Petinju Legendaris Muhammad Ali Meninggal Dunia di Usia 74 Tahun

image

M2000 – Dunia olah raga kembali berduka.
Petinju legendaris dunia Muhammad Ali meninggal usia pada usia 74 tahun, Jumat (3/6/2016) malam.
Sehari sebelumnya Muhammad Ali sempat dilarikan ke rumah sakit karena kesulitan bernapas.

Kepergian Muhammad Ali dilepas oleh keluarganya yang sudah berkumpul di rumah sakit.
“Setelah berjuang 32 tahun melawan penyakit Parkinson. Muhammad Ali meninggal dunia di usia 74 tahun,” ujar Bob Gunnell, juru bicara keluarga kepada NBC News.

Presiden AS, Barack Obama memuji petinju legendaris Muhammad Ali sebagai sosok yang berani mempertahankan pendirian, baik di dalam mau pun di luar ring.

Muhammad Ali yang merupakan juara dunia tinju kelas berat 1964-1967, 1974-1978 dan 1978-1980, meninggal dunia di Phoenix Arizona pada usia 74 tahun, Jumat (Sabtu WIB). Ia meninggal akibat komplikasi penyakit dengan sindroma Parkinson yang diidapnya sejak dua puluh tahun lalu.
Obama juga memuji sebagai orang yang mau berjuang buat orang lain.

image

“Perjuangannya di luar ring telah membuatnya kehilangan gelar dan posisinya sebagai tokoh masyarakat. Ia telah menciptakan banyak musuh dan bahkan nyaris membawanya ke penjara,”‘ kata Obama.
“Namun Ali tetap bertahan. Kemenangannya pada masa lalu telah membawanya ke Amerika yang kita kenal sekarang,” lanjut Obama.

Muhammad Ali lahir di Louisville, Kentucky, Januari 1942 dengan nama Cassius Marcellus Clay. Ia meraih medali emas buat negaranya di Olimpiade Roma 1960 sebleum menjadi juara dunia tinju kelas berat pada 1964.
Kisah hidupnya yang kontroversial dimulai ketika ia memutuskan memeluk agama Islam dan mengubah nama menjadi Muhammad Ali. Pada 1967, ia dijatuhi hukuman berupa pencabutan gelar juara karena menolak ikut wajib militer dan dikirim ke Vietnam.

Setelah hukumannya habis pada 1970, Ali kembali ke ring dan kemudian merebut gelar juara dunia tinju kelas berat dengan memukul KO George Foreman pada 1974.
Ali mempertahankan gelar juara dunia hingga 1978 ketika kalah dari Leon Spinks.
Ali terakhir kali bertarung pada 1981. Tiga tahun kemudian ia diketahui mengidap sindroma Parkinson yang dideritanya sebagai akumulasi pukulan yang diterima di bagian kepala selama bertahun-tahun.

Dan meski telah pensiun dan sakit parah, Ali terus berusaha menjadi panutan buat banyak orang. Pada pembukaan Olimpiade Atlanta 1996, Ali membuat jutaan orang menangis ketika ia dengan tangan gemetar dan kaki yang agak sulit melangkah menaiki tangga untuk menyalakan api Olimpiade.

Selamat jalan sang legenda…

Library : tribunnews

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s