Kisah kakek ” Winnie the Pooh ” pengemis yang mengaku stroke berpenghasilan 500 ribu perhari

image
Suedi - si kakek Winnie the Pooh

M2000 – Apa yang ada dibenak pemirsa semua jika mendengar kata pengemis, kasihan, pemalas, atau ther-lha-lhu…?
Hampir pasti semua orang tidak setuju dengan keberadaan profesi yang satu ini, terlebih jika mereka dalam kondisi sehat wal’afiat, tidak kurang secara fisik memohon-mohon dan meminta belas kasihan dari orang-orang. Disetiap daerah pasti ada , apalagi dikota-kota besar.

Dan Jakarta tampaknya masih jadi magnet tersendiri untuk penduduk daerah yang ingin mengadu nasib. Besarnya peluang kerja di ibu kota membuat kota metropolitan semakin diburu. Namun di balik itu, selalu ada cerita tentang tingkah laku para pengemis yang berlagak miskin demi meraup rupiah dengan mengandalkan belas kasihan.

image

Edi Supriyadi, kakek berusia 78 tahun asal Kudus, Jawa Tengah misalnya. Ia rela jauh dari kampung halaman dan bekerja di Jakarta demi mencari uang yang lebih untuk menghidupi keluarganya. Sadar tak memiliki kemampuan yang lebih, Edi pun tak masalah harus mengemis di sekitar Kecamatan Senen. Dari hasil mengemis setiap hari, Edi mendapat keuntungan fantastis.
Selain Edy, masih banyak lagi yang menggunakan kekurangan tubuhnya untuk menampung harta kekayaan. Pun, agak sulit memang membedakan yang mana pengemis sungguhan dan yang mana pengemis abal-abal atau menjadikannya sebagai profesi. Alih-alih memelas, ternyata mereka menimbun harta dari hari ke hari.
Dan salah satunya adalah kakek ” Winnie the Pooh ” yang mengaku stroke dan berlagak miskin di jalanan padahal kaya raya.

Kakek ‘Winnie the Pooh’ di Sidoarjo ternyata punya 7 istri dan rumah mewah.
Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur membawa seorang kakek berpakaian badut Winnie the Pooh dari depan Lippo Mall di Kota Udang itu. Pria di balik kostum badut beruang kuning ini bernama Suaedi, hidup sebatang kara di daerah Driyorejo, Gresik.
Diduga Suaedi rela melakoni pekerjaan dengan berkostum badut hanya modus, agar banyak orang kasihan dan dirinya mendapat untung lebih banyak dari sekadar mengemis.

Kakek berumur 75 tahun itu juga mengaku menderita sakit stroke. Dengan dalih itu, meski sakit, dia berusaha mencukupi kebutuhan hidupnya menjadi badut, berharap belas kasih orang. Dengan berkostum beruang kuning itu, Suedi bisa kantongi Rp 500 ribu setiap harinya, hasil belas kasih orang.
Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Sidoarjo Husni Tamrin akhirnya perintahkan petugas membawa Suaedi agar dirawat di Liponsos Sidoarjo, Jalan Sidokare.

Hasil investigasi Liponsos, ternyata Suaedi adalah warga Mojokerto bukan Gresik dan memiliki rumah mewah dengan tujuh istri serta lima anak. Si kakek beruang kuning itu, juga tidak menderita stroke seperti dikabarkan banyak pihak.
“Setelah kita cek kesehatannya, dia enggak sakit. Senin kemarin, sekitar pukul 10.00 WIB, dia kita pulangkan. Sesuai KTP-nya, dia warga Mojokerto. Dia kita serahkan ke Dinsos Mojokerto. Dia juga dijemput satu dari lima anaknya,” kata Dayat,  petugas yang ikut mendampingi Suaedi, seperti dilansir dari merdeka.com di Kantor Liponsos, Sidoarjo, Selasa (16/6).

Dayat mengungkapkan, Suaedi sebenarnya hanya mengaku sedang menderita stroke dan hidup sebatang kara, untuk menarik belas kasih orang. “Hasil dari menjadi badut, dia bisa mendapat Rp 500 ribu per hari, ini dari pengakuannya sendiri. Dia bilang kalau sehari tidak dapat (Rp 500 ribu) itu, dia tidak akan pulang,” tutur Dayat.
Disahuti petugas lain sambil tersenyum geli.
“Dari hasil itu, dalam satu tahun dia bisa membeli rumah di Mojokerto, beli motor Yamaha Vixion dan motor matik. Istrinya saja ada tujuh. Katanya istri saya cuma tujuh saja. Cuma tujuh. Loh ini bener dari pengakuannya sendiri,” katanya tersenyum geli menirukan keterangan Suaedi.
“Memang kemarin dia mengaku istrinya ada tujuh. Waktu kita bawa kemarin, kan bukan hanya Suaedi, tapi istri ketujuhnya juga kita bawa. Entah istri-istrinya yang lain meninggal atau cerai, kita tidak tahu. Yang jelas, dia bilang istrinya tujuh,” kata Dayat lagi.

image
pengemis di amankan petugas

Jadi, masih menurut keterangan Dayat, saat Suaedi dibawa petugas Liponsos Sidoarjo pada Minggu kemarin, tiba-tiba seorang perempuan mengaku anak Suaedi berlari menghampiri petugas, dan mengatakan masalah itu.
“Pertama dia mengaku anaknya, tapi setelah kita desak ternyata mengaku istri ketujuh Suadi. Namanya Karsih. Jadi, Karsih ini memang mengawasi Suaedi dari jauh setiap hari. Dia tidak ikut berpakaian badut. Tapi dalam tasnya ada dua pakaian badut,” tandasnya.

Waduh, ada-ada saja ya , ulah kakek ini, mentang-mentang uangnya banyak, istrinya ikutan banyak pula.
Sudah deh kek, jangan berbohong lagi, ntar stroke beneran tahu rasa lho…lagian kan sudah kaya , nikmatin aja masa tuanya dirumah…
Golek dalan padang wae mbah…!!!

________________________________________
Mari berbagi berita ,
kirimkan artikel anda di email kami.
Dan buat kamu yang ingin tampil eksis dan pingin banyak teman, kirim foto plus biodata kamu di
masshar2000@gmail.com
________________________________________

Iklan

6 tanggapan untuk “Kisah kakek ” Winnie the Pooh ” pengemis yang mengaku stroke berpenghasilan 500 ribu perhari”

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s