Ingin gabung Yamaha , Legenda MotoGP ingatkan Vinales ..Yamaha cuma anak emaskan Rossi

image
Kevin Schwantz mantan pembalap Suzuki Legenda MotoGP

M2000 – Seperti diberitakan sebelumnya , pembalap utama Suzuki Ecstar Maveric Vinales mengungkapkan ketertarikannya bergabung dengan Yamaha dan menjadi tandem Valentino Rossi di Movistar Yamaha.

Isu ketertarikan Maverick Vinales kepada Yamaha membuat legenda Suzuki, Kevin Schwantz angkat bicara.
Legenda yang sukses bersama Suzuki di era 1990-an menilai juniornya akan melewati proses adaptasi yang sulit untuk berduet dengan Valentino Rossi.

Vinales diisukan jadi pendamping Rossi menyusul kepindahan Jorge Lorenzo ke Ducati.
Lorenzo memang memilih hengkang musim depan karena perseteruannya dengan Rossi tak kunjung selesai.
Kemungkinan besar , Yamaha akan menunjuk Vinales sebagai rekan baru The Doctor hingga 2018 mendatang.

Melihat kondisi itu, Schwantz yang pernah membawa Suzuki juara kelas 500cc menilai baiknya Vinales berpikir ulang tawaran tersebut. Pasalnya, tim sekelas Yamaha dinilai hanya membuat motor sesuai standar pembalap yang lebih punya nama dan itu adalah Rossi, bahkan Jorge Lorenzo pun yang jelas-jelas juara dunia dianggap sebagai pembalap nomor dua walaupun berkali-kali pihak Yamaha membantahnya.

Maverick adalah pembalap yang besar. Dia bisa melakukannya di manapun dia berada. Satau-satunya masalah adalah dia sudah punya tempat di Suzuki, khususnya tahun ini di mana ia jadi pembalap utama. Dia jadi pembalap tercepat di komputer dalam setiap sesi. Selain itu dia masih muda dan bisa menandai kinerjanya di Suzuki,” ucap Schwantz.

Jika dia ke Yamaha, dia harus mengubah setting motor agar sesuai gayanya. Motor ini sangat sulit untuk dibawa, sangat tidak nyaman dan tidak konsisten. Jika Valentino dan Jorge mesti susah payah, saya tak bisa membayangkan betapa sulitnya motor itu,”

“Saya selalu berpikir hal yang sama soal fakta pindah tim. Jika saya pergi ke Yamaha, ada Wayne Rainey yang selalu jadi percontohan pertama dan dia akan diatur untuk mengikutinya dan saya tidak suka sebab akan jadi tahun yang sulit. Anda bisa khawatir soal apakah itu kompetitif atau tidak, saya paham bahwa sebagai pembalap tentu ingin motor yang terbaik. Suzuki sudah menunjukkannya tahun lalu di mana mereka bisa bersaing,” katanya

Schwantz pun memberi perbandingan andai Vinales pindah ke Yamaha atau Honda sekalipun. Sebab di dua tim tersebut, ada dua pembalap besar yakni Rossi dan Marquez yang sudah tentu punya setting motor juara dan akan diterapkan di semua motor.

image
Maveric Vinales Suzuki Ecstar terbuai rayuan Yamaha

“Jika ke Honda, anda akan selalu jadi pembalap nomor dua setelah Marquez. Jika Anda pergi ke Yamaha, anda akan jadi nomor dua setelah Valentino kecuali anda bisa menang terus-menerus. Itu memang keputusan yang sulit,”

“Sebagai pembalap Suzuki sepanjang karir saya, saya senang bisa bertahan sebab akan banyak waktu untuk bersama. Saya tahu betapa bagusnya dia dan Suzuki. Itu akan jadi tim yang lebih kecil dan butuh waktu lama untuk berkembang, tapi itu bagus,” pungkasnya.

Itu adalah pernyataan seorang legenda MotoGP dari Suzuki .
Dan memang benar apa yang dikatakannya…kalau memilih karir , tentu Yamaha lebih menjanjikan sekarang ini, tapi jika selalu di nomor duakan , tentu ini masalah serius ..

Bagaimana menurutmu sob ?

Baca juga : Maveric Vinales tertarik gabung Yamaha tandem dengan Rossi

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s