Puluhan Ribu Umat Hadiri Apel Akbar Front Penggerak Pancasila Di Gunung Lawu

image

M2000 – Minggu (15/10/2017) ribuan kader NU dan masyarakat pecinta Pancasila menghadiri apel akbar di lereng gunung Lawu .

Dari pantauan di lapangan sekurangnya sebanyak 25 ribu kader Front Penggerak Pancasila, Minggu pagi, melakukan apel akbar kesetiaan terhadap Pancasila di lereng Gunung Lawu, Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Kegiatan “Apel Akbar Kesetiaan Pancasila” itu selain didominasi unsur “Nahdliyyin” — sebutan untuk warga Nahdlatul Ulama (NU)  juga hadir Ketua Umum Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD) yang juga mantan Wakil Kepala Staf TNI-AD (Wakasad) Letjen TNI (Pur) Kiki Syahnakri.

Koordinator Front Penggerak Pancasila (FPP) Abdul Dz dalam laporannya menyatakan jumlah kader sebanyak 25 ribu itu adalah data pada Sabtu (14/10) malam, di mana memasuki Minggu dinihari, gelombang kader yang hadir kian bertambah.
Mereka datang dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Lampung, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, DKI-Jakarta, Banten, dan Sulawesi Selatan.

“Sebenarnya izin kepada ‘Sunan Lawu’ 20 ribu, meski kapasitas lapangan untuk apel hanya 2.000 orang. Karena antusiasme tinggi, yang hadir melebihi kapasitas. Kami mohon maaf pada kader-kader yang tidak tertampung,” katanya.

Ia menegaskan bahwa kader yang hadir bukanlah bertujuan untuk rekreasi dan bersenang-senang.
“Kehadiran kader hari ini adalah wujud keprihatinan atas kondisi bangsa Indonesia saat ini,” katanya.

Kondisi memprihatinkan itu, kata dia, diwarnai kebencian antar anak bangsa, saling caci maki, bahkan konflik-konflik yang terjadi di berbagai tempat.

image

“Jadi, kita hadir hari ini di lereng Gunung Lawu yang sunyi ini adalah untuk mengembalikan Pancasila sebagai sumber hukum, moral, sebagai pedoman bermasyarakat dan bernegara,” katanya.

Hal itu, kata dia, menjadi sangat penting di tengah klaim-klaim bahwa Pancasila sebagai milik golongan dan agama tertentu dan juga arus liberalisme.

“Maka ‘kelompok tengah’ harus hadir. Hari ini kita ikrarkan untuk mengembalikan Pancasila. Kita lahirkan front baru, yakni Front Penggerak Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara, serta menjaga keamanan negara. Ini tugas besar untuk dipikul bersama,” kata Abdul Muni’im Dz.

Sementara itu, pembina FPP KH As’ad Said Ali menyampaikan bahwa kalau ada masalah dengan penyelamatan Pancasila, kekuatan yang konsisten membela dan memperhatikan disebutnya TNI dan “TNU” (kalangan NU).

Ia juga menyampaikan bahwa Pancasila adalah “hadiah terbesar” umat Islam kepada bangsa dan negara, karena sejatinya inti dari Pancasila adalah ajaran Islam.

Salah satu instruktur nasional FPP Dr Ifan Haryanto disela-sela apel akbar itu menyatakan bahwa kegelisahan-kegelisahan dalam kehidupan bernegara dan berbangsa saat ini yang membuat kegiatan itu dilakukan.

Apel akbar kesetiaan Pancasila ini, selain penegasan bahwa Pancasila sudah final sebagai ideologi bangsa, juga untuk menyampaikan pesan agar kehidupan dalam segala bidang dapat dilaksanakan dengan nilai-nilai luhur yang ada,” katanya.

Kader-kader yang hadir berbondong-bondong ke lereng Gunung Lawu untuk apel akbar kesetiaan itu, baik laki-laki, perempuan, kalangan sepuh dan generasi muda, datang dengan mandiri.
Mereka mengaku membiayai sendiri untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Sebelum puncak kegiatan apel akbar kesetiaan itu, pada Sabtu (14/10) malam dilaksanakan “Halaqah Kebangsaan” yang menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Letjen (Purn) Kiki Syahnakrie, Mayjen (Purn) Sukarno, Hendrajit dan Zaenal Arifin Fuad.

Apakah anda ada yang hadir disana ?
Pokoke , jangan sampai ada kelompok yang ingin mengganti ideologi Pancasila dengan yang lain .

Jangan sampai ada kelompok yang teriak-teriak anti PKI tapi mereka sendiri ingin menghidupkan DI/TII , tidak boleh , semuanya tidak boleh , semuanya adalah pemberontak .
Dalam islam pun tidak dibenarkan mendirikan negara dalam negara , kalau ada yang berani macam-macam ya GEBUK .

Berikut beberapa hukum kesetiaan pada pemimpin ( baiat ) menurut islam :

Imam Ahmad bin Hanbal (w. 241 H) rahimahullah, sebagaimana dalam Ushul As Sunnah hal. 64, berkata,

والسمع والطاعة للأئمة وأمير المؤمنين البر والفاجر، ومن ولي الخلافة واجتمع الناس عليه ورضوا به ومن غلبهم بالسيف حتى صار خليفة وسمي أمير المؤمنين

“Wajib mendengar dan menaati para pemimpin dan amirul mukminin yang baik maupun yang fajir (berbuat kerusakan). Wajib pula menaati pemegang kuasa suatu kekhilafahan, dan setiap pemimpin yang disepakati oleh masyarakat, ataupun penguasa yang mengalahkan suatu wilayah dengan pedang (peperangan) hingga ia menjadi khalifah yang disebut amirul mukminin di wilayah tersebut.”

Dan bai’at itu harus senantiasa iltizam (berpegang teguh) dalam ketaatan pada Allah, karena tiada ketaatan dalam kemaksiatan pada Sang Khaliq.

Imam Muslim dalam Shahih-nya (no. 1844) meriwayatkan dari Abdullah ibn Amr ibn Al Ash dari Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda,

وَمَنْ بَايَعَ إِمَامًا فَأَعْطَاهُ صَفْقَةَ يَدِهِ وَثَمَرَةَ قَلْبِهِ فَلْيُطِعْهُ إِنْ اسْتَطَاعَ فَإِنْ جَاءَ آخَرُ يُنَازِعُهُ فَاضْرِبُوا عُنُقَ الْآخَرِ

“Barangsiapa telah membai’at seorang imam lalu dia telah memberikan jabatan tangan dan kerelaan hatinya, maka hendaknya dia taat kepadanya dalam batas kemampuannya. Jika datang seorang yang mengaku pemimpin lainnya, maka penggallah leher yang lain itu.”

Imam Muslim meriwayatkan dalam Shahih-nya (no. 1851), dari Abdullah ibn Umar radhiyallahu anhuma, beliau berkata, aku mendengar Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ خَلَعَ يَدًا مِنْ طَاعَةٍ لَقِيَ اللَّهَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَا حُجَّةَ لَهُ وَمَنْ مَاتَ وَلَيْسَ فِي عُنُقِهِ بَيْعَةٌ مَاتَ مِيتَةً جَاهِلِيَّةً

“Barangsiapa melepas tangannya (baiatnya) dalam mentaati pemimpin, ia akan bertemu dengan Allah di hari kiamat dengan tanpa memiliki hujjah, dan barangsiapa meninggal dalam keadaan tiada baiat di pundaknya maka matinya seperti mati jahiliyah.”

Jadi , jangan main-main dengan kesetiaan pada pemimpin atau negara .
Setiap muslim wajib bernegara , dan Pancasila adalah hadiah terbesar dari umat muslim untuk bangsa dan negara Indonesia .

Dan berikut foto-foto ekslusifnya ,

image

image

image

image

image

image

image
Mencintai negara , seperti mencintai keluarga , apakah perlu dalil ?

Library : antara , muslimmoderat

Iklan

One thought on “Puluhan Ribu Umat Hadiri Apel Akbar Front Penggerak Pancasila Di Gunung Lawu”

  1. selamat pagi NKRI, semoga pada taat bayar pajak dan Indonesia makin makmur serta harga harga terjangkau bagi masyarakat. ekonomi semakin meroket dan keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia #saveNKRI

    Suka

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s