POHON SUKARNO DI ARAFAH – TERIMA KASIH Mr. PRESIDENT

image
Pohon Sukarno membuat padang Arafah ijo royo-royo

M2000 – Bagi anda yang sudah pernah berhaji di Mekah , pasti tahu betul panasnya padang Arafah.
Namun sekarang sudah berbeda dengan puluhan tahun yang lalu saat padang Arafah belum ditumbuhi pepohonan rindang .

Kini , Padang Arafah sudah begitu rindang dengan pepohonan yang tumbuh subur. Bahkan, hijaunya hampir merata di seluruh hamparannya.
Orang Arab Saudi sering menyebut pohon-pohon itu dengan nama “Pohon Soekarno”. Di Indonesia, pohon Soekarno itu dikenal dengan nama Mimba, Pohon Imbo, atau Pohon Imba.
Pohon ini memiliki famili dekat di antaranya adalah pohon Mindi. Kedua tanaman itu memang memiliki kemampuan untuk hidup dan berkembang di tanah tandus yang kering.

Berkembangnya tanaman Mimba di tanah suci Makkah memang dipelopori oleh Presiden Soekarno saat mengunjungi Arab Saudi di zaman Raja Fahd.

image
Arafah tidak tandus lagi

Sekarang, pohon Soekarno itu berkembang luas, bukan hanya di Kota Makkah tetapi juga sampai di Madinah, Jeddah, dan kota
lain di Arab Saudi.
Bentuk pohonnya pun dibuat beraneka. Di. Udaibiyah, tempat bersejarah saat dulu Nabi
Muhammad SAW membuat perjanjian dengan orang-orang Quraish, pohon Soekarno dibiarkan tumbuh bercabang-cabang sehingga lingkungannya menjadi rindang.

image
Berteduh dulu yuk di pohon Sukarno

Udaibiyah sekarang ditetapkan sebagai salah satu tempat miqat untuk ibadah umrah.

Di halaman Museum Ka’bah, atau disekitar Masjid Aisyiah, Tan’im, dan di sepanjang jalan Kota Makkah, pohon Soekarno dipangkas berbentuk bulat, meruncing, atau
lainnya sesuai selera.
Syajarah Soekarno atau pohon Soekarno, cukup meneduhkan Arafah di siang hari. Pohon-pohon tersebut memang didatangkan dari Indonesia atas prakarsa presiden pertama RI Ir Soekarno.
Yang jelas, jamaah Indonesia bisa berbangga diri dengan adanya pohon Soekarno yang banyak dikenal oleh penduduk Arab Saudi itu.

Di Indonesia sendiri kedua tanaman itu memiliki beberapa fungsi. Tanaman yang digunakan untuk penghijauan lahan kritis itu juga dimanfaatkan kayunya sebagai bahan bangunan dan kayu bakar.
Daunnya bermanfaat untuk bahan baku pestisida organik dan sebagai obat bagi
kesehatan. Fermentasi dari daun Mimba dan urin kambing/kelinci yang dipercepat dengan dekomposer-bio efektif dapat digunakan untuk pengendalian hama kutu daun pada cabe, tomat, kacang panjang, dan lainnya.

Padang Arafah sendiri luasnya sekitar 5,5 x 3,5 km, yang disekitarnya dikelilingi bukit-bukit. Salah satunya adalah Jabal Rahmah, yaitu bukit yang diyakini sebagai tempat bertemunya Nabi Adam dan Siti Hawa setelah turun ke bumi dan dipisahkan kembali selama 300 tahun.
Kabarnya, dulu ada dua gagasan besar Presiden Soekarno di Arab Saudi waktu itu, yaitu penanaman pohon di Arafah dan pembuatan tiga jalur tempat sa’i.
Agaknya, gagasan itu direspon oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi. Karenanya, kini tempat sa’i antara Bukit Safa dan Marwa terbagi menjadi tiga jalur.

Jalur pertama adalah dari Bukit Safa ke Bukit Marwa. Jalur kedua adalah dari Bukit Marwa ke bukit Safa. Jalur ketiga berada ditengah-tengah antara jalur pertama dan kedua yang diperuntukkan bagi orang-orang yang sudah uzur atau cacat fisik
dengan menggunakan kursi roda.

Pada musim haji, di bawah pohon-pohon
Soekarno itu dipasang tenda-tenda untuk
penginapan sementara para jamaah. Tenda-tenda itu dipersiapkan menjelang acara wukuf yang dimulai pada 9 Dzulhijjah setelah shalat Zuhur.
Puncak acara wukuf dipusatkan di Masjid
Namirah yang terletak tepat di tengah-tengah Padang Arafah.

image
Masjid Namirah di Arafah

Sekarang, suasana di sana pun tak begitu gersang dan terasa kesejukannya di bawah pohon rindang.
Kita semua tahu , di Mekah yang bersuhu panas tersebut sangat jarang sekali hujan, setahun hanya sekali dua kali saja.
Dan kabarnya pada saat 9 Dzulhijjah 1430 Hijriah, yang bertepatan dengan 25 November 2009, terjadi hujan lebat disertai guntur yang hebat di Arafah. Hujan lebat itu membasahi semua tenda dan karpet yang ada dibawah tenda sehingga para jamaah harus sabar berada dalam keadaan basah semalaman. Namun, hujan yang juga membasahi seluruh pepohonan di Padang Arafah itu menjadikan tanaman semakin subur dan Arafah makin sejuk.

image
Lumayan menyejukkan bagi para jamaah, Terasa di Indonesia

Terima kasih bapak presiden, semoga jasa dan amalnya mendapatkan ganjaran yang setimpal dan menjadi amal jariyah.

Semoga bermanfaat,
Wassallamu’allaikum, …

Disarikan dari berbagai sumber

Iklan

4 tanggapan untuk “POHON SUKARNO DI ARAFAH – TERIMA KASIH Mr. PRESIDENT”

      1. Iya, maksudnya dulu susah tanam pohon di daerah seperti itu, Alhamdulillah dengan banyaknya pepohonan memberi kesejukan bagi yang melaksanakan ibadah di sana, kita patut bangga dengan pak Presiden Sukarno yach…!

        Suka

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s