Ini Tanggapan Jokowi Soal Curhat Bandar Narkoba Fredy Budiman

image

M2000 – Beberapa waktu lalu atau 2 hari sebelum dilakukannya eksekusi mati Jilid 2 kasus Narkoba, masyarakat di hebohkan dengan pernyataan tertulis Haris Azhar dari Kontras tentang pernyataan Fredy Budiman yang mengatakan ada keterlibatan aparat dalam kasus narkoba yang dijalankannya.

Dalam pernyataan tertulis tersebut dikatakan Fredy di beking oleh Jendral dan bahkan katanya , Fredy pun sudah menyetor hingga puluhan milyar ke aparat.

Yang belum tahu ceritanya silahkan membaca dulu : Pengakuan Mengejutkan Fredy Budiman , Aparat Terlibat

Kini , Presiden Joko Widodo atau Jokowi sudah mendengar pengakuan atau testimoni Freddy Budiman yang disampaikan Koordinator Kontras Haris Azhar. Hal itu diungkapkan Juru Bicara Kepresidenan, Johan Budi.

Kepada wartawan, Johan Budi mengatakan bahwa presiden cukup memberi perhatian pada permasalahan ini. Pada prinsipnya, semua aparat yang terlibat narkoba harus diberantas.

“Pertama presiden sampaikan, presiden sudah mendengar info yang disebut dari Freddy. Semua aparat yang terlibat dalam konteks hukum, terutama narkoba, tentu harus disikat, bahasanya disikat,” ujar Johan Budi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu 3 Agustus 2016.

Meski begitu, tindakan tegas kepada para oknum aparat yang terlibat narkoba harus dilengkapi dengan bukti-bukti kuat. Jadi testimoni yang disampaikan tidak menjadi tuduhan semata.

“Presiden mau memberi pemahaman kepada publik semua orang boleh berpendapat, tapi harus dipikirkan matang dulu untuk kemudian info atau kritik itu di-share ke publik. Apalagi info itu sifatnya serius tuduhan terhadap institusi,” imbuh mantan Juru Bicara KPK itu.

Dari peristiwa ini harusnya bisa diambil pelajaran. Paling tidak, setiap orang harus berpikir matang-matang dulu sebelum membagi informasi ke publik.

Di sisi lain, Jokowi ingin testimoni ini dijadikan momentum untuk introspeksi diri oleh aparat penegak hukum. Kritik dan informasi itu jangan semata-mata dilihat sebagai pencemaran nama baik, tapi untuk evaluasi internal.

“Presiden mengingatkan ke aparat untuk melihat kritik atau informasi itu sebagai masukan untuk melakukan koreksi apabila kritik dan informasi itu berkaitan dengan oknum aparatnya. Kritik dan informasi itu harus dilihat sebagai bahan masukan,” pungkas Johan .

Library : liputan6

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s