Iklan
Oleh: masshar2000 | 30 April 2017

AHOK EFFECT : Karangan Bunga Untuk Ahok Tembus 7000 buah , Kenapa Tidak Masuk Rekor Muri ?

image

Masshar2000.Com – Suasana Balai Kota DKI tak seperti biasanya. Karangan bunga berukuran rata-rata sekitar 2×1,5 meter tak henti-hentinya diantar para tukang bunga dengan mobil pick up.

Karangan bunga kemudian diletakkan di sepanjang trotoar jalan setelah serah terima dengan staf di Balai Kota. Sejak Selasa lalu karangan bunga memang sudah memenuhi halaman Balai Kota sehingga tak lagi mampu menampung yang baru datang pada hari setelahnya .

Menurut laporan yang dirilis liputan6.com , sampai dengan hari minggu ( 30/04 ) jumlah karangan bunga yang datang sudah mencapai 7200 buah , tentu ini menjadi fenomena tersendiri . Seperti diketahui Ahok kalah dalam pilgub DKI yang digelar pada tanggal 19 april lalu , namun bukan Anies yang menjadi pemenang yang mendapatkan ucapan selamat , namun justru Ahok yang mendapatkan karangan bunga .
Ya ada istilah ” Katakan dengan Bunga ” karena bunga identik dengan kasih sayang .

Saking banyaknya, karangan bunga terpaksa diletakkan di lapangan eks IRTI Monas.
Menurut sebagian pengunjung yang datang kebalai kota , Ahok- Djarot bagai kekasih yang akan pergi dari hari-hari warga Jakarta. Karangan bunga pun tak lagi bertuliskan kata-kata resmi seperti biasanya, melainkan kalimat “baper”.
Di balik move on yang lambat, ada mantan yang hebat. Terima kasih Pak Ahok-Pak Djarot,” bunyi pesan pada karangan bunga dari Badja FKG UI 2008.

Ahok- Djarot diibaratkan sebagai mantan terindah sehingga membuat beberapa warga sulit berpaling ke lain hati. Karangan bunga juga jauh dari kata “selamat”, tetapi lebih banyak kata “terima kasih” atau “semangat”.
Terima kasih Pak Ahok- Djarot atas peluh keringat yang tercurah buat Jakarta. Dari kami yang patah hati ditinggal saat lagi sayang-sayangnya,” demikian pesan pada karangan bunga yang lainnya.

Beberapa warga yang tak ikut mengirim bunga pun mengaku jadi ikut baper gara-gara melihat reaksi warga yang di luar dugaan atas kekalahan Ahok- Djarot.
Erika, salah seorang warga yang sengaja berjalan melintasi kawasan Balai Kota mengaku merinding ketika melihat banyaknya karangan bunga.
Merinding lihatnya. Padahal gue bukan pendukung Ahok banget juga sih,” kata Erika.

Penjual bunga kewalahan

Penjual bunga otomatis kebanjiran pesanan untuk dikirim ke Balai Kota. Salah satu penjual bunga di Toko Krekot, Jalan Sukarjo Wiryopranoto, Jakarta Barat, Boby, mengaku ada 30 karangan bunga yang dipesan untuk Ahok- Djarot.
Menurut Boby, karangan bunga itu tak hanya dipesan oleh warga Jakarta. Ada juga warga di luar kota yang memesan melalui telepon.
Ia mengaku kewalahan karena ada beberapa pelanggan yang memesan secara mendadak. Toko Krekot pun terpaksa menolak beberapa pesanan saking banyaknya.
Pesennya jam 09.00 pagi, minta dianter ke Balai Kota jam 10.00 pagi. Bikin bunga kan tidak seperti main sulap,” kata dia.

Toko bunga Padma yang terletak di Jalan MPR III Dalam, Jakarta Selatan, juga merupakan salah satu toko yang mengirimkan karangan bunga ke Balai Kota. Pemilik toko, Linda, mengungkapkan, banyak pemesan bunga secara perorangan. Hingga Rabu kemarin, pesanan untuk ke Balai Kota mencapai lebih dari 50 karangan bunga.

Lain lagi dengan cerita pemilik toko bunga Florist Lotus, Melvin. Ia mengaku kaget dengan banyaknya pesanan karangan bunga ke Balai Kota. Bahkan menurut Melvin, tetangga sekitar, teman dekat, hingga kliennya juga ikut memesan karangan bunga untuk Ahok- Djarot.
Kata-kata atau kalimat yang dipesan dalam karangan bunga kerap membuat Melvin tertawa sendiri.

Disangka rekayasa

Lingkungan Balai Kota yang tiba-tiba berubah menjadi “Taman Bunga” itu tidak pernah terjadi sebelumnya. Terkait fenomena itu, belakangan beredar screenshot pesan WhatsApp yang menduga banjirnya karangan bunga itu adalah rekayasa pihak Ahok- Djarot.
Pesan itu berisi seolah-olah Ahok yang memesan ribuan karangan bunga ke Balai Kota. Mendengar tuduhan itu, Ahok spontan langsung geram.

image

Kamu coba tanya saja sama mereka (warga) sendiri,” kata Ahok kepada wartawan di Pendopo Balai Kota, Rabu malam lalu.

Ahok tak habis pikir mengapa ada orang yang sengaja membuat screenshot chat Whatsapp palsu, lalu menyebut fenomena karangan bunga adalah “setting-an”.

Orang yang bikin itu ya, maunya apa dari gue gitu lho? Lu tanya maunya dia apa yang bikin itu,” kata Ahok.

Djarot pun merasa kesal dengan adanya tuduhan rekayasa itu. Menurut Djarot, kesedihan hingga tangisan warga Jakarta tak bisa direkayasa. Djarot menyayangkan ada pihak yang berpikiran seperti itu.

Tunjukan kepada saya, bagaimana caranya men-setting sekian banyak orang yang bersedih dan menangis? Bagaimana caranya? Jangan begitu lah, kita harus rasional juga,” ujar Djarot.

Sementara itu, menurut psikolog politik, Hamdi Muluk, banyaknya karangan bunga yang dikirim untuk Ahok- Djarot adalah cara warga mengekspresikan perasaannya. Ia tak melihat adanya rekayasa dalam banyaknya karangan bunga yang dikirim ke Balai Kota.

Menurut saya, logikanya tidak mungkin ini rekayasa. Bagaimana satu orang bisa mengatur ekspresi, ucapan yang beragam, kreativitas ini?” kata Hamdi kepada Kompas.com, Jumat (28/4/2017).

Hamdi mengatakan, ada efek menular ketika karangan bunga terus berdatangan, hingga kini jumlahnya hampir mencapai ribuan karangan bunga. Perasaan sedih, prihatin, atau pun simpati dapat menjalar dari satu orang ke orang lain.
Kepemimpinan Ahok, lanjut Hamdi, dinilai berkesan oleh para pengirim bunga maupun membeludaknya warga yang datang ke Balai Kota. Kesedihan dan tangisan warga di Balai Kota kembali mematahkan anggapan pengiriman karangan bunga adalah rekayasa.
Bunga adalah bentuk kasih sayang dan kata-kata di dalam karangan bunga menjadi ungkapan perasaan yang barangkali terpendam selama ini.

Menurut Hamdi, pengiriman karangan bunga kepada Ahok- Djarot adalah ekspresi yang disampaikan secara positif. Mereka merasa senang dan puas setelah mengirim karangan bunga dan itu menyehatkan jiwa warga Jakarta.

Kenapa tidak masuk rekor Muri ?

Pertanyaan ini sering dilontarkan netizen terkait karangan bunga untuk Ahok yang melimpah ruah itu.
Berbagai spekulasi pun muncul , seperti kita ketahui ketua MURI adalah yang pada beberapa kesempatan tampil di televisi selalu menyanjung Riziq Shihab yang terang-terangan menolak Ahok , kemungkinan besar karena itulah Jaya Suprana tidak memasukkan peristiwa unik dan langka ini dalam buku rekor yang dimilikinya .

image

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: