Siapa sebenarnya Abu Sayyaf ?

image

M2000 – Seperti diberitakan , saat ini sebanyak 10 WNI dari 18 orang disandra kelompok militan Abu Sayyaf .
Mereka memang terbiasa menyandra dan meminta sejumlah uang tebusan.

Kelompok ini berdiri di awal era 1970-an, awalnya dibentuk dengan nama Front Pembebasan Nasional Moro atau MNLF. Mereka adalah kelompok pemberontak yang ingin melepaskan diri dari Filipina, area kekuasannya berada di Basilan dan Mindanao di selatan Filipina.

Abdurajik Abubakar Janjalani merupakan pemimpin pertama Abu Sayyaf, dia berprofesi sebagai guru di Basilan. Janjalani kemudian berangkat ke Libia, Suriah dan Arab Saudi untuk mendalami Islam. Dia diketahui ikut terlibat dalam perang melawan Uni Soviet bersama Afghanistan.

Selama berada di sana, dia sempat bertatap muka dengan pemimpin Al Qaedah, Osama Bin Laden. Dari Osama, dia menerima bantuan uang senilai USD 6 juta untuk membentuk kelompok militan baru yang juga bagian dari MNLF.Kemudian lahirlah Abu Sayyaf.

Kelompok Abu Sayyaf ini memiliki ideologi yang keras. Demi mendapatkan keinginannya, mereka tak segan menculik bahkan membunuh sandera. Sasaran utamanya adalah warga Filipina dan Amerika Serikat, termasuk Indonesia, Jepang serta Malaysia tak luput untuk diculik.

Beberapa media internasional menyebutkan, kekuatan pasukan ini hanya berjumlah sekitar 300 orang. Meski kecil, namun kelompok ini diakui lebih kuat dibandingkan kelompok separatis lain di Filipina. Mereka pernah berlatih perang bersama para mujahidin di Afghanistan.

image

Dia (pasukan Filipina) salah kalau Abu Sayyaf dianggap remeh, itu kan sudah puluhan tahun, itu pun berdarah-darah di sana. Korban dari tentara Filipina pun sudah ribuan,” kata pengamat militer Wawan Purwanto saat berbincang dengan merdeka.com, Minggu (10/4).

Sebelum Moamar Khadafi jatuh, kelompok ini diketahui pernah menerima bantuan persenjataan, logistik, keuangan hingga pelatihan militer dari Libia. Alhasil, meski terdiri dari kelompok kecil namun persenjataan yang dimiliki tidak bisa dianggap remeh.

Abu Sayyaf disebutkan memiliki banyak senjata RPG yang bisa menghancurkan tank. Mortar, M-16 dan AK-47 tersedia dalam jumlah besar.

Mereka juga diajarkan memiliki kemampuan memodifikasi senjara, sehingga memiliki jarak tembak lebih jauh dan akurat,” tambah Wawan.

Selain dilengkapi persenjataan canggih, Abu Sayyaf juga sangat mengenal daerah kekuasaannya, khususnya di kawasan Basilan. Tak heran jika satu peleton pasukan bisa dihabisi dalam sebuah penyergapan.

Mereka sangat bagus di wilayah itu. Mereka sudah siap-siap kapan dan di mana tempat terbaik untuk nyerang. Sulit untuk pihak yang disergap untuk konsolidasi,” tutupnya.

Dia (pasukan Filipina) salah kalau Abu Sayyaf dianggap remeh, itu kan sudah puluhan tahun, itu pun berdarah-darah di sana. Korban dari tentara Filipina pun sudah ribuan,” tegas  Wawan Purwanto lagi.

Menilik sejarah, orang Mindanao dan Sulu terkenal keras. Wilayah yang berada di pantai timur Kalimantan ini sudah berabad-abad terlatih perang dan melakukan perompakan.
Sejak pemberontakan MNLF pecah, kawasan ini dikenal sangat rawan, banyak kapal laut dibajak kelompok tersebut. Beberapa warga Malaysia sudah menjadi korban, ketika uang tebusan gagal didapat, leher para sandera digorok. Kini, 10 WNI bersama 8 warga asing lainnya masih menanti pembebasan dari pemerintah Filipina dan Indonesia.

Library : merdeka

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s