatan-syiah/
    aslibumiayu.wordpress.com/2013/11/16/kisah-nyata-akibat-nikah-mutah-dengan-adik-kandung-sendiri/

    Suka

Ngobrol disini !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s