ATHEISME – perlu ada larangan atau harus diberi kebebasan

Assallamu’allaikum mass n’ miss sadayana.

image

M2000 –  Kita seringkali mendengar istilah atheis ..bahkan dulu saat kita masih belajar di sekolah , kita faham sekali dengan istilah ini.
Atheis atau tidak berTuhan atau tidak percaya adanya Tuhan, tentu lawan kata dari istilah ini adalah berTuhan .berTuhan sendiri masih dibagi lagi menjadi dua , yaitu monotheis ( satu Tuhan ) dan politheis ( banyak Tuhan ).

image

Oke…kali ini yang kita bahas adalah paham atheisme atau paham yang tidak mengakui adanya tuhan…yang tentunya para pengikut aliran ini jelas-jelas sekali tidak beragama.
Perlu diketahui bersama ,bahwa kenapa sampai saat ini negara kita hanya dan masih mengakui 6 agama ,tentu syarat utama yang harus dipenuhi adalah :
1. Mengakui adanya Tuhan
2. Mempunyai kitab suci

Dibeberapa daerah di negara kita ini ada beberapa komunitas yang tidak mengakui atau memeluk salah satu dari 6 agama yang diakui pemerintah, padahal pemerintah sendiri menjamin setiap warga negaranya untuk memeluk agama tanpa adanya paksaan untuk memilih salah satu agama.

Nah, seperti diberitakan solopos baru-baru ini di Yogyakarta ,tepatnya di Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogja mencabut larangan menganut dan/atau menyebarkan paham ateisme atau agama,kepercayaan, atau ajaran yang tidak diakui oleh negara.
Kebijakan tersebut diambil agar UGM menjadi pelopor pluralism, tidak terkotak-kotak dan menghindarkan pemikiran sempit mahasiswa.

Kabag Humas UGM, Wijayanti mengatakan,” peraturan baru tersebut diterbitkan untuk mengatur perilaku mahasiswa “.
Tujuannya, agar mahasiswa menghormati perbedaan.
Tidak melakukan kekerasan dengan alasan perbedaan agama, kepercayaan, budaya dan lain sebagainya. “Masyarakat perlu paham itu, bahwa yang diatur oleh UGM adalah etika, perilaku. Bukan agama atau kepercayaannya,” terang Wiwit sapaan akrab Wijayanti kepada JIBI/Harian Jogja , Kamis (20/2).

Sekadar diketahui, Peraturan Rektor
Universitas Gadjah Mada (UGM) No. 711/P/SK/HT/2013 tentang Tata Perilaku Mahasiswa UGM ditetapkan oleh Rektor UGM Prof. Pratikno pada 26 Agustus 2013.
Pada pasal 12 peraturan tersebut berbunyi:
“Setiap Mahasiswa dilarang menganut dan/atau menyebarkan paham ateisme atau agama, kepercayaan, atau ajaran yang tidak diakui oleh Negara Republik Indonesia.”
Namun, belum genap setahun diberlakukan, Rektor UGM kembali merevisi aturan tersebut pada 6 Januari 2014 lalu. UGM mengeluarkan Peraturan Rektor UGM No. 59/P/SK/HT/2014 tentang Perubahan Peraturan Rektor UGM
No. 711/P/SK/HT/2013 tentang Tata Perilaku Mahasiswa UGM.

Pada pasal 12, tertuang aturan yang
berbunyi “Mahasiswa Universitas Gadjah Mada dilarang bersikap dan melakukan tindakan kekerasan atas nama agama, kepercayaan, ajaran, budaya dan/atau adat istiadat tertentu.”
Keputusan perubahan bunyi pasal tersebut, sambung Wiwit, telah disepakati melalui sidang Senat UGM. Dia menolak anggapan bila perubahan pasal tersebut dinilai UGM sebagai pendukung paham ateisme.

“Bukan mendukung ateism atau agama tertentu. Urusan agama dan kepercayaan itu ranahnya negara. Kami di UGM hanya mengatur etika mahasiswa saja. Di mana para mahasiswa saling menghormati perbedaan dan tidak melakukan kekerasan,” kata Wiwit.

Biarpun sudah dijelaskan secara gamblang, tentu hal ini akan menimbulkan pro dan kontra , yang pro tentunya menganggap ,toh yang diatur hanya etikanya…bukan masalah beragama atau tidak….tetapi bagi yang kontra, pastinya akan mengatakan ” peraturan ini kog seakan-akan malah memberi ruang gerak bagi orang untuk tidak beragama ya..
Dan patut diketahui bersama UGM adalah salah satu universitas paling tersohor di negri ini…apa gak takut nantinya akan diikuti oleh universitas-universitas lain di negri ini.

Kalau menurut admin sih..,harusnya peraturan yang pertama tidak perlu direvisi , biarkan saja seperti semula ,toh yang perlu didengungkan hanya masalah toleransinya.
Btw…tentunya keputusan itu juga sudah dipikirkan masak-masak sebelum di sosialisasikan.

Sebagai catatan saja…di Indonesia ini ,jika tidak memeluk salah satu agama yang diakui pemerintah ,tentunya saat menikah tidak akan diakui negara..ya jelaslah mau dicatat dimana…sedangkan KUA sendiri adalah Kantor Urusan Agama..repot sendiri kan ?
Dan ini pernah terjadi di daerah jawa barat .

So…jika pemirsa punya pendapat atau opini , silahkan berdiskusi disini…No SARA ya…

image

Lakum Dinukum Waliyadin ( Bagimu Agamamu – Bagiku Agamaku”)- QS Al-Kafirun:6

– keep istiqomah –

wassalamu’allaikum
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
m2000 – social net blog
” beritanya sih sama…penyampaiannya saja yang beda

motto : di udara kita saudara…di darat kita sahabat
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°

22 tanggapan untuk “ATHEISME – perlu ada larangan atau harus diberi kebebasan”

  1. Disamping 5 agama + 1 kepercayaan China ada kepercayaan asli Indonesia yang berasaskan Ketuhanan Yang Maha Esa. Apakah yang asli Indonesia tak harus dilestarikan?

    Suka

  2. Mengapa manusia menjadi athies? Baca tulisan Bapak Gunawan Mohamad yang berjudul: Atheisme dan Tuhan yang Tidak Harus Ada.
    Bagaimana menjadikan seorang atheis yang tidak mengakuti adanya Tuhan menjadi mengakui adanya Tuhan sehingga keluar dari atheisme? Baca tulisan akungibnu, atau Teori Som Wyn.

    Suka

  3. Menurut Teori Revolusi Som Wyn : Manusia adalah hasil revolusi microcosmos dalam tingkat living organisme di bumi, jadi jelas bukan turunan kera yang melakukan evolusi sesuai dengan Teori Evolusi Darwin.
    Manusia bukan turunan kera dapat dibuktikan dengan akal budi (bukan dogma): manusia hadir di bumi “paling” belakang, namun perkembangan peradabannya sangat cepat/pesat.
    Menurut Revolusi Som Wyn, ada empat tingkatan peradapan manusia yang berlangsung tumpang tindih, yang satu belum selesai telah disusul oleh yang lain. Paling tidak ada 4 tingkatan:
    1. Nature Spirituality (NS): manusia takut pada lingkungannya, baik berupa alam atau binatang.
    2. Religious Spirituality (RS): manusia telah sanggup memanfaatkan fikirannya membuat peralatan sederhana untuk mempertahankan diri dari lingkungan, sehingga manusia cenderung merusak lingkungan. Untuk mengimbangi fikiran manusia dibutuhkan dogma agar manusia dapat “dikendalikan.” atas dasar keseimbangan fikiran dengan dogma.
    3. Materialistic Science (MS): fikiran manusia berkembang menjadi akal yang sanggup membuat peralatan fisika yang lebih canggih sehingga manusia sanggup mengakses Alam Semesta yang sangat luas dan partikel yang sangat halus. Dogma dipandang menghalangi kebebasan berfikir, bahkan sering bertentangan dengan akal dan kenyataan yang terakses oleh pancaindra dan peralatan fisika. MS mengandalkan akal dan pancaindera serta peralatan fisika dan hasil teknologi materi.
    RS menjanjikan kehidupan yang lebih baik, sedangkan MS sanggup menyajikan kenikmatan duniawi. Berkembanglah materialisme yang berujung pada atheisme.
    Dilain fihak RS terpecah menjadi agama yang masing-masing memiliki buku suci sehingga umatnya memiliki iman yang berbeda-beda.
    4. Scientific Spirituality (SS): saat manusia tidak puas dengan MS yang berujung pada atheisme yang tidak mengakui adanya Tuhan (menihilkan Tuhan) dan terpecahnya RS menjadi berbagai agama yang memperebutkan Tuhan.
    Bandingkan dengan kera, jelas peradaban manusia berbeda. Secara fisik atau organisme mungkin saja ada kemiripan, bahkan banyak persamaan antara kera (misalnya simpansi) dengan manusia karena bahannya keduanya berasal dari bumi, bukan dari surga atau langit. Menurut
    Teori Paralogika living organisme terdiri dari organisme yang dimodelkan sebagai komputer dan soul atau spirit yang dimodelkan sebagai user. Antara komputer denganuser harus seimbang, demikian juga organisme dengan soul atau spirit juga harus seimbang.

    Suka

  4. Mengapa peradaban manusia sangat pesat: menurut Teori Revolusi Som Wyn: spirit manusia (bedakan dengan soul) berasal dari “planet kembaran bumi” yang berasal dari galaksi lain. Peradaban disana telah sangat maju, namun planet itu sangat langka sebagai halnya bumi sebab memiliki biosfera. Planet itu telah dipenuhi oleh makhluk cerdas sehingga terasa sesak, sehingga mereka berusaha untuk migrasi ke planet lain yang memiliki biosfera. Mereka tidak menggunakan kendaraan bermassa yang sangat lambat dan memerlukan energi besar untuk melepaskan diri dari gaya gravitasi.
    Dengan memanfaatkan kendaraan tak bermassa yang sanggup memuat spirit mereka dapat mencapai bumi.
    Nah, dalam Fiksi Blackhole yang berlatar belakang abad ke 30 dikisahkan manusia telah sanggup membuat kendaraan tak bermassa yang dinamakan Capsule Sub Pra Natural, disingkan CeeSPeeN (baca ci:s pi:n). Kendaraan ini kecepatannya melebihi cahaya, namun hanya dapat membawa spirit yang tidak bermassa.
    Tertarik: cari dengan google: Fiksi Blackhole karya Ibnu Somowiyono, atau cari lewat http://www.akungibnu.wordpress.com

    Suka

Ngobrol disini !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s