Siapa Bilang Arab Saudi Tidak Punya Hutang

image

M2000 – Banyak orang tidak mengetahui kalau negara kaya raya akan SDA tetap akan membutuhkan hutang dalam memajukan negrinya .

Beberapa golongan orang yang mendewakan Arab Saudi tampaknya harus meneteskan air mata karena ternyata hutang Arab Saudi sama banyaknya dengan Indonesia yang merupakan negara berkembang .

Lantas untuk apa hutang bagi negara maju dan kaya seperti Arab Saudi ?
Ya , tentu kita harus tahu , dikawasan timur tengah , Arab Saudi kerap kali terlibat atau ikut campur alias terlibat perang dengan alih-alih menciptakan perdamaian dunia dan ternyata cukup menguras kantong untuk belanja militer saja .

Lihatlah di Suriah dan terakhir di Yaman , bagaimana Arab Saudi memimpin koalisi barat mengobrak-abrik negara Yaman yang sedang dilanda konflik antara milisi Houti dan pemerintah .
Ternyata untuk belanja militer saja , Saudi harus merogoh kantongnya lebih dalam .

image

Dilain sisi , di tengah upaya memulihkan kondisi perekonomian negara yang goyah akibat jatuhnya harga minyak, Arab Saudi kian dekat untuk mengamankan kesepakatan pinjaman US$ 10 miliar atau Rp 131,6 triliun dari bank internasional.

Sebagaimana dikutip dari laman BBC, negara eksportir minyak terbesar di dunia itu awalnya berupaya mendapatkan pinjaman US$ 8 miliar, tapi tingginya kebutuhan membuat Departemen Keuangan Negara Saudi meningkatkan jumlah pinjaman.

Namun begitulah Saudi , demi gengsi , Pemerintah Saudi rela merogoh uang yang tidak sedikit . Contohnya lainnya adalah  beberapa waktu yang lalu , rombongan raja Salman yang ke Asia berapa ratus miliar di habiskan untuk senang-senang . Di Indonesia saja , untuk berkunjung selama dua minggu , Raja saudi beserta 1500 orangnya  konon menghabiskan 150 miliar .
Padahal di negaranya sedang mengalami krisis keuangan karena harga minyak merosot tajam .

Dan nyatanya dalam 10 tahun belakangan ini saja total hutang Arab Saudi mencapai SAR 316,50 atau setara dengan Rp. 1225 Triliun. Bandingkan dengan Indonesia yang berhutang sejak negeri merdeka mencapai Rp. 3.700 triliun dengan populasi 8 kali dari penduduk Saudi seperti dikutip dari redaksiindonesia.com

Dengan kondisi harga minyak yang ada, di perkirakan hutang Saudi sampai dengan tahun 2020 akan mencapai USD 255 miliar atau setara dengan Rp. 3400 triliun.
Itu sama saja setiap penduduk Saudi punya hutang sebesar Rp. 104 juta. Sangat mengerikan jebakan hutang.
Hanya masalah waktu kurs tetap akan di lepas ke pasar. Nasib Saudi akan sama dengan negara yang pernah berjaya karena SDA seperti Libya , Kuwait dan Irak tentunya .

Pesta kemelimpahan akan minyak berpuluh puluh tahun justru melahirkan kutukan panjang bagi generasi Saudi selanjutnya.
Suka tidak suka. Kini Saudi masuk dalam jebakan kapitalis.

Namun kerajaan Saudi punya cara hebat untuk memastikan hutang terbayar. Caranya ? Barang-barang akan naik secara lambat tapi pasti. Kenaikan harga itu bukanlah karena factor demand and supply dimana barang sedikit namun permintaan banyak. Bukan !. Kenaikan itu terjadi by design lewat system. Negara terus berhutang untuk hari ini dan karenanya nilai uang tergerus.

Para industriawan berhitung harga pokok produksi dengan menghitung nilai uang yang tergerus. Para pedagang berhitung harga pokok penjualan dengan menghitung nilai uang yang tergerus. Para buruh menuntut gaji naik dengan menghitung nilai uang yang tergerus.

Disamping itu , by system tidak ada satupun kegiatan yang bisa tumbuh dan berkembang tanpa hutang.
* Industriawan butuh hutang untuk memicu produksi.
* Pedagang perlu hutang untuk menjaga stok barang dan menjamin supply.
* Karyawan butuh hutang untuk kebebasan berkonsumsi mendapatkan rumah dan kendaraan.

Kalau sudah begitu bagaimana mereka bisa berkelit lagi bahwa mereka tidak berhutang. Kehidupan terjerat dalam system berhutang itu. Setiap orang beli barang atau jasa, itu tandanya orang sedang mengangsur hutang Negara, hutang industriawan, hutang pedagang…Ingat itu!.

Apakah kehidupan seperti ini sehat?
Jelas tidak , apalagi di negara dengan sistem monarki seperti Saudi yang tidak ada demokrasi dan tidak ada transfaransi kebijakan ?

Saya berharap Saudi mau belajar dari Indonesia yang pernah berjaya karena minyak di era Soeharto akhirnya tumbang.
Dahulu rakyat Indonesia di manjakan dengan subsidi , sementara hutang terus bertambah tanpa ada yang mengawasi karena rakyat terbius dengan harga-harga yang murah padahal itu subsidi.

Kini , walau terlambat melakukan restruktur Ekonomi secara revolusioner , namun di Era Jokowi , pemerintah Indonesia mampu melakukan restrutur APBN dari konsumsi ke produksi . Artinya mengurangi subsidi untuk dialihkan ke sektor lain yaitu infrastruktur dengan harapan pertumbuhan ekonomi akan merata diseluruh penjuru negri .
Inilah yang dinamakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Memang resikonya besar dan tentu akan terjadi goncangan politik , banyak yang mengkritik dan bahkan menghujat pemerintah tidak pro rakyat .
Tapi ini harus di lakukan. Kalau tidak , akan bernasib apes seperti Venezuela yang pernah memberi semua rakyat dengan subsidi semua sektor, akhirnya tumbang, karena terjebak dengan program populis dan pak Harto pun pernah melakukannya dan akhirnya juga tumbang bukan ?

Iklan

One thought on “Siapa Bilang Arab Saudi Tidak Punya Hutang

  1. Ping-balik: Inilah Deretan Negara Yang Tidak Punya Hutang |

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s