Iklan
Oleh: masshar2000 | 19 September 2016

Inilah 4 Kasus Peretasan Hacker Paling Sadis Di Dunia

image

M2000 – Anda pasti sering mendengar kata Hacker …Ya , hacker atau peretas sudah tidak diragukan lagi sepak terjangnya di dunia internet atau cyber dan mungkin ini adalah life style atau gaya hidup dari sebagian orang.

Tiap hari, sebuah pembobolan atau setidaknya pelanggaran kode etik dengan menerobos keamanan internet selalu terjadi di berbagai belahan dunia. Hal ini terjadi mulai dari sebuah website kecil, hingga website yang dikelola perusahaan besar atau bahkan pemerintah.
Enkripsi dengan kesulitan yang luar biasa pun belum tentu jadi penghalang yang kokoh bagi berbagai data penting yang ada di baliknya.
Dengan makin mencuatnya banyak kasus peretasan yang terjadi di dunia dalam satu dekade terakhir, berbagai kasus terkait hacker makin membuat para penyimpan data di dunia maya takut. Bahkan beberapa kasus benar-benar mencolok di antara ribuan yang lainnya.

Dalam satu dekade terakhir, terdapat penyerangan hacker mengerikan seperti Stuxnet yang mampu membuat error sebuah mesin sentrifugal nuklir, hingga kasus peretasan perusahaan film raksasa hingga film terbarunya tak jadi tayang.

Berikut beberapa kasus pembobolan hacker paling mengerikan dalam satu dekade terakhir.

1. Pembobolan Estonia

Pembobolan besar-besaran terjadi di Estonia pada April 2007 silam. Peretasan yang terjadi di berbagai website Pemerintahan Estonia ini membuat beberapa website mati total. Bahkan, para hacker menghapus website dari sang Presiden, para Menteri, dan para anggota parlemen.
Peretasan ini juga terjadi di sektor finansial dan juga situs-situs media di Estonia. Kejadian ini berlangsung dalam 21 hari, di mana Estonia harus menjalani hidup tanpa internet dalam jangka waktu tersebut. Saking masifnya, kejadian ini dijuluki “Web War One,” sebuah plesetan dari World War One.

Hal ini terjadi diduga karena Pemerintahan Estonia memutuskan untuk menurunkan sebuah patung dari era Soviet dari ibukota negara di Eropa Utara tersebut, Tallinn.

Estonia menuduh Rusia sebagai otak dibalik kejahatan teknologi ini. Meski ternyata akhirnya diketahui bahwa orang Rusia-lah yang ‘memotong’ koneksi Estonia dari dunia luar dengan memutus internetnya, ternyata sang hacker tidak disponsori oleh Pemerintah Rusia. Meski demikian, peretasan ini tetap jadi perhatian dunia di mana belum pernah terjadi peretasan sebuah negara yang merusak segala aspek digital dalam satu negara.

Pemerintah Estonia yang sejak awal sudah membuat berbagai aksi untuk melawan hal ini, akhirnya mengalokasikan uang negara secara besar-besaran untuk urusan keamanan cyber di Estonia.

2. Penyerangan situs nuklir Iran oleh Amerika Serikat

Di 2006 silam, Presiden Amerika Serikat saat itu, George W. Bush, sedang geram sekaligus gelisah terhadap upaya Iran dalam memperkaya diri dengan uranium. Negara di Asia Barat tersebut bahkan berencana untuk mengembangkan roket nuklir sendiri.
Karena saat itu Bush sedang sibuk dalam berbagai hal seperti perang Iraq dan agresi militer Amerika Serikat di Timur Tengah yang juga melibatkan Israel, akhirnya Amerika Serikat memberi peringatan terhadap Iran dengan ‘senjata’ yang tentu lebih canggih dari nuklir, yakni cyber.

Sebuah ‘senjata cyber’ yang mempunyai kode “Olympic Games” lalu diganti menjadi “Stuxnet” ini dirancang oleh para peneliti keamanan komputer untuk membobol pertahanan nuklir Iran.

Kode tersebut akhirnya bisa masuk ke fasilitas nuklir Iran, bahkan bisa merusak sistem kontrol nuklirnya secara spesifik. Caranya adalah dengan mengatur kecepatan sentrifugal yang menjadi kunci dari pengembangan nuklir tersebut, ketika kecepatannya dipercepat atau diperlambat, lama-kelamaan sistem akan tak terkontrol dan rusak dengan sendirinya. Hal ini terjadi dalam 13 hari setelah peretasan.

Iran sendiri tak pernah mengakui hal ini, di mana kambing hitam kerusakan sistem nuklir tersebut ditujukan ke ilmuwan dan insinyur yang bekerja di proyek tersebut. Hal ini awalnya memang tak disadari oleh Iran karena saking canggihnya peretasan ini, setitik jejak pun sama sekali tak tertinggal. Jangankan Iran. Liam O’Murchu, director dari Symantec menyatakan bahwa hal seperti ini tak pernah terjadi sebelumnya.

Kisah dari Stuxnet ini pun diabadikan dalam film dokumenter berjudul “Zero Days.”

Selanjutnya ….

Bangkitnya pasukan Hacker dari Iran yang dibiayai pemerintah…

Iklan

Laman: 1 2


gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: