Iklan
Oleh: masshar2000 | 27 September 2017

Kisah Jendral Yang Membelot dan Mengkudeta Presidennya

image

M2000 – Sejarah sudah mencatatkan , beberapa jendral yang dulunya setia kepada atasan akhirnya membelot karena unsur merebut kekuasaan .

Dalam sejarah , walaupun masih pro dan kontra tentang kebenarannya  , Suharto pernah melakukan kudeta kepada Sukarno yang walaupun tidak langsung mengkudeta Sukarno namun Suharto menggunakan isu dewan jendral yang akhirnya di sebut dengan kudeta merangkak .

BACA :

Kudeta Merangkak Suharto hingga Pembantaian Massal 1965-1966

Di suatu negara , militer sangatlah punya andil besar dalam perjalanan sebuah negara , karena mereka mempunyai kekuatan , senjata dan tentunya peran strategis dalam perpolitikan , makanya dalam sejarah Sukarno pernah mengatakan ” militer itu tugasnya melindungi rakyat bukan memimpin “.

Oke , kita lupakan saja kasus Sukarno dan Suharto , karena memang ada berbagai pendapat yang selalu bertentangan .
Tapi kalau ada tentara yang tiba-tiba pamer religiusitas politik di depan publik dan ada histeria ormas agama , ini seperti cuma mengulang sejarah Sudan dan Mesir.

Kasus Sudan

Tahun 1989 Hasan Turabi bangga banget sama jendral omar bashir dan memuji setinggi langit. Komporin dan dukung sang jendral buat bikin kudeta.
Hasan Turabi adalah pemimpin ormas Islam paling ngetop di Sudan. Jendral omar bashir simbol yang dimajukan ke depan. Kongsi menegakkan syariah
Kudeta sukses. Partai mereka (NCP) berkuasa. OMAR jadi presiden. Hasan Turabi menempati berbagai posisi penting, mulai dari ketua DPR sampai menteri.

Tapi itu tidak berlangsung lama. Omar Bashier ternyata mempunyai agenda sendiri. Dia pegang senjata. Hasan Turabi keluar masuk penjara dan diusir keluar dari partai.
Di akhir hayatnya Hasan Turabi memimpin partai oposisi, dan jadi penganjur Omar Bashir dijadikan penjahat perang oleh PBB .

Kasus Mesir

Cerita lain di mesir. Pasca kemenangan Mursi dan partainya , ada kisah penting dari seorang jendral yang kelihatan religius dan sudah jadi pengikut ikhwah.
Nama jendral itu Asisi. Lama di batalion mekanik. Terakhir jadi direktur intelijen negara. Di kalangan ikhwah, ini jendral syar’i banget .
Bahkan cerita yang beredar adalah soal istri Asisi yg berjilbab dan bahkan konon pake cadar sebagai bukti ketaatan yg luar biasa dalam agama , khususnya di Mesir.

Begitu Mursi menang, Asisi seperti anak kesayangan. Dari Jendral biasa , dia jadi menteri pertahanan dipercaya penuh oleh Mursi. Bahkan Makan malampun sering mereka lakukan.
.
Namun karena peralihan kekuasaan yang belum stabil. Oposisi kerjanya demo mulu di mesir. Menhan bukannya bantuin eh malah ngasih ultimatum presiden .
Kalau presiden tidak bisa mengendalikan situasi sampai waktu yang ditentukan dia bakal ambil alih.
Lah dia pembokat kok malah ngancam bosnya sendiri bukannya bantuin , kelihatan sekali kalau sang jendral hanya mencari panggung politik .

Sekedar informasi , Mohammad Mursi, dari Ikhwanul Muslimin, adalah presiden pertama Mesir yang dipilih secara langsung. Ia dihukum mati sebagai bagian dari tindakan keras yang diberlakukan oleh Aisi terhadap Ikhwanul Muslimin , kini malah dianggap sebagai kelompok teroris di Mesir.
Asisi kemudian berhasil merebut kekuasaan dari Mursi lewat kudeta pada 2013 menyusul protes massal terhadap pemerintahan Mursi.

Dan kini  anda sudah tahu hasilnya. Mursi dikudeta anak harimau yang dia kasih jabatan mentri. Dihukum mati , walaupun akhirnya diubah menjadi penjara seumur hidup  , sadis kan ?
.
Dan ikhwahnul muslimin yang dulu muji-muji Jendral Asisi, sialnya dijadikan organisasi terlarang. , apa gak sakit tuh ?

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: