Iklan
Oleh: masshar2000 | 21 September 2017

Ingat Pembantaian Massa 1965-1966 Pasca G 30S/PKI

image

M2000 – Kita semua setuju PKI adalah pemberontak yang sadis , bagaimana tidak 7 Jendral yang kita kenal sekarang sebagai Pahlawan Revolusi adalah korban kebiadaban PKI di masa itu …dan itu sudah fix tanpa ada perdebatan , jadi tidak perlu kita perjelas dan kita ungkit-ungkit lagi , biarlah itu menjadi catatan hitam sejarah bangsa Indonesia .

Namun yang menjadi perdebatan selanjutnya adalah pasca terjadinya G30S/PKI .
Kita tentu tahu bahwa setelah Suharto berkuasa , fakta sejarah seperti dibungkam terlebih soal PKI .

Pembantaian Massa di Indonesia 1965–1966

Peristiwa ini kita kenal dan terkadang disebut sebagai Genosida di Indonesia yaitu peristiwa pembantaian terhadap orang-orang yang dituduh komunis di Indonesia pada masa setelah terjadinya Gerakan 30 September (G30S/PKI) di Indonesia.

Menurut sejarahnya , diperkirakan lebih dari setengah juta orang dibantai dan lebih dari satu juta orang dipenjara dalam peristiwa tersebut , jelas ini adalah tragedi kemanusiaan yang lebih parah dari konflik Rohingya Myanmar di masa kini .

Pembersihan ini merupakan peristiwa penting dalam masa transisi ke Orde Baru .
Ya , Partai Komunis Indonesia (PKI) dihancurkan, pergolakan mengakibatkan jatuhnya presiden Soekarno, dan kekuasaan selanjutnya diserahkan kepada Soeharto.

Menurut sejarah , tragedi kemanusiaan ini berawal dari konflik internal dalam tubuh Angkatan Darat yang muncul sebagai akibat kesenjangan perikehidupan antara tentara prajurit dengan tentara perwira.
Konflik laten dalam tubuh Angkatan Darat yang sudah dimulai sejak 17 tahun sebelumnya, kemudian mendapatkan jalan manifestasinya ketika muncul isu tentang rencana Kudeta terhadap kekuasaan Soekarno yang akan dilancarkan oleh Dewan Jenderal.

Perwira-perwira Angkatan Darat yang mendukung kebijakan Sosialisme Soekarno kemudian memutuskan untuk melakukan manuver (aksi) polisionil dengan menghadapkan tujuh orang Jendral yang diduga mengetahui tentang Dewan Jendral ini ke hadapan Soekarno.
Target operasi adalah menghadapkan hidup-hidup ketujuh orang Jendral tersebut. Fakta yang terjadi kemudian adalah tiga dari tujuh orang Jendral yang dijemput paksa tersebut, sudah dalam keadaan anumerta.

Soeharto adalah tokoh yang paling awal menuduh PKI menjadi dalang dari peristiwa pagi hari Jumat tanggal 01 Oktober 1965 tersebut. Tanpa periksa dan penyelidikan yang memadai, Soeharto mengambil kesimpulan PKI sebagai dalang hanya karena Kolonel Untung yang mengaku menjadi pimpinan Dewan Revolusi (kelompok tandingan untuk Dewan jendral) memiliki kedekatan pribadi dengan tokoh-tokoh utama Biro khusus Partai Komunis Indonesia.

Hasil akhirnya adalah Komunisme dibersihkan dari kehidupan politik, sosial, dan militer, dan PKI dinyatakan sebagai partai terlarang.

Pembantaian massa sendiri dimulai pada Januari 1966 seiring dengan maraknya aksi demonstrasi mahasiswa yang digerakkan oleh Angkatan Darat melalui Jendral Syarif Thayeb dan memuncak selama kuartal kedua tahun 1966 sebelum akhirnya mereda pada awal tahun 1967 (menjelang pelantikan Jendral Soeharto sebagai Pejabat Presiden).
image

Pembersihan PKI dimulai dari ibu kota Jakarta, yang kemudian menyebar ke Jawa Tengah dan Timur, lalu Bali.
Ribuan vigilante (orang yang menegakkan hukum dengan caranya sendiri) dan tentara angkatan darat menangkap dan membunuh orang-orang yang dituduh sebagai anggota PKI.

Meskipun pembantaian terjadi di seluruh Indonesia, namun pembantaian terburuk terjadi di basis-basis PKI di Jawa Tengah, Timur, Bali, dan Sumatera Utara.

Usaha Soekarno yang ingin menyeimbangkan nasionalisme, agama, dan komunisme melalui Nasakom telah usai. Pilar pendukung utamanya, PKI, telah secara efektif dilenyapkan oleh dua pilar lainnya-militer dan Islam politis  dan militer berada pada jalan menuju kekuasaan.
Lengkap sudah penderitaan Sukarno sang pendiri bangsa , karena pada Maret 1967, Soekarno dicopot dari kekuasaannya oleh Parlemen Sementara, dan Soeharto menjadi Pejabat Presiden tentu saja melalui surat sakti SUPERSEMAR yang sampai sekarang tidak diketahui dimana surat itu .

Dan puncaknya , pada Maret 1968 Soeharto secara resmi ditetapkan menjadi Presiden oleh MPRS yang diketuai oleh Jendral Abdul Harris Nasution (yang memang sengaja Soeharto tempatkan setelah menangkap dan memenjarakan seluruh pimpinan MPRS yang notabene adalah tokoh-tokoh PKI dan tokoh-tokoh Soekarnois – PNI yang berhaluan kiri ).

Pembantaian ini hampir tidak pernah disebutkan dalam buku sejarah Indonesia, dan hanya memperoleh sedikit perhatian dari orang Indonesia maupun warga internasional , karena media masa dibredel dan menurut anak Sukarno yaitu Sukmawati , hanya menyisakan dua media yang itupun di setir pemerintah atau ikut dibredel pemerintah Orba waktu itu .
Itulah kenapa , setiap ada kesempatan bersuara putra-putri Sukarno selalu menuduh Suharto lah aktor dibalik G30S/PKI  , karena dialah sosok yang harus bertanggung jawab atas kudeta Sukarno dan tidak ada media yang mengkritisi dan memberitakannya karena memang sudah dibredel .
Tentu kita semua akan sedih dimana saat itu sang proklamator , bapak pendiri bangsa yang kondisinya sedang sakit diasingkan bahkan tanpa dokter yang memadai (dokter kepresidenan) oleh penguasa yang baru saja terbentuk …Dimana nuranimu pada bapak pendiri bangsa ?

image

Kudeta Suharto kepada Sukarno dikenal dengan istilah Kudeta Merangkak , karena Suharto menggunakan isu dewan jendral untuk menggembosi kekuatan Sukarno , umumnya kudeta yang di gulingkan adalah presidennya


Kembali ke topik pembantaian massa setelah
G30S/PKI , ternyata itu justru menarik perhatian media barat , karena seperti biasa media massa luar negri lebih tertarik pada apa yang dilakukan penguasa daripada apa yang terjadi masalah utama di negri tersebut .
Ya , kinipun tidak ada bedanya , di Indonesia kita selalu disodorkan berita yang sama yaitu kesalahan pemerintah daripada apa yang telah dilakukan pemerintah .
Contoh sederhananya adalah konflik Rohingya dan Suriah , media lebih memilih memberitakan kekejaman penguasa daripada memberitakan langkah-langlah nyata apa yang sudah dilakukan pemerintah kedua negara tersebut dan kita sebagai penikmat berita akan mudah terprovokasi .

Ya , sama dengan kejadian 1965-1966 waktu itu , media international lebih memilih memberitakan kekejaman Rezim Suharto yang baru saja muncul .
Maka jangan heran jika , media luar lebih tahu dari media indonesia sendiri , apalagi media tersebut sudah dikuasai pemerintah .

Para ahli dari berbagai prespektif ideologis menyoroti masalah pembantaian massa ini .
Berbagai saksi sejarah kekejaman orde baru tahun 65-66 tersebut kita mulai berani memunculkan jati dirinya dan anda bisa membacanya di internet , bagaimana mereka yang tidak tahu apa-apa ikut dituduh sebagai PKI diculik dan dibantai tanpa ada jalur hukum , bahkan untuk mereka yang waktu itu masih setingkat SMP dianggap sebagai PKI  , logikanya dimana , anak-anak yang tidak taku apa-apa karena memang masih kecil pun kena ciduk dan dianggap PKI dan otomatis sampai sekarang anak cucunya dicap sebagai anak cucu PKI .

Itulah kenapa pelurusan sejarah memang perlu  dan kita juga harus tahu bahwa ORBA pun tidak kalah kejam dengan PKI .
Yang unik dan boleh dibilang konyol adalah saat ada orang atau kelompok yang ingin meluruskan sejarah 65 malah dibilang PKI atau antek PKI kan bisa saja mereka adalah tokoh sejarah atau saksi hidup yang mengalami diskriminalisasi di era Orba .

Atau kita ambil saja contoh , saat ada anggota PDI yang menulis buku ” aku bangga jadi anak PKI ” , itukan hanya satu atau dua kader dari ribuan kader PDIP , masa sih PDIP di cap sebagai sarang PKI .
Atau misalkan Prabowo dituduh sebagai antek ORBA karena Prabowo pernah jadi menantu Suharto , pastilah Gerindra juga tidak mau mengakui , atau contoh lain misalnya kasus korupsi yang dilakukan presiden PKS dan ketua umum partai Demokrat , apakah kedua partai tersebut mau partainya disebut sarang koruptor , pasti tidak mau kan ?

image

Jadi sudahlah hentikan aksi saling tuduh ini , semua juga tahu PKI adalah pemberontak dan tidak boleh tumbuh lagi , larangannya sudah jelas ada di tap MPR , jadi jika ada orang yang mau meluruskan sejarah ya jangan di halangi ,
bisa jadi mereka adalah anak anak bangsa yang mau menuntut keadilan untuk dibersihkan namanya , karena waktu itu orang tua mereka dituduh PKI oleh penguasa Orba dan kini mereka dicap sebagai anak PKI .

Saya disini jelas tidak membela PKI , karena keluarga saya tidak ada yang tersangkut PKI , yang saya bahas adalah tindakan semena-mena ORBA yang waktu itu menuduh tanpa bukti orang-orang yang bersebrangan dengan Suharto (pengikut Sukarno) yang dicap PKI .

image

Foto ini viral di medsos , dari mana mereka mendapatkan bendera komunis kemudian membakarnya ?

Bayangkan jika data yang disebutkan diatas benar , 500 ribu orang dibantai dalam kurun waktu kurang dari dua tahun (65-66) tanpa ada penyelidikan dan proses hukum hanya karena dicurigai kemudian diculik dan dibunuh.
Jelas ini melebihi korban Rohingya dan Suriah .

Mungkin kita yang tidak mengalami ini menganggap biasa saja , tapi bagaimana dengan mereka dan keluarga mereka yang terdholimi waktu itu , hingga kini anak cucunya dicap sebagai anak cucu PKI yang entah sampai kapan keturunan mereka akan dicap sebagai keturunan PKI dan wajib dicurigai .
Katakanlah benar ada satu dua atau seribu pun yang benar bahwa orang tua mereka terlibat PKI , apakah ada dosa turunan yang harus diterima anak cucunya , apakah dalam agama Islam mengenal dosa turunan .

Terus bagaimana dengan keturunan pemberontak DI/TII , kenapa mereka tidak mendapat perlakuan yang sama , dicap sebagai keturunan pemberontak ?

Anak bangsa sekarang kadang lucu , disaat bulan agustus mereka ada yang menolak Pancasila , bahkan menolak hormat bendera merah putih bahkan ada yang membakarnya , tapi disaat bulan september mereka teriak ganyang PKI , NKRI harga mati , ini kan konyol dan orangnya itu-itu juga… Dan uniknya lagi mereka mendukung ideologi yang bertentangan dengan Pancasila yaitu khilafah….Aneh bukan ?

PKI itu jelas sudah tidak ada , saya bicaranya PKI yaitu Partai Komunis Indonesia , ingat ya Partai , kalaupun ada pastilah hanya ideologinnya saja yang tidak mungkin dibendung karena ideologi adalah bagian dari prinsip hidup seseorang , seperti halnya ideologi khilafah yang berkembang saat ini , alangkah beratnya negara membendung sebuah ideologi seseorang .
Kalaupun ideologi tersebut bergabung dan merongrong pemerintah ya memang harus di gebuk , contoh nyatanya adalah HTI bukan PKI , karena PKI nya memang sudah tidak ada . Kalau menurut buya Syafii , isu PKI hanya untuk merongrong kewibawaan pemerintah saat ini menuju pilpres 2019.
Jujur saya sangat setuju dengan pendapat buya ini , karena isu PKI hanya berhembus saat pilpres 2014 lalu dan yang menghembuskan adalah lawan Jokowi .

Jadi yang menjadi perhatian saya , yang suka menggoreng isu PKI adalah mereka yang ingin berkuasa dan jangan-jangan , mereka adalah kaki tangan ORBA yang tidak ingin kejahatan Orba diungkap (pembantaian massa 65-66) , jadi mereka selalu menuduh orang yang ingin meluruskan sejarah 65 langsung dituduh PKI untuk membungkamnya .
Kita tahu kewaspadaan terhadap ancaman komunis menjadi ciri dari masa kepresidenan Soeharto dan itulah yang menjadi pertanyaan publik , ada apa Suharto dengan PKI .

Sementara di barat waktu itu ,  pembantaian dan pembersihan ini digambarkan sebagai
kemenangan atas komunisme pada Perang Dingin.
Artinya kemenangan Amerika atas Uni Soviet yang bisa disimpulkan bahwa Amerika jelas ada sangkut pautnya dengan tragedi berdarah ini . Ingat Freeport tidak akan bercokol di masa Sukarno dan tiba-tiba berdiri megah di awal pemerintahan Suharto …Mari berpikir kritis .

Dan antek-antek Orba pastilah tidak senang dengan fakta ini …# Emang Gue Pikirin

image

Emang Gue Pikirin

Baca : Sumber beritanya dan Baca disini

Iklan

Responses

  1. […] Ngerinya Pembantaian Massa 1965-1966 […]

    Suka

  2. […] Kudeta Merangkak Suharto hingga Pembantaian Massal 1965-1966 […]

    Suka


gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: