TIPS MEMBELI TV SUPAYA TIDAK TERTIPU

image

M2000 – Pemirsa sekalian, jika anda ingin membeli TV baru , jangan mudah tertipu dengan iming-iming harga murah ya.
Biasanya di setiap toko selalu membandrolnya dengan harga yang nyaris sama dengan toko lain, kalaupun ada selisih paling 5 % dari harga, kecuali ditoko tersebut memang lagi ada diskon / promo , misal grand opening / cuci gudang / promo akhir tahun.
Karena memang kalau TV asli pabrikan pasti juga punya patokan harga jual sendiri untuk di setiap wilayah.
Berdasarkan pengamatan admin, jenis TV ada 3 macam, yaitu TV resmi ( legal/pabrikan ) , TV kanibal dan TV rekondisi.
Untuk yang TV pabrikan tentunya sudah tidak diragukan lagi kualitas dan garansinya.
Anda bisa membelinya di diler resmi atau toko-toko elektonik resmi patner pabrikan.
Sedangkan untuk kedua jenis lainnya ( tabung ) , akan kita ulas disini.

TV Kanibal

Saat ini, beredar luas di pasaran produk televisi (TV) kanibal berbagai ukuran yang harganya begitu murah. Bisa disebut TV kanibal karena produk ini memang dibuat dengan mengambil komponen bekas
dari berbagai merek.
Sebagai contoh, tabung gambarnya (catoda ray tube/CRT) dibuat menggunakan barang produksi NEC Corporation, Jepang. Ada juga yang dibuat oleh Matshusita atau LG.
Ketiga perusahaan itu memang memproduksi tabung gambar untuk dijual ke pabrik-pabrik TV, di samping juga untuk diproduksi sendiri menjadi TV.
Sedangkan deflection yooke, yang terletak di
belakang CRT atau biasa disebut konde–dinamai konde karena menyerupai sanggul yang biasa dipakai wanita Jawa-menggunakan buatan perusahaan lain.
Tapi semua komponen tadi seluruhnya adalah bekas.
Kondisi bekas ini terlihat dari label pada
CRT yang sudah kumal dan kadang tidak bisa terbaca lagi nomor kode produksinya. Malahan ada TV kanibal dengan menggunakan CRT yang sama sekali tidak terdapat label nama pabrik pembuatnya.
Sedangkan rangkaian elektroniknya yakni printed circuit board (PCB) dibuat sendiri, karena memang mudah membuatnya. Semua bengkel reparasi elektronik di pinggir jalan pun bisa membuat rangkaian printed circuit board (PCB) untuk TV.

Semua komponen tadi selanjutnya dirangkai
menjadi satu dan dibungkus casing baru dengan dibubuhi nama merek tertentu sesuka pembuatnya. Dengan menggunakan komponen CRT dan konde bekas, maka harga TV kanibal ukuran 14 inci bisa dijual di bawah Rp 400.000 dan sekitar Rp 600.000 untuk ukuran 17 inci.
Padahal untuk ukuran yang sama, TV dengan merek yang sudah dikenal luas pasar, harganya bisa 30% hingga 40% lebih mahal.
Harga TV kanibal bisa sedemikian murah karena harga CRT sendiri mencakup hampir 70% dari total biaya produksi sebuah TV.
Di daerah sekitar tempat tinggal admin juga ada yang menjual TV kanibal ini , penjual pasti bilangnya TV baru , karena memang TV ini mempunyai casing baru, ada kardusnya dan kartu garansi layaknya TV resmi pabrikan.

TV Rekondisi

TV Rekondisi berbeda sama sekali dengan TV kanibal..di pasaran sering disebut sebagai TV bekas ( TV Second ).
TV rekondisi merupakan TV dengan merek yang sudah dikenal pasar, namun kondisinya masih baik sekitar 70%-80%.
Agar telihat lebih menarik, TV ini dipoles pada bagian luarnya dengan memakai cairan pembersih, sehingga terlihat lebih kinclong.
Sementara pada beberapa komponen kecil yang terdapat pada rangkaian PCB atau kabel, yang memang sudah tidak layak, terpaksa diganti dengan yang baru. Inilah yang disebut sebagai TV rekondisi atau TV bekas.

Perdagangan produk rekondisi sejauh ini
tidaklah dilarang, termasuk menjual TV rekondisi karena memang tidak ada unsur pembajakan dan penipuan.
Peredaran TV ini relatif terbatas pada tukang reparasi atau toko tertentu. Tapi toko tersebut pun secara eksplisit menyatakan diri sebagai toko TV bekas yang di dalamnya menjual TV yang sudah direkondisi (ditingkatkan kondisinya).
Karena itu, para pembeli TV rekondisi (bekas) biasanya tidak akan merasa tertipu jika barang yang dibelinya mendadak rusak, sebab ketika membeli dia telah menyadari bahwa produk tersebut adalah bekas dan tentu saja tidak memiliki kartu garansi.

Ini berbeda, jika Anda membeli TV kanibal. Di sini penjual sudah pasti akan mengklaim barang tersebut adalah baru. Penjual juga tidak lupa akan menyertakan kartu garansi dan buku manual sebagai tanda bahwa barang tersebut adalah baru.
Namun, ketika TV yang belum lama dibelinya itu rusak, maka pembeli sudah pasti akan merasa tertipu. Apalagi pada saat menghubungi pusat layanan servis yang tertera pada kartu garansi, ternyata nomor telepon tersebut adalah milik sebuah yayasan atau CV atau bahkan dijawab oleh mesin penjawab Telkom: “Nomor yang Anda hubungi belum terpasang“.

Pembeli baru akan menyadari bahwa TV tersebut adalah TV kanibal setelah membawanya ke bengkel reparasi, yang ternyata diketahui komponen di dalamnya menggunakan barang bekas.
Admin sendiri sering mendengar sendiri dari teman admin yang berprofesi sebagai tukan servise elektronik.

Sebagai konsumen, tentunya kita hanya bisa melihat gambarnya saja saat mau membeli TV dan tidak mungkin meminta pelayan toko untuk memperlihatkan komponen di dalamnya pada saat hendak
membeli TV baru. Apalagi Anda juga tidak paham dengan ilmu elektronika seperti juga penjaga tokonya.

Lantas bagaimana agar Anda tidak tertipu saat membeli TV baru ?
Bisakah konsumen mendeteksi TV kanibal dengan hanya melihat dari luarnya ?

Berikut tips-tipsnya :
1. Anda patut curiga jika harga TV yang ditawarkan sangat murah 30% hingga 40% dibanding merek lain yang sudah Anda kenal.
Apalagi TV yang akan dibeli adalah merek yang tidak pernah Anda dengar. Lazimnya, selisih harga antar merek hanya sekitar  5 %
tergantung tingkat efisiensi produksi di pabrik pembuatnya.
2. Jangan segan-segan mencoba menelpon
nomor yang tercantum pada kartu garansi atau buku petunjuk penggunaan (manual).
Coba pinjam buku garansi ke penjual dan telpon ke nomor yang tertera di buku.
3. Lihatlah seksama kondisi layar TV. Dalam
kondisi off, seharusnya layar TV terlihat berwarna abu-abu dengan terdapat garis-garis kecil (tidakpolos).
Jika Anda mendapati TV dengan layar abu-abu tapi terlihat bersih tanpa ada garis-garis (polos), maka dipastikan itu adalah TV kanibal yang menggunakan CRT bekas monitor komputer.
Secara teknis, resolusi layar pada CRT monitor komputer lebih tinggi dibandingkan CRT untuk TV. Tapi jika CRT monitor disambungkan dengan rangkaian PCB TV, maka hal itu akan menjadi berbahaya dan bisa membuatnya meledak.
4. Ada setiap produk TV baru yang dibuat
sesuai standar keamanan produk elektronik yakni International Electrical Commission (lEC) 60065, kode ini ada bagian belakang casing selalu tertera stiker yang mencantumkan antara lain : merek, nama dan alamat perusahaan pembuatnya secara jelas, nomor seri serta kode produksinya. Jika tidak terdapat label dengan informasi yang lengkap, maka patut dicurigai produk tersebut adalah TV kanibal.

Jadi, teliti sebelum membeli dan jangan tergiur barang murah yang akan membuat anda menyesal nanti !!!

Library : digilib.polban.ac.id

Iklan

2 tanggapan untuk “TIPS MEMBELI TV SUPAYA TIDAK TERTIPU”

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s