INILAH PANDANGAN PARTAI TENTANG RUU PILKADA

image

M2000 – Wah, serunya sidang paripurna kali ini ya, sampai-sampai sejumlah portal berita besar dan stasiun-stasiun TV pun memberitakan topik serupa dan menjadi headline.

Akhirnya sidang paripurna DPR memutuskan untuk mendengarkan pandangan fraksi-fraksi terhadap RUU Pilkada.
Sebab, pengesahan RUU Pilkada tak bisa dilakukan secara musyawarah mufakat dengan mulus.
Fraksi-fraksi masih kuat kepada sikapnya ada yang ingin pilkada langsung dan ada juga yang Ingin pilkada melalui DPRD.
( baca : sidang paripurna bahas RUU PILKADA deadlock )

Pimpinan sidang paripurna Priyo Budi Santoso pun sempat meminta pandangan kepada para anggota terkait pro kontra RUU Pilkada.
Namun untuk mempersingkat waktu, Priyo
diminta dan disetujui oleh anggota untuk
langsung mendengarkan pandangan fraksi
terhadap RUU Pilkada.

Berikut pandangan fraksi-fraksi terkait RUU
Pilkada:

image

1. Partai Demokrat (Opsi ke-3: pilkada
langsung dengan syarat)
Fraksi Partai Demokrat DPR tetap pada
posisinya mendukung pilkada langsung, namun dengan mengajukan 10 syarat perbaikan dalam RUU Pilkada.
Lewat anggota fraksi yang juga Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Max Sopacua, partai penguasa ini mengajukan opsi
ketiga.
“Dalam kondisi demikian Fraksi Partai
Demokrat memang perlu untuk menentukan
sikap terhadap RUU Pilkada dengan
mengusung opsi ketiga,” ujar Max saat
membacakan pandangan fraksi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (25/9).
“Sepuluh perbaikan ini bersifat absolut,” tegas Max.

2. Partai Golkar (Opsi pilkada lewat DPRD)
Fraksi Partai Golkar DPR tetap pada posisinya mendukung pilkada melalui DPRD dengan mempertimbangkan alasan filosofis sosiologis.
Bukan semata-mata karena alasan biaya tinggi dan politik uang.
“Pranata-pranata sosial dalam bentuk
organisasi keagamaan, masyarakat, profesi,
bahkan komunitas yang terbentuk sebelum
Indonesia merdeka yang dikenal dengan suku, marga, menimbulkan perpecahan bahkan peperangan terlalu mahal bagi Partai Golkar untuk tidak mengambil sikap,” kata Juru Bicara Fraksi Partai Golkar, Agun Gunandjar Sudarsa, saat membacakan pandangan fraksi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (25/9).

3. PDI Perjuangan (Opsi pilkada langsung)
Fraksi PDI Perjuangan DPR tetap pada
posisinya mendukung pilkada langsung dengan alasan tidak mau mereduksi prinsip kedaulatan rakyat.
Juru Bicara Fraksi PDI Perjuangan DPR,
Yasonna H. Laoly, memaparkan ada 6
keunggulan jika pemilihan kepala daerah
dilakukan secara langsung.
“Mencerminkan perwujudan kedaulatan rakyat, memperkuat legitimasi kepala daerah, mendekatkan hubungan pimpinan dan rakyat, melembagakan proses demokrasi, menjamin terpilihnya pemimpin yang kapabel dan akseptabel,” kata Yasonna saat membacakan
pandangan fraksi di Gedung DPR, Senayan,
Jakarta, Kamis (25/9).

4. Partai Keadilan Sejahtera (Opsi pilkada lewat DPRD)
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR
tetap pada posisinya mendukung pilkada
melalui DPRD. Partai dakwah ini beralasan
pilkada tidak langsung meminimalisir risiko.
“Pemilihan lewat DPRD, lebih kecil risikonya,
memperbaiki pemimpin dan rakyat kita di
daerah. Kita memilih pemilihan secara
demokratis lewat DPRD,” ujar Juru Bicara
Fraksi PKS, Agus Purnomo, saat membacakan pandangan fraksi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (25/9).

5. Partai Amanat Nasional (Opsi pilkada lewat DPRD)
Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR
tetap pada posisinya mendukung pilkada
melalui DPRD. Menurut partai yang mengklaim diri reformis ini, pilkada lewat DPRD juga bisa berlangsung demokratis.
“Sistem perwakilan dalam musyawarah dan
mufakat. Pilkada dilaksanakan secara
demorkatis, tidak dalam rumpun? pemilihan
umum, presiden, DPR, DPD, DPRD. Jadi kami tidak menemukan alasan buat pilkada harus dipilih secara langsung,” ujar Juru Bicara Fraksi PAN, Totok Daryanto, saat membacakan pandangan fraksi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (25/9).

6. Partai Persatuan Pembangunan (Opsi pilkada lewat DPRD)
Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPR tetap pada posisinya mendukung pilkada melalui DPRD.
Partai Islam ini menilai pilkada langsung lebih banyak mudaratnya, seperti perselisihan di masyarakat dan korupsi kepala daerah.
“Lebih dari 60 persen tersangkut korupsi . Ide awalnya menempatkan kedaulatan rakat
menjadi bias,” ujar Juru Bicara Fraksi PPP,
Arawani Thomafi, saat membacakan pandangan fraksi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (25/9).

7. Partai Kebangkitan Bangsa (Opsi pilkada
langsung)
Fraksi Partai Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPR tetap pada posisinya mendukung pilkada langsung karena prinsip demokrasi menyatakan ‘dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat’.
Oleh karena itu, makna demokrasi lebih dekat dengan pilkada langsung dan bukan lewat DPRD.
“Fraksi PKB memilih sikap pilkada langsung
karena Fraksi PKB ingin membuka ruang
seluas-luasnya agar masyarakat mengerti siapa yang menjadi pemimpin mereka,” ujar Juru Bicara Fraksi PKB, Abdul Malik Haramain, saat membacakan pandangan fraksi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (25/9).

8. Partai Gerindra (Opsi pilkada lewat DPRD)
Fraksi Partai Gerindra DPR tetap pada posisinya mendukung pilkada melalui DPRD.
Partai besutan Prabowo Subianto ini menilai
pilkada langsung telah banyak mengorbankan rakyat.
“Korbannya selalu rakyat, betapa merusaknya money politics di rakyat sampai ada slogan ‘wani piro’. Itu karena pilkada langsung rakyat bisa menerima lebih dari satu amplop dari kepala daerah,” ujar Juru Bicara Fraksi Partai Gerindra, Rindoko, saat membacakan pandangan fraksi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (25/9).

9. Partai Hanura (Opsi pilkada langsung)
Fraksi Partai Hanura DPR tetap pada posisinya mendukung pilkada melalui langsung. Namun, terhadap perbedaan pandangan yang ada, partai besutan Wiranto ini memilih ingin mengedepankan lobi ketimbang langsung voting untuk menyikapi RUU Pilkada.
“Jadi saya usulkan di forum lobi bisa kita
putuskan RUU ini,” ujar Juru Bicara Fraksi
Partai Hanura, Miryam Handayani, saat
membacakan pandangan fraksi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (25/9).

Bagaimana pemirsa, itulah pandangan dari partai-partai yang pemirsa pilih saat Pileg lalu, Sudah sesuai dan samakah dengan pandangan pemirsa sekalian ?

Library : merdeka

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s