Iklan
Oleh: masshar2000 | 18 Oktober 2017

Ghibah itu Gurih dan Nikmat , Tapi itu Racun

Assallamu’allaikum mass-miss sadayana

image

M2000 – ADA YANG MERASA LEBIH BAIK DISINI ?

Yuk mari ngaca aib dan dosa sendiri !
Tak usah sibuk urus aib orang.

Mudah-mudahan Allah ridho admin menjelaskan ini, karena sebenarnya admin juga bukan orang yg bersih dari ghibah, tapi setidaknya dengan tahu bahayanya bisa jadi pengingat kita kedepannya untuk berhati-hati dengan ghibah alias ngegosip .
Kenapa admin posting seperti ini , karena pada dasarnya setiap orang termasuk admin kadangkala juga suka ngegosip , karena tanpa sadar gosip itu gurih dan nikmat , padahal sebenarnya itu adalah racun .
Jadi postingan ini bukan untuk menggurui ya , tapi lebih untuk saling mengingatkan saja .

DEFINISI GHIBAH

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ قَالَ : أَتَدْرُوْنَ مَا الْغِيْبَةُ ؟ قَالُوْا : اللهُ وَ رَسُوْلُهُ أَعْلَمُ، قَالَ : ذِكْرُكَ أَخَاكَ بِمَا يَكْرَهُ، فَقِيْلَ : أَفَرَأَيْتَ إِنْ كَانَ فِيْ أَخِيْ مَا أَقُوْلُ ؟ قَالَ : إِنْ كَانَ فِيْهِ مِا تَقُوْلُ فَقَدِ اْغْتَبْتَهُ, وَ إِنْ لَمْ يَكُنْ فِيْهِ مَا تَقُوْلُ فَقَدْ بَهَتَّهُ

“Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwsanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Tahukah kalian apakah ghibah itu?”.
Sahabat menjawab: “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui”.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Yaitu engkau menyebutkan sesuatu yang tidak disukai oleh saudaramu”.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya: “Bagaimanakah pendapat anda, jika itu memang benar ada padanya ?
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Kalau memang sebenarnya begitu berarti engkau telah mengghibahinya, tetapi jika apa yang kau sebutkan tidak benar maka berarti engkau telah berdusta atasnya”.

DALIL TENTANG GHIBAH

image

Allah Subhanahu wa Ta’ala benar-benar telah mencela penyakit ghibah ini dan telah menggambarkan orang yang berbuat ghibah dengan gambaran yang sangat hina dan jijik.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

وَلاَ يَغْتِبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُ وَاتَّقُوْا اللهَ إِنَّ اللهَ تَوَّابٌ رَحِيْمٌ

“Dan janganlah sebagian kalian mengghibahi sebagian yang lain. Sukakah salah seorang dari kalian memakan daging bangkai saudaranya yang telah mati, pasti kalian membencinya. Maka bertaqwalah kalian kepada Allah, sungguh Allah Maha Menerima taubat dan Maha Pengasih”. [Al Hujurat :12]

BAHAYA GHIBAH

“Ghibah adalah jika engkau membicarakan sesuatu yang jelek pada seseorang. Itu disebut mengghibah atau menggunjingnya. Jika yg dibicarakan adalah sesuatu yg tidak benar ada padanya, maka itu berarti menfitnah (menuduh tanpa bukti).” Demikian pula dikatakan oleh Al Hasan Al Bashri. (Jami’ul Bayan ‘an Ta’wili Ayil Qur’an, 26: 167)

image

“Allah Ta’ala memisalkan ghibah (menggunjing orang lain) dengan memakan bangkai seseorang. Karena bangkai sama sekali tidak mengetahui siapa yang memakan dagingnya. Ini sama halnya dengan orang yg hidup juga tidak mengetahui siapa yg menggunjing dirinya. Demikianlah keterangan dari Az Zujaj.” (Asy Syaukani, Fathul Qadir, 5: 87)

HUKUM GHIBAH

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَال : قَالَ رَسُوْلُ الله : مَرَرْتُ لَيْلَةَ أُسْرِيَ بِيْ عَلَى قَوْمٍ يَخْمِشُوْنَ وُجُوْهَهُمْ بِأَظَافِرِيْهِمْ, فَقُلْتُ : يَا جِبْرِيْلُِ مَنْ هَؤُلآءِ؟ قَالَ : الَّذِيْنَ يَغْتَابُوْنَ النَّاسَ, وَيَقَعُوْنَ فِيْ أَعْرَاضِهِمْ

“Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ”Pada malam isra’ aku melewati sekelompok orang yang melukai (mencakar) wajah-wajah mereka dengan kuku-kuku mereka”, lalu aku bertanya: ”Siapakah mereka ya Jibril?”. Jibril menjawab: “Mereka adalah orang-orang yang mengghibahi manusia, dan mencela kehormatan-kehormatan mereka”.

BERTAUBAT DARI GHIBAH

“Siapa yang mempertahankan kehormatan saudaranya yang akan dicemarkan orang, maka Allah akan menolak api neraka dari mukanya pada hari kiamat”.

Untuk menghindari dan bertaubat, kita harus meminta maaf kepada orang yang kita ghibahi. Jika sudah mati, maka kita cukup berbicara tentang kebaikan2 nya (dia) saja di tempat dimana sedang menghibahinya, lalu sambil berdoa “ya allah ampunilah dia”

DIBOLEHKAN GHIBAH UNTUK TUJUAN SYAR’I

Dalam kitab Riyadhushsholihin karya Imam Abu Zakariya An-Nawawi menjelaskan pengecualian ghibah dalam enam perkara:

1.Mengadukan kezaliman seseorang kepada hakim
2. Minta Bantuan Untuk Mengubah Kemungkaran Dan Mengembalikan Pelaku Kemaksiatan kepada kebenaran
3. Meminta fatwa
4. Memperingatkan muslimin dari kejelekannya
5.Seseorang melakukan kesyirikan, kemaksiatan, kefasikan maka dibolehkan mengungkapnya
6. Untuk mengenalnya. Karena mungkin julukan seperti Al-A’raj (pincang), Al-A’ma. Namun dilarang jika hal itu dimaksudkan untuk merendahkan.

image

Semua penjelasan diatas merujuk pada kitab Riyadhushshalihin oleh Imam Nawawi  beserta dalil.

Semoga bermanfaat ,

Wassallamu’allaikum …

Library : @unialfi

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: