Iklan
Oleh: masshar2000 | 17 Maret 2017

Fakta Di Balik Murahnya Harga Mainan Asal China

image

M2000 – Jika kita cermati , hampir semua produk yang beredar dipasaran adalah brand dari China , ponsel  sampai sajadah semua berasal dari China.
Apalagi yang berbahan dasar plastik seperti mainan , nyaris semua dari China .

Dan hebatnya China merupakan eksportir terbesar mainan di dunia. Hampir 75 persen mainan yang dijual di dunia ini berasal dari China. Sudah bukan rahasia lagi jika barang-barang yang datang dari negara ini pasti memiliki harga miring alias murah.
Kebetulan admin sendiri juga pedagang mainan , jadi tahu betul bahwa produk China memang menguasai sektor ini.
Nyaris hanya mainan Hotwheel dan Mattel yang bisa bersaing .

Seorang fotografer, Michael Wolf, menyaksikan realita pekerja yang memproduksi mainan massal di China dan menyebut proyeknya ini sebagai “The Real Toy Story” atau kisah nyata di balik pembuatan mainan.

Saat itu Wolf bekerja dengan tiga asisten selama 10 jam per hari. Ia melihat bagaimana para buruh bekerja selama tiga hari untuk mengambil foto. Dihimpun dari laman Amusingplanet.com
Berikut ini fakta mengejutkan di balik harga murah mainan buatan China :

Gaji pegawai sangat kecil

Harga satu buah mainan berkualitas tinggi di negara barat sama dengan gaji enam bulan pekerja pabrik mainan di China. Mereka biasanya dibayar Rp 3 juta per bulan untuk 10 jam kerja per hari, artinya ini penghasilan mereka dibawah standar .
Tapi mereka mau , karena biarpun dibayar dibawah standar , mereka tidak ada pilihan karena biarpun lapangan pekerjaan sangat banyak , tetap tidak sebanding dengan jumlah penduduknya yang sangat banyak , bahkan terbanyak didunia.
Pekerja disana hampir tidak punya waktu istirahat.

Wolf berhasil mendapatkan foto pekerja yang mengambil jam istirahat untuk tidur siang di bawah tumpukan boneka plastik. Waktu istirahat yang diberikan pada para pegawai biasanya hanya 30 menit per shift.

image

Banyak pekerja perempuan

Jika diperhatikan, hampir semua pegawai di pabrik ini semuanya wanita.
Jika telah berkeluarga, mereka terpaksa harus meninggalkan tanggung jawabnya sebagai ibu rumah tangga.

Pekerja tidak menggunakan pakaian pengaman

Membuat mainan plastik tentu tidak lepas dari bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan.
Dengan masker dan pakaian seadanya, para pegawai mau tidak mau harus bekerja menantang berbagai risiko.
Bahkan, jika mereka tidak masuk bekerja dengan alasan berobat, mereka tidak akan mendapat uang pengganti.

Berlakunya sistem “Hukou” di China

Hukou” adalah sistem yang mengatur kesejahteraan pekerja di China, termasuk akomodasi, kesehatan, pendidikan, dan uang pensiun.
Pada aturan ini, uang pensiun adalah tanggung jawab daerah tempat lahir si pekerja.
Itu artinya, pegawai yang merantau tidak berhak menuntut kesejahteraan dari pabrik tempat ia merantau.

Banyak mempekerjakan anak sekolah sebagai karyawan magang

Untuk meningkatkan softskill, pihak sekolah biasanya mengirim anak didiknya untuk magang.
Keuntungan justru didapatkan pihak pabrik karena mendapat tenaga tambahan tanpa mengeluarkan uang.

Gambaran fakta ini setidaknya akan merubah image anda tentang orang China yang selalu berlimpah harta.
Namun tidak salah juga , karena yang sering kita lihat sehari-hari , orang China identik dengan pengusaha , pedagang ataupun penghasil uang , setidaknya di Indonesia .
Walaupun tidak dipungkiri juga , banyak warga  China keturunan yang tidak beruntung ( miskin ) di negara kita .
Setidaknya di kota Solo , di sekitar pasar gede , banyak dijumpai orang China yang berjualan di emper-emper toko atau berjualan rokok di lapak-lapak pinggir jalan.

BACA JUGA :

Ternyata China adalah Aulia ( Teman Setia ) Arab Saudi

Library : tribunnews.com

Iklan

gunakan suaramu

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: