Manusia menjadi batu itu memang benar-benar ada , ini buktinya !

image

M2000 – Manusia menjadi batu , apakah benar-benar ada, apakah hanya mitos?

Di Indonesia , anda pasti pernah mendengar cerita dongeng paling ikonik di Sumatera Barat, Malin Kundang yang bercerita tentang anak durhaka pada ibu yang dikutuk jadi batu.
Namun itu hanya legenda , kebenarannya pun masih diragukan.Namun, berbeda dengan sosok Malin Kundang, di Kota Pompeii sekitar 2.000 tahun yang lalu, terdapat manusia yang menjadi batu.
Hal ini terjadi karena letusan gunung Vesuvius pada 79 M. Debu letusan gunung tersebut menimbun Kota Pompeii dengan segala isinya. Kota Pompeii pun hilang hingga 1.600 tahun. Dan akhirnya , Kota Pompeii ditemukan kembali pada 1748.

image

Pada penggalian awal kota ini, ditemukan jasad bocah berusia 4 tahun baru saja ditemukan di antara puing-puing. Tubuhnya dimumikan secara alami menjadi patung. Ia ada di pangkuan ibunya. Jasad itu ditemukan di lokasi ‘House of the Golden Bracelet’, salah satu rumah paling mewah di area Insula Occendentalis, Pompeii.

“Meski tragedi tersebut terjadi 2.000 tahun lalu, obyek yang seperti patung itu dulunya adalah seorang bocah, seorang ibu, sebuah keluarga. Bukan sekadar objek arkeologi, tapi manusia,” kata konservator Naples National Archaeological Museum, Stefania Giudice, seperti dikutip dari situs News.com.au.

Jasad membatu tersebut dipamerkan dalam pameran Amphitheatre of Pompeii yang akan dibuka pada pekan ini.

image

Jika penasaran datang keacaranya ya…
Ini asli manusia lho…bukan dongeng atau legenda masyarakat.

Sejarah kota Pompeii mirip dengan zaman nabi Luth

Dalam kisah islami , ada sebuah kisah tentang kaum homosex pada zaman nabi Luth di kota Sodom dan Gomorah .
Allah sudah memberi peringatan tentang larangan perilaku homosex, namun peringatan Allah yang disampaikan nabi Luth tidak digubris oleh kaumnya.
Maka Allah membinasakan mereka.

Kisah-kisah umat terdahulu hendaknya menjadi pelajaran bagi seluruh umat manusia. Namun banyak yang tidak peduli dengan peringatan tersebut. Kehancuran umat Nabi Luth yang melakukan hubungan seksual dengan sesama jenis, rupanya tak cukup menjadi pelajaran dan peringatan.
Itulah yang dilakukan masyarakat di Kota Pompei yang terletak di sebelah timur Gunung Vesuvius, Kota Naples, Italia.

Pompeii merupakan sebuah simbol kemerosotan dari Kekaisaran Romawi yang juga melakukan perilaku seksual menyimpang sebagaimana umat Luth, dan akhirnya mereka pun mengalami nasib serupa. Kehancuran Pompei disebabkan oleh letusan Gunung Vesuvius.
Gunung Vesuvius adalah simbol bagi Italia, terutama Kota Naples. Karena berdiam diri selama dua ribu tahun terakhir, Vesuvius dinamai ‘Gunung Peringatan.’
Dinamakan demikian, karena bencana yang menimpa Sodom dan Gomorah sangat mirip dengan bencana yang menghancurkan Pompei.
Catatan historis menyebutkan, Kota Pompei adalah sarang foya-foya dan perilaku menyimpang. Kota ini dikenal dengan meningkatnya pelacuran begitu tinggi sampai-sampai jumlah rumah bordil tidak terhitung lagi. Tiruan alat kelamin dalam ukuran aslinya digantungkan di depan pintu-pintu rumah bordil.

Menurut tradisi yang berakar dari kepercayaan Mithra ini, organ seksual dan persetubuhan tidak seharusnya disembunyikan, namun dipertontonkan secara terang-terangan. Hingga akhirnya, letusan Gunung Vesuvius menghancurkan mereka yang tak sempat melarikan diri.

Dari beberapa temuan yang dilakukan terhadap Kota Pompei, ditemukan adanya sebuah keluarga yang sedang menyantap makanan yang membatu saat itu juga. Bahkan, banyak pasangan ditemukan membatu dalam keadaan sedang berhubungan badan sesama jenis.
Wajah dari beberapa jasad membatu yang digali dari Pompei tidak rusak, ekspresi wajah-wajah tersebut pada umumnya menunjukkan kebingungan.

image

“Mengapa kamu mendatangi jenis lelaki di antara manusia, dan kamu tinggalkan istri-istri yang dijadikan Tuhanmu untukmu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas.” (QS Asy-Syu’araa [26]: 165-166).

Semoga berguna,

Selengkapnya , baca disini

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s