Kenapa pemerintah tidak mencetak uang sebanyak-banyaknya untuk bayar hutang ?

image

M2000 – Judul atau pertanyaan diatas sebenarnya sepele , tapi tidak semua orang bisa menjawabnya.
Kamu bisa ‘gak bro ?

Oke deh, kali ini kita akan membahas tentang masalah ekonomi , ilmu yang ribet untuk dijabarkan .
Nah, berhubungan dengan itu, kita sering banget bertanya… kenapa sih negara atau pemerintah kita tidak mencetak uang yang banyak ,  kan uang yang banyak bisa dibayar untuk bayar hutang negara atau cetak diberikan ke desa-desa tertinggal atau membangun infrastruktur , apa alasannya ya ?

Pertanyaan ini memang sepele , tapi tidak semua orang bisa menjawabnya .
Kamu bisa jawab ‘gak bro ?

Oke deh, kita jelaskan nanti diartikel ini, tapi sebelumnya kita lihat data dulu ya …

Menurut penelitian Bank Dunia tahun 2015, sekitar 100 juta jiwa penduduk Indonesia hanya memiliki penghasilan 330 ribu rupiah per bulannya..Miris sekali kan ?
Banyak dari kita bertanya, kenapa negara kita tidak mencetak uang sebanyak-banyaknya saja untuk memberantas kemiskinan. Kenapa? 

Jawabnya jelas… itu akan menyebabkan inflasi.
Inflasi ? makanan apa itu ? 
Intinya gini deh , kita tidak bisa mencetak uang sebanyak-banyaknya, karena hal itu bisa mengakibatkan kenaikan harga barang, dan penurunan dalam tanda kutip “nilai” uang itu sendiri, atau yang biasa disebut sebagai inflasi. Bagaimana hal itu dapat terjadi?
Inflasi adalah turunnya Nilai mata uang , artinya nominal mata uang tidak akan bernilai sebagaimana mestinya , atau penumpukan uang .

Pendeknya, dalam suatu pasar, banyaknya jumlah uang yang beredar dan jumlah barang yang dibutuhkan harus lah seimbang,  tidak boleh berat sebelah.
Jika pemerintah mencetak terlalu banyak uang, kita akan juga memiliki lebih banyak uang dan tentunya membuat kemampuan membeli barang semakin tinggi  akibatnya jumlah barang yang ingin kita beli berkurang, dan harganya pun juga ikut menyesuaikan. Hal tersebut tidak mengubah apa-apa, kecuali menurunkan, dalam tanda kutip, “nilai” uang itu sendiri, sehingga nilainya semakin lama, semakin tidak berharga karena jumlahnya yang terlalu banyak .

Negara mana saja yang pernah mengalami inflasi besar-besaran ?

Fakta uniknya, cukup banyak negara di dunia ini, pernah mengalami inflasi parah, akibat mencetak uang yang terlalu berlebihan  .
Salah satunya adalah negara Jerman setelah kalah pada perang dunia pertama dan harus membayar kerugian perang. Saking tidak berharganya, uang disana dipakai untuk mainan, menyalakan api kompor, hingga jadi penghias dinding di rumah …parah kan ?

image

Kemudian selain itu juga ada negara Zimbabwe. Dimana harga telur disana bisa mencapai angka ratusan dollar zimbabwe, sangat fantastis bukan , uang satu milyar dolar Zimbabwe tidak bisa untuk makan seminggu.

image

Dan tak ketinggalan juga, negara Hungaria setelah perang dunia kedua, yang pernah memiliki kertas uang yang bernilai nominal 1 milyar triliun!!!  menjadikannya inflasi terparah sepanjang sejarah .
Uang disana ibarat sampah , satu koper uang cuma bisa untuk makan beberapa hari saja.

image

Nah, sudah terjawab kan !

Akhirnya bro …terpecahkan juga ya pertanyaan yang selama banyak ditanyakan. 
Jadi singkatnya ,pemerintah tidak boleh mencetak uang semaunya sendiri..karena jelas ada tim pengawas dan tim auditnya .
Kalau pemerintah saja tidak boleh , apalagi kamu bro …jangan coba-coba untuk mencetak uang sendiri ya , karena hasinya pasti uang palsu , ngabis-abisin tinta printer aja dan yang jelas , mencetak uang adalah melanggar hukum dan dapat membuat kita masuk penjara.

image

Sekarang pertanyaannya , kamu mau masuk penjara ?

Iklan

One thought on “Kenapa pemerintah tidak mencetak uang sebanyak-banyaknya untuk bayar hutang ?

  1. Mas, USA thn 30-an jg dilanda kelesuan ekonomi hebat, tapi tahun 40-an awal, tiba2 ada PD II di eropah, trus amrik dukung inggris, dg mengerahkan segala suberdaya buat perang (prodksi makanan, senjata, dll) n akhirnya usa menang lawan nazi.
    Eh ternyata setelah perang, bukanya USA tambah bangkrut karena biayai perang, tapi malah makin kaya n jd negara adikuasa, padahal sbelum perang kena resesi ekonomi loh. Kok bsa ya????

    Apakah kita gak bs sperti USA, kita anggap musuhnya bukan nazi ato comunism, tapi musuhnya keterbelakangan, kebodohan, kemiskinan, dll. trus kita kerahkan semua SDA/SDM buat ngalahin itu semua. modalnya jelas punya toh, negara punya banyak duit loh, SDA melimpah, SDM yg pinter2 banyak sampai pada kerja di LN jadi ekspatriat di Qatar, UEA, German, dll. pokoknya kita semua punya, tinggal semua dikerhkan,akhrnya produk barang melimpah so uang bs dicetak lebih banyak, pengangguran turun, akhirnya RI makin sejahtera., kok gak bisa gitu ya???

    Suka

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s