Iklan
Oleh: masshar2000 | 17 Agustus 2017

Indonesia Darurat Medsos , Ayo Jadi Netizen Yang Joss

image

M2000 – Bermunculannya akun-akun palsu di medsos memang cukup meresahkan .
Mereka seakan gampang sekali menyalahkan kubu lain yang besebrangan dan mengumbar kata-kata umpatan dan caci maki pada siapapun termasuk kepada para ulama yang beda pendapat dan tentunya pada pemerintah yang sah .

Sebenarnya , kasus ini bermula saat mendekati pilpres 2014 lalu dimana kedua kubu pendukung saling kritik dan saling menjatuhkan lawannya di medsos maupun media lain .
Ini termasuk menyebarkan Hoax dan Fitnah diberbagai media . Anda pasti ingat kasus OBOR RAKYAT yang sempat menghebohkan jelang pilpres 2014 lalu bukan ?
Media yang dianggap provokatif ini secara tertruktur , sistematis dan masif disebar secara luas di pesantren-pesantren untuk menjatuhkan Jokowi , yang paling santer saat itu adalah isu PKI dan boneka Mega .
Namun nyatanya Jokowi tetap menang , tapi para pendukung Prabowo tidak mau mengakui kemenangan Jokowi , inilah awal mula perang sosmed .

Inilah pola pikir mundur menurut saya , kapan negri ini akan maju jika isinya cuma para pendendam dan orang-orang berpikiran sempit  ( sumbu pendek ).
Seharusnya negri ini bisa lebih maju dari sekarang jika mereka bisa berpikir kedepan .
Coba amati di medsos , isinya cuma hujatan dan ujaran kebencian kepada para pemimpin dan bukan sekedar lagi kritikan tapi suduh cenderung ke radikal . Bagaimana tidak,  dengan akun yang saling berafiliasi dan dengan sebuah rencana yang terstruktur , sistematis dan masif mereka berupaya memprovokasi membenci pemerintah yang sah dengan cara menyebarkan berita hoax atas nama bela agama , bela rakyat dengan alasan melawan kebatilan .

Pemerintah dianggap melawan ulama dan mengkriminalisasi ulama padahal pemerintah sudah berkali-kali menggandeng ulama dan mengundang mereka ke istana untuk berdialog .
Aneh memang , hampir semua petinggi negri ini adalah muslim , dari presiden , wakilnya , kapolri dan juga panglima TNI , bagaimana mungkin mereka memusuhi islam dan mengkriminalisasi para ulama , ulama yang mana yang didiskriminalisasi ?

Secara hukum ” diskriminalisasi” adalah upaya mengkriminalkan seseorang tanpa adanya hukum dan undang-undang yang berlaku .
Jadi gini , misal ada orang ditangkap tapi tidak ada landasan hukumnya , terus setelah orang tersebut ditangkap barulah undang-undang atau hukum tersebut dibuat untuk memenjarakannya , ini yang namanya diskriminalisasi , tapi kalau memang orang tersebut ditangkap atau dijadikan tersangka karena memang melanggar pasal yang sudah ada , ya berarti bukan didiskriminalisasi karena payung hukumnya sudah jelas .

Terus ada kasus penghinaan kepada pemimpin dan simbol negara , terus ada kasus persekusi dan mereka ditangkap , apakah ini dibenarkan ?
Secara hukum mereka memang harus diproses hukum karena jelas melanggar hukum , dan yang di medsos jelas melanggar UU ITE tentang ujaran kebencian .

Ada yang mengatakan , kok jaman presiden yang dulu tidak ditangkap-tangkapin sedangkan pada rezim sekarang kritik dikit ditangkap.
Semua orang harus bisa membedakan mana kritik mana menghujat dan menghina .
Kritik itu sifatnya membangun dan mengingatkan , misalnya dilingkungan kita ada seseorang yang kita tidak suka karena kelakuannya , apakah kita harus memaki-makinya …kalau anda berani ya silahkan , artinya anda harus siap berhadapan dengan orang tersebut apapun resikonya yang harus ditanggung .

Tapi kalau anda baik , tentunya anda akan bicara baik-baik dengan orang tersebut , dialog adalah cara terbaik , kemudian meningkat ke kritik dan stop di kritik saja jika anda tidak mau menanggung resiko . Karena sebenarnya sudah mengingatkan saja juga sudah bagus apalagi jika anda orang yang berpengaruh di wilayah tersebut pastilah orang tersebut tergerak hatinya untuk berubah .

Ada lagi yang mengatkan anda yang memupuk tanaman , saya yang memberantas hamanya .
Nah , ini kadang orang salah mengartikan amar ma’ruf nahi munkar .
Yang namanya memerangi kebatilan itu juga harus dengan cara-cara yang benar , jangan hanya didasari atas kemauan sendiri dan malah menimbulkan kerusakan yang lainnya , tapi tidak mau bertanggung jawab setelahnya .

Indonesia memang darurat medsos , bahkan fatwa haram tentang medsos dari MUI pun tidak digubris . Pernahkah anda melihat aksi pengawalan fatwa bermedsos ini , padahal jelas ada ormasnya .
Terus apa fungsi pengawalan fatwa tersebut , coba hitung , dari beberapa fatwa yang sudah dikeluarkan MUI , sudah berapa fatwa yang mereka kawal ?

Saya sih baru melihat satu saja yaitu pada kasus Ahok , artinya nama ormas yang menamakan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI atau GNPF MUI tidak relevan lagi menggunakan nama tersebut
Dan pada kasus terakhir soal fatwa MUI yang mendukung PERPPU no 2 2017 , kenapa malah ditentang PERPPU tersebut , seharusnya mereka mengawal bukan malah menolak dan mendemonya , apalagi nama ormas tersebut ada embel-embelnya MUI .

Sebaiknya GNPF MUI berbesar hati membubarkan diri atau setidaknya mengganti nama organisasinya karena memang tidak relevan lagi menyandang nama itu .
Kalau orang jawa bilang ”  Abot Sanggane ” atau berat menanggung beban nama tersebut .

Indonesia memang darurat medsos , mari kita perangi dengan melawan hoax , caranya dengan mengklarifikasi berita tersebut lewat medsos juga tentunya , terus jangan gampang meng-share berita-berita dari situs abal-abal yang belum jelas kebenarannya .
Dan yang utama adalah jangan mudah terprovokasi kemudian ikut-ikutan menghujat di medsos …   karena anda sendirilah yang menanggung resiko jika ” kebablasan “.

image

Mari perangi hoax

Ayo Move on …Pilpres sudah lewat , Pilkada DKI juga sudah lewat , mari kita dukung Presiden sekarang sampai akhir masa jabatannya , berilah ruang untuk bekerja dan meralisasikan janji-janji kampanyenya .
Juga pada gubenur terpilih DKI , biarkan mereka dan timnya nanti menyelesaikan masalah pelik di ibukota agar bisa merealisasikan janji-janji kampanye nya dan menyelesaikan masa jabatannya …

Jangan terburu nafsu , pilpres masih dua tahun lagi , bertarunglah secara fair !

Mari kita kawal mereka …  MOVE ON …MOVE ON

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: