Selain Indonesia, ternyata Malaysia dan Singapura juga merayakan kemerdekaannya pada bulan Agustus

image

M2000 – Kita sudah memasuki bulan agustus, sebentar lagi ,pada tanggal 17 agustus kita akan memperingati hari kemerdekaan kita yang ke 70.

Ternyata , bukan hanya di Indonesia saja yang berulang tahun , pada bulan Agustus ini dua negara tetangga juga berulang tahun. Singapura (8 Agustus 1965) dan Malaysia (31 Agustus 1957).
Dari urutan usia, Indonesia yang paling tua (70 tahun), disusul Malaysia (58 tahun), terakhir Singapura 50 Tahun.

Terkait dengan kemerdekaan, bangsa Indonesia patut berbangga ,karena kemerdekaan diperoleh dengan merebutnya dari tangan penjajah. Bukan hadiah
dari penjajah.
Namun Malaysia dan Singapura juga
bangga, karena seperti yang disebutkan dalam buku otobiografi Tengku Abdurrahman Putera, bapak pendiri Malaysia, perdana menteri pertama
negara itu, mereka bisa merdeka tanpa perlu
menumpahkan darah seperti yang dialami
Indonesia.

Terlepas dari kelebihan dan kekurangannya, dalam perjalanan hidup ketiga negara itu telah mencapai sejumlah prestasi. Yang paling spektakuler dialami Singapura. Negara pulau itu berhasil menjadi negara maju, sejahtera, disusul oleh Malaysia,
dan terakhir Indonesia. Jika diibaratkan manusia, masing-masing negara sudah memasuki masa tua, apalagi Indonesia. Pada usia ini mestinya Indonesia sedang menikmati masa-masa tuanya itu. Tetapi apa boleh buat hal itu belum terjadi,
tampaknya semakin tua semakin berat kerjanya, makin banyak tantangannya.

Singapura , dengan usia kemerdekaan yang ke 50 tahunnya , Singapura telah menjadi
negara maju, sempat diramalkan akan menjadi negara gagal setelah melepaskan diri dari federasi Malaysia tahun 1965. Selama 5 dekade, Pemerintah Singapura sukses mengubah negerinya menjadi salah satu pusat bisnis sekaligus salah satu negara terkaya di dunia.
Letak Singapura yang strategis dapat
dimanfaatkan dengan baik oleh pemerintah Negeri Singa itu untuk mendatangkan berbagai keuntungan negerinya. Tidak hanya menjadi tempat singgah atau pelabuhan dagang, kini Singapura menjadi Asia yang paling aktif di pasar keuangan. Potensi itu segera dikembangkan ke
arah manufaktur.
Dengan jumlah penduduk yang berkisar 5 juta, Singapura merupakan negara paling sejahtera di Asia. Jumlah jutawan di negeri tersebut 1 banding 6.
Di sana, nyaris tidak ada warga yang tidak
punya tempat tinggal. Angka pengangguran pun tidak pernah lebih besar dari angka 2 persen.

Malaysia tak jauh berbeda dengan Singapura, Malaysia juga termasuk negara yang berhasil meningkatkan kesejahteraan warganya. Sewaktu baru merdeka tahun 1957, keadaan Malaysia tidak lebih baik
daripada Indonesia. 
Namun , perlahan namun pasti , ekonominya bertumbuh sehingga terbuka lapangan kerja yang cukup luas bagi warganya.
Bahkan untuk mengisi kekurangan tenaga kerja, terutama sektor non formal, banyak didatangkan dari negara kita. Kelas menengah tumbuh cukup signifikan.

Indonesia sendiri, ternyata tidak dapat memanfaatkan kelebihan-kelebihan yang dimilikinya seperti kekayaan alam
yang melimpah, bonus demografi, dan
sebagainya. Hasil kekayaan alam seperti
tambang hanya sedikit dinikmati Indonesia, dan itu pun sebagian besar dinikmati kalangan tertentu.
Dengan hasil itu mereka menjadi semakin elit, punya kekayaan yang fantasis, dapat
berlibur dan menyekolahkan anaknya ke luar negeri. Kalau dari gaji resmi rasanya susah didapat, terutama zaman dahulu. Maka tak heran jika lagu Rhoma Irama yang salah satu baik berbunyi, “yang kaya makin kaya, yang miskin ,makin miskin”,

Sementara sebagian besar rakyat yang
diperhatikan hanya pada daerah-daerah tertentu saja terutama yang punya hubungan dengan pejabat. Makanya tidak heran terjadi ketimpangan pembangunan antarwilayah, Indonesia Barat, Tengah, dan Timur. Selain itu peraturan juga sering gonta-ganti, tidak konsisten, dan korupsi
yang merajalela.

Dewasa ini, Banyak kebijakan hanya baik di
awalnya saja, di pusat pemerintahan, tetapi
semakin jauh ke hilir semakin tidak jalan. Penegakan hukum tidak seperti yang
diharapkan. Dalam praktiknya hukum tajam ke bawah, tumpul ke atas. Keadilan bisa
dikondisikan dan dibeli.

Belajar dari Pengalaman Negara Lain
Singapura dan Malaysia bukannya tidak ada masalah, tetapi tidak separah di Indonesia.
Sebagian besar pemimpin negara itu relatif
amanah, mulai dari level tertinggi hingga
terendah. Orang-orang di daerah di Indonesia pada mulanya lugu-lugu tetapi secara tak langsung diajar oleh orang-orang pusat. Sekarang saat orang-orang pusat mulai bersih-bersih, orang daerah masih bergelimang lumpur.

Keberhasilan Singapura dan Malaysia menjadi negara maju seperti sekarang itu juga tak terlepas dari menimba pengalaman dari negara lain. Termasuk kepada Indonesia.
Malaysia semasa di bawah pimpinan Perdana Menteri Tun Dr. Mahathir Mohammad tak malu mengadopsi
Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita) yang diterapkan di Indonesia. Mereka juga tidak segan-segan mengirimkan pelajar ke berbagai perguruan tinggi di Indonesia, mendatangkan guru
dan tenaga kesehatan ke negaranya.

Selain itu, Mantan Perdana Menteri Singapura Lee Kuan Yew, selalu berdiskusi dengan Presiden Soeharto untuk memajukan negaranya. Hubungan
antara Mahathir Mohammad dan Lee Kuan Yew dengan Soeharto sangat baik, hanya ajal yang memisahkan kedekatan mereka.

image
Jangan hanya ingat dengan gambar ini, tapi ingatlah semangatnya

Demikian gambaran 70 tahun Indonesia merdeka…tumpah darah kita, negara yang sangat kita cintai apapun keadaannya.

…Jayalah Indonesiaku…

Library : kompasiana

______________________________________

Kerjasama blog :

Email : masshar2000@gmail.com
Pin : 74A6F873
______________________________________

Iklan

3 tanggapan untuk “Selain Indonesia, ternyata Malaysia dan Singapura juga merayakan kemerdekaannya pada bulan Agustus”

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s