Iklan
Oleh: masshar2000 | 15 Januari 2015

HUKUM MEMAKAN DAGING KATAK

Assallamu’allaikum sadayana,

image

M2000 – Kita seringkali mendengar bahwa memakan daging katak ( hewan yang hidup dua alam ) adalah haram, benarkah demikian ?

Jika ada pertanyaan bagaimana hukumnya memakan katak katak halal atau haram ?

Hukum Makan Katak

1. Katak haram dimakan

Pendapat yang kuat, katak terlarang untuk dimakan. Hal ini berdasarkan hadis dari Abdurrahman bin Utsman radhiallallahu ‘anhu,
ﺫﻛﺮ ﻃﺒﻴﺐ ﻋﻨﺪ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠّﻪ
ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠّﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺁﻟﻪ ﻭﺳﻠﻢ
ﺩﻭﺍﺀ ﻭﺫﻛﺮ ﺍﻟﻀﻔﺪﻉ ﻳﺠﻌﻞ ﻓﻴﻪ
ﻓﻨﻬﻰ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠّﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠّﻪ
ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺁﻟﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻋﻦ ﻗﺘﻞ
ﺍﻟﻀﻔﺪﻉ

Ada seorang dokter yang menjelaskan tentang suatu penyakit di dekat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam , dokter itu menjelaskan bahwa katak bisa dijadikan obat untuk penyakit . Tapi ternyata Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang membunuh katak. (HR.
Ahmad, Abu Daud, Nasa’i, dan sanadnya dinyatakan shahih oleh Syu’aib Al-Arnauth).

Dalam riwayat yang lain, dari Sahl bin Sa’d As-Sa’idi,
ﺃﻥ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ
ﻧﻬﻰ ﻋﻦ ﺧﻤﺴﺔ : “ ﺍﻟﻨﻤﻠﺔ،
ﻭﺍﻟﻨﺤﻠﺔ، ﻭﺍﻟﻀﻔﺪﻉ ﻭﺍﻟﺼﺮﺩ
ﻭﺍﻟﻬﺪﻫﺪ
Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang membunuh 5 hal: Semut, lebah, katak, burung suradi, dan burung hudhud. (HR. Baihaqi)
Sebagian ulama menetapkan kaidah: “Setiap binatang yang dilarang untuk dibunuh maka haram untuk dikonsumsi.” .
Karena tidak ada cara yang sesuai syariat untuk memakan binatang kecuali dengan menyembelihnya.
Sementara kita tidak mungkin menyembelih yang dilarang untuk dibunuh.

Ketika menjelaskan hadis dari Abdurrahman bin Utsman, As-Syaukani menyatakan,
ﻓِﻴﻪِ ﺩَﻟِﻴﻞٌ ﻋَﻠَﻰ ﺗَﺤْﺮِﻳﻢِ ﺃَﻛْﻠِﻬَﺎ ﺑَﻌْﺪَ
ﺗَﺴْﻠِﻴﻢٍ، ﺃَﻥَّ ﺍﻟﻨَّﻬْﻲَ ﻋَﻦْ ﺍﻟْﻘَﺘْﻞِ
ﻳَﺴْﺘَﻠْﺰِﻡُ ﺗَﺤْﺮِﻳﻢَ ﺍﻟْﺄَﻛْﻞ

Hadis ini dalil haramnya memakan katak, setelah kita menerima kaidah, bahwa larang membunuh berkonsekuensi haram untuk
dimakan. ( Nailul Authar, 8:143)
Sebenarnya ada dua pendapat yang kuat antara halal dan haramnya memakan daging katak ini.

Di kalangan ulama , berkembang sebuah kaidah bahwa hewan-hewan yang diperintahkan untuk membunuhnya, hukumnya haram dimakan.
Meski pun tidak tidak disebutkan bahwa hewan itu najis atau haram dimakan.
Demikian juga dengan hewan yang dilarang untuk membunuhnya, hukumnya pun haram dimakan,
meski tidak ada keterangan bahwa dagingnya najis atau haram dimakan.
Seandainya boleh dimakan, maka tidak akan dilarang untuk membunuhnya.

2. Katak haram dimakan

Mereka yang menghalalkan adalah kalangan mazhab Maliki. Sebagaimana sudah seringkali dijelaskan, umumnya pendapat mazhab ini merujuk kepada dalil secara apa adanya. Bila di dalam dalil itu tidak tertuang secara eksplisit
tentang najis atau haramnya suatu hewan, maka mereka akan bersikukuh untuk tidak mengharamkannya.
Mereka berpendapat bahwa memakan kodok dan hewan semacamnya seperti serangga, kura-kura dan kepiting (cancer) hukumnya boleh selama
tidak ada nash atau dalil yang secara jelas mengharamkannya.
Dan mengkategorikan hewan-hewan itu sebagai khabaits (kotor), bagi mereka dianggap tidak bisa dengan standar masing-masing individu, karena pasti akan bersifat subjektif.

Ada orang yang tidak merasa bahwa hewan itu menjijikkan atau kotor dan juga ada yang sebaliknya. Sehingga untuk mengharamkannya tidak cukup dengan itu, tapi harus ada nash yang
jelas.
Dan menurut Al-Malikiyah, tidak ada nash yang melarang secara tegas memakan hewan-hewan itu.

Memang ada dua pendapat yang berkembang dan sama-sama kuat.

Jika masih bimbang atau ragu , anda juga bisa membaca sebuah riwayat ini,
Diriwayatkan di dalam Syi’bul Iman oleh al-Imam Baihaqi, juga di’dalam Tafsir Imam al-Qurthubi , ketika seekor katak tidak tahan melihat Nabi Ibrahim hendak dibakar oleh Raja Namrud, (padahal)
tidak bisa berbuat apa-apa seekor katak, ia hanya menaruh air di mulutnya.
Berapakah besar mulutnya katak
mau memadamkan apinya Ibrahim ? (Api menyala) lebih besar dari bukit, Katak mengambil air dari sungai dan melompat-lompat dan menyemburkan air itu ke api.
Mungkin tidak berguna perbuatan katak itu, tidak akan bisa memadamkan api, tapi Yang Maha Melihat, (tetap) melihat!
Allah Swt. melihat jiwa seekor katak yang kecil yang tidak dilihat oleh makhluk lainnya.
Allah Swt. tahu niat dari hambaNya
yang kecil itu. Cintanya kepada Nabiyullah Ibrahim dan niatnya menyelamatkan Nabi Ibrahim (padahal Nabi Ibrahim sudah dilindungi oleh Allah) maka Allah mengharamkan katak untuk dibunuh sampai akhir zaman.

Semua katak ?
Padahal ini perbuatan satu ekor katak saja. Yang berbuat satu, semua katak
sampai akhir zaman haram dibunuh. Sampai diriwayatkan lebih dari 20 hadits, pelarangan Nabi Saw. membunuh katak sehingga para
sahabat datang kepada Rasul Saw. mengajukan pertanyaan:
“Ada katanya jenis obat tapi diambil dari katak, harus membunuh katak?”
Rasulullah Saw. melarangnya:
Jangan jadikan pengobatan dari katak.
Kenapa ?
karena katak dilindungi sampai akhir zaman.
Kenapa?
Satu diantaranya pernah ingin menyelamatkan Nabi Ibrahim As.
Lihat Allah menghargai keinginan
mulia, walaupun tidak bisa berbuat apa-apa, walaupun tidak bisa merubah keadaan tetapi hal itu dihargai oleh Allah dan dilihat.
Lebih-lebih lagi orang-orang yang
mencintai Sayyidina Muhammad Saw.,
Pemimpin Para Nabi dan Rasul. Dan orang-orang yang membantu apa-apa yang diperjuangkan oleh Rasulullah Saw.
Barangkali perbuatannya tidak berarti tapi itu usaha yang dihargai oleh Allah Swt.

Mudah-mudahan bermanfaat…

Wassallamu’allaikum ..

Library : berbagai sumber

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: