Iklan
Oleh: masshar2000 | 23 Januari 2017

Cuitan Pedas Anas Urbaningrum Dari Balik Jeruji , Pukul Telak Cuitan SBY Di Twitter

image

Masshar2000.Com – Salah satu politikus yang dikorbankan partai Demokrat adalah mantan ketua umumnya sendiri yaitu Anas Urbaningrum .
Anas adalah salah satu orang dalam yang dikorbankan dalam serangkaian kasus korupsi saat partai demokrat berkuasa di negri ini selain Andi Malarangeng dan petinggi Demokrat lainnya.

Kenapa disebut dikorbankan ?
Karena jelas , sang putra mahkota Ibaz yang saat itu menjabat sebagai sekjen partai yang walaupun namanya sempat di sebut-sebut , tidak pernah dipanggil ataupun diperiksa .

Menanggapi cuitan SBY di twitter beberapa hari lalu , Mantan Ketua DPP Partai Demokrat, Anas Urbaningrum menitipkan sepucuk surat dari balik jeruji, Lapas Sukamiskin.

Surat yang ditulis tangan itu akhirnya jadi perhatian netizen setelah diunggah di akun twitter Anas Urbaningrum, Minggu (22/1/2017) pagi.
Cuitan itu bertanda *abah, yang berarti cuitan itu diunggah tim admin berdasarkan pernyataan langsung dari Anas Urbaningrum.

Ada tujuh poin yang ditulis Anas Urbaningrum, yang ditulis dengan perpaduan pepatah bahasa Jawa.

Berikut isi selengkapnya:

1. Ya Allah, bimbing para pemimpin kami untuk “ing ngarso sung tulodho, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani”

2. Ya Allah, jangan sampai terjadi “mestine dadi tuntunan, malah dadi tontonan”

3. Ya Allah, jauhkan kami dari pekerti “ono ngarep ngewuh-ewuhi, ono mburi ngegol-ngegoli”

4. Ya Allah, ingatkan kami bahwa “ajining diri ono ing lathi“, “ajining diri ono ing cuitan”

5. Ya Allah, jauhkan para pemimpin kami dari JARKONI, “biso ngajar ora biso nglakoni”

6. Ya Allah, jangan lupakan kami dari petuah leluhur “ojo metani alaning liyan”

7. Ya Allah, jangan ubah “lengser keprabon madeg pandhito” menjadi “lengser keprabon madeg CAKIL”
7. Ya Allah, jangan ubah “lengser keprabon madeg pandhito” menjadi “lengser keprabon madeg CAKIL”. #doa *abah
— Anas Urbaningrum (@anasurbaningrum) 22 Januari 2017

Jika diartikan satu persatu, isi surat tersebut berisi doa, harapan sekaligus sindiran dengan kondisi Indonesia saat ini.

1. Poin pertama  ,  “ing ngarso sung tulodho, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani“.

Kalimat ini terdiri dari tiga susunan kata, yang pertama Ing Ngarso Sung Tulodo yang berarti menjadi seorang pemimpin harus mampu memberikan suri tauladan bagi orang–orang disekitarnya.
Kedua , Ing Madyo Mangun Karso, berarti seseorang ditengah kesibukannya harus juga mampu membangkitkan atau menggugah semangat .
Karena itu seseorang juga harus mampu memberikan inovasi-inovasi dilingkungannya dengan menciptakan suasana yang lebih kodusif untuk keamanan dan kenyamanan.
Ketiga , Tut Wuri Handayani, berarti seseorang harus memberikan dorongan moral dan semangat kerja dari belakang.

2. “mestine dadi tuntunan, malah dadi tontonan” berarti (pemimpin) seharusnya menjadi tuntunan, bukan tontonan.

3. “ono ngarep ngewuh-ewuhi, ono mburi ngegol-ngegoli” artinya di depan mengganggu, dibelakang menjadi beban.

4. “ajining diri ono ing lathi“, “ajining diri ono ing cuitan” artinya harga diri ada pada ucapan, harga diri ada pada cuitan.

5. JARKONI, “biso ngajar ora biso nglakoni” artinya bisa mengajari tapi tak bisa melaksanakan.

6. “ojo metani alaning liyan” artinya jangan mencari-cari keburukan orang lain.

7. “lengser keprabon madeg pandhito” menjadi “lengser keprabon madeg CAKIL” artinya setelah selesai masa jabatan menjadi orang baik, menjadi, setelah selesai masa jabatan menjadi Cakil. (Cakil merupakan lambang keburukan. Dalam pewayangan Cakil selalu kalah, tewas karena kerisnya sendiri).

Cuitan Anas itupun ditanggapi beragam oleh sejumlah netizen.

Ada yang menuliskan komentar ringan bernada sindiran, ada pula yang menanyakan arti tulisan Anas tersebut, juga mengaitkan dengan cuitan Susilo Bambang Yudhoyono belum lama ini .

Malah, ada pula yang mencoba menafsirkannya secara panjang lebar lewat blog. Berikut tulisannya:

Jika dihadapkan dalam konteks cuitan SBY beberap hari sebelumnya, cuitan Anas Urbaningrum ini terasa ‘menyerang’ SBY. Rasa serangan ada pada setiap cuitannya dari satu hingga tujuh.

Pemilihan kultwit yang hanya tujuh bisa dimaknai sebagai tanda. Ingat 7 adalah nomor urut Partai yang diketuai oleh SBY, Partai Demokrat.

Bagaimanapun juga, SBY adalah tokoh yang seharusnya dianut oleh banyak orang. Terutama kader-kader partai Demokrat.

Bagaimana pendapatmu ?

BACA JUGA : Meme cuitan SBY di twitter …Kena dehh

Library : infoteratas

Iklan

gunakan suaramu

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: