Iklan
Oleh: masshar2000 | 20 Oktober 2017

Hutang Pemerintah Sampai 3800 Triliun , Ini Jawaban Cerdas Jokowi

image

M2000 – Publik mungkin heran dan dalam hati marah saat tahu hutang pemerintah di era Presiden Jokowi meningkat tajam , kalau saya sih enggak , karena minimal tahu penggunaannya dan tidak dikorupsi .

Tapi diluar sana , salah satu sorotan masyarakat ke pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) adalah memang hutang. Jumlah utang pemerintah semakin bertambah, per September 2017 jumlahnya sudah mencapai Rp 3.866,45 triliun. Padahal akhir 2016 masih di angka 3.400 Triliun .
Masyarakat yang entah dari mana tahu datanya tiba-tiba mengatakan Indonesia akan hancur kalau kebanyakan hutang dan tidak bisa membayarnya .
Pola pikir masyarakat yang suka protes itu  masih seperti orang dulu , kalau hutang itu aib yang ditutupi , kalau bisa nabung jangan hutang .

Tahu gak sih , hampir semua negara maju saja seperti Arab Saudi , Amerika dan Jepang hutangnya melebihi Indonesia , bahkan rasio hutangnya puluhan kali dari Indonesia . Termasuk Turki yang katanya tidak ada hutang , nyatanya juga punya hutang walaupun tidak hutang ke IMF tapi ke bank-bank lokal .

Lantas apa tanggapan Jokowi mengenai hutang besar yang dilakukannya ?

Jokowi mengatakan, masalah utang ini jangan dilihat dari angkanya saja, tapi juga secara rasio. Menurutnya, jika dibandingkan dengan negara lain, utang RI ini masih terbilang kecil. “Ya, yang pertama jangan sampai ada persepsi pinjaman kita besar angkanya kalau kita bandingkan dengan negara lain masih kecil masih, 27% dr PDB (Produk Domestik Bruto) kita,” kata Jokowi seperti dilansir dari detikcom di Istana Bogor, Kamis (12/10/2017).

Dan pinjaman yang dilakukan untuk pinjaman produktif, untuk kasih return ke masyarakat kembali. Jadi bukan untuk misalnya kita pinjam untuk subsidi BBM, kita pinjam untuk gaji pegawai, tapi untuk produktif return kembali ke negara dan masyarakat,” jelasnya.

Jokowi mengakui utang pemerintah memang sangat besar. Bahkan, pemerintah juga harus membayar bunga yang cukup besar atas pinjaman tersebut.
Perlu diketahui akhir 2016 utang kita Rp 2.700 triliun, bunganya saja setiap tahun itu Rp 200-250 triliun ya. Jadi yang paling penting menurut saya pinjam untuk apa, produktif atau konsumtif. Kalau untuk produktif ya saya rasa enggak masalah,” ujarnya.

Apakah pemerintah tidak khawatir utang tersebut tidak akan terbayar?
Sekali lagi, dibandingkan dengan negara lain kita ini kecil 27%, tetangga kita 70%. Ya yang diperbolehkan undang-undang maksimal 60%, tapi maksimal kita di bawah 30%,” ujarnya.

Rasio utang pemerintah RI terhadap PDB saat ini di angka 27%. Angka ini jauh lebih kecil jika dibandingkan Jepang 234,7%, Amerika Serikat (AS) 73,8%, Jerman 69% .

image

Untuk lebih jelasnya silahkan lihat video singkat ini ,

Iklan

gunakan suaramu

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: