Tragis , anak SD dianiaya warga hingga tewas karena menyerempet orang

image
ilustrasi pengeroyokan

M2000 – Kabar memilukan datang dari ujung timur Indonesia, tepatnya di Flores Timur.
Nasib tragis yang menimpa bocah kelas 6 SD ini perlu dijadikan bahan renungan bagi kita semua, terutama bagi orang tua yang memberikan motor pada anak dibawah umur.

Seperti diberitakan, Nasib tragis menimpa Lukas Beda Ama , bocah kelas 6 SD ini tewas setelah dianiaya warga. Lukas tewas setelah nyawanya tidak tertolong ketika dibawa ke rumah sakit.
Informasi dari Antara.com ,  Kapolres Flores Timur AKBP Dewa Putu Gede Artha membenarkan adanya peristiwa pengeroyokan tersebut. Dia mengatakan kejadian itu berlangsung pada Sabtu (13/6) di Dusun Bele, Desa Waiburak, Kecamatan Waiwerang Kota, Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.
Saat itu sekitar pukul 09.00 WITA, Lukas  tengah mengendarai sebuah sepeda motor menuju ke sekolahnya di Desa Riangrindu untuk mendengar pengumuman hasil ujian akhir.
Di tengah perjalanan Lukas menyerempet seorang anak bernama Rahima di Dusun Belle, Desa Waiburak.

Tanpa melihat duduk persoalan lebih jauh, sekelompok orang yang ada di lokasi kejadian, langsung menghajar Lukas dan merusakkan sepeda motornya.
Dalam kondisi babak belur, Lukas bersama seorang temannya terus berjalan sampai ke rumahnya di Desa Riangmuko, yang tak jauh dari Desa Waiburak. Namun, tak disangka, sekelompok orang dewasa masih membuntuti Lukas dan menghajarnya sampai sekarat.
Meski sudah dalam kondisi tak berdaya, para pelaku pemukulan juga merasa belum puas.
Lukas kemudian digiring ke suatu tempat, dan mendapat penyiksaan yang lebih hebat lagi dari sekelompok orang dewasa tersebut, sampai tangan kanannya patah.

Warga di sekitarnya yang merasa prihatin dan iba kemudian membawa korban ke Puskesmas Waiwerang Kota untuk mendapat pertolongan medis. Namun, kondisi korban terus memburuk, sehingga di rujuk ke RSUD Larantuka di Pulau Flores bagian timur.
Namun dalam pelayaran ke Larantuka, korban mengembuskan napas terakhir di atas kapal motor yang ditumpangi.

Kapolres Flores Timur menambahkan, pada Kamis (18/6), Polsek Waiwerang sudah menangkap tiga orang dan dibawa ke Polres untuk dimintai keterangan.
“Namun dari hasil pemeriksaan sementara, polisi baru menetapkan KA sebagai tersangka, sementara dua orang lain dilepas karena belum cukup bukti,” kata Kapolres.
Dia meminta warga yang mengetahui atau melihat peristiwa itu dapat memberikan keterangan untuk memudahkan kepolisian dalam mengembangkan kasus ini.

Lukas sendiri tercatat sebagai siswa Kelas VI SDI Riangrindu, Desa Waiburak. Sebelum kejadian Lukas dan orangtuanya sedang menantikan hari pengumuman kelulusan yang rencananya akan diumumkan pada Rabu, 17 Juni 2015. Namun takdir hidupnya berkata lain, Lukas harus mengalami kisah tragis hingga merenggut nyawanya.

Ini adalah peringatan bagi orang tua yang memanjakan anaknya dengan memberikannya sepeda motor .
Seharusnya , kalau menunjukkan kasih sayang ke anak , janganlah memberikan sesuatu yang belum pantas dia menerimanya.
Seperti dalam kasus Lukas tersebut, akhirnya sang orang tua ( Lukas ) harus kehilangan putra kesayangannya karena memberikan sesuatu yang salah .
Apa pantas seorang anak SD diberikan sepeda motor ?

________________________________________
Mari berbagi berita ,
kirimkan artikel anda di email kami.
Dan buat kamu yang ingin tampil eksis dan pingin banyak teman, kirim foto plus biodata kamu di
masshar2000@gmail.com
________________________________________

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s