Iklan
Oleh: masshar2000 | 22 Oktober 2017

Selain Sebagai Gubenur , Tugas Anies Adalah Mengamankan Suara Prabowo 2019

image

M2000 – Anies Baswedan sudah resmi menjadi Gubenur DKI , dan sudah harus rela pusing memikirkan masalah pelik di Jakarta seperti banjir , macet dan demo tentunya .

Kalau sebelumnya Anies didukung oleh para pakar demo , mau gak mau , suka atau tidak suka Anies nanti akan merasakan juga didemo oleh kelompok-kelompok lain yang tidak suka dengan Anies , apalagi kemenangan Anies sedikit banyak diketahui dari hasil demo kepada Ahok waktu itu .
Kalau boleh dibilang karma akan tetap berlaku …kog jadi ngeri begini ya ,hehehe …

Kita lihat contoh saja yang sudah-sudah , presiden Sukarno jatuh karena isu PKI dan didemo rakyatnya sendiri , akhirnya Suharto mengambil alih posisinya dan diangkat menjadi Presiden oleh MPRS saat itu .
Dan uniknya Suharto pun jatuh oleh demo massa rakyatnya juga .

Selanjutnya kita lihat SBY , jadi presiden melalui sistim yang paling demokratis , dipilih langsung oleh rakyat , hasilnya tidak ada demo rakyat yang bisa menggulingkan SBY bahkan sampai dua periode . Anies , naik jadi Gubenur karena ada demo kepada Ahok sebelumnya yang membuat popularitas Ahok merosot tajam dan akhirnya kalah telak , selanjutnya dipenjara karena kasus penistaan Agama sebelum masanya habis . Apakah Anies juga akan jatuh sebelum masanya habis ?…kita tunggu saja .

Oke , kita kembali ke perjalanan Anies menjadi Gubenur DKI .
Tidak ada makan siang yang gratis. Itu juga berlaku bagi Anies Baswedan, yang baru saja resmi dilantik menjadi Gubernur DKI Jakarta yang baru.
Ada “utang budi” sekaligus “utang komitmen,” yang harus ditunaikan Anies sebagai kandidat gubernur yang didukung penuh Partai Gerindra.
Komitmen itu adalah mendukung, sekaligus berupaya mengamankan suara konstituen DKI Jakarta bagi pemenangan Prabowo Subianto, pendiri Partai Gerindra, sebagai calon presiden (capres) dalam ajang pemilihan presiden (Pilpres) 2019.
Hal ini sudah dikatakan Prabowo saat kampanye bagi Anies ,” Anies Menang – Prabowo presiden “.

Utang Anies terlalu besar pada Prabowo. Bayangkan saja , Anies bisa dibilang melenggang enteng menjadi kandidat gubernur, yang praktis tanpa keluar modal apapun. Kecuali modal citra dan popularitas sebagai mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di kabinet Presiden Joko Widodo yang bahkan oleh para pendukung Ahok disebut sebagai menteri pecatan.

Dalam politik transaksional yang “lazim” di dunia politik Indonesia, untuk maju jadi kandidat kepala daerah setidaknya orang butuh salah satu dari dua hal.
Pertama, modal atau uang, untuk anggaran kampanye dan “mahar” buat partai politik yang mencalonkan.
Kedua, punya massa pendukung yang cukup besar dan solid dan Anies tidak punya kedua-duanya.

Anies bukan pengusaha kaya raya seperti Sandiaga Uno, yang sudah menyumbang puluhan miliar rupiah untuk Gerindra dan kampanye di Pilkada DKI Jakarta. Anies juga bukan pemimpin pesantren yang punya basis massa solid, yang setia mendukungnya.

Hitungannya , kalau bukan karena restu dari Prabowo, Anies tak mungkin jadi kandidat gubernur. Dilihat dari keanggotaan partai dan sumbangan buat partai, Sandiaga seharusnya lebih pantas dimajukan sebagai kandidat gubernur. Hal ini karena Sandiaga adalah kader lama Partai Gerindra.
Anies bahkan tak pernah jadi anggota Gerindra, karena selama ini ia justru berada di kubu yang berseberangan, yakni sebagai pendukung Jokowi. Anies bukan pendukung Prabowo pada Pilpres 2014 yang dimenangkan Jokowi.

Oleh karena itulah, saya tidak yakin jika ada suara-suara yang mengatakan, Anies mungkin akan maju sebagai kandidat presiden pada Pilpres 2019 . Pendapat yang tidak masuk akal menurut saya , kecuali takdir yang berbicara.
Namun , kita tidak sedang membahas takdir karena takdir hanya Yang Maha Kuasa yang tahu. Catat ya , kita sedang membahas politik .

Ada beberapa pengamat yang mengatakan, Anies akan meniru contoh sukses Jokowi, yang sempat sebentar menjabat Gubernur DKI, sebelum melanjutkan langkah ke ajang Pilpres 2014 dan sukses meraih jabatan Presiden RI.
Namun , menurut saya , ada beberapa faktor yang menyulitkan Anies untuk meniru langkah Jokowi.
Pertama, jalur peningkatan elektabilitas Jokowi sebagai capres tidak mudah ditiru Anies. Jokowi waktu itu praktis tidak punya beban masalah. Sedangkan Anies terkait dengan isu politisasi agama secara ekstrem, yang seolah membelah warga Jakarta saat pilgub yang lalu .
Kedua, dalam kasus Jokowi, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri rela tidak maju, dengan memberikan kursi capres untuk Jokowi, yang dinilai lebih populer dan berpeluang lebih besar memenangkan kursi Presiden.Dan Akhirnya Jokowi pun menang pilpres mengalahkan pengusungnya di pilgub DKI , Prabowo Subijanto .

Dalam kasus Anies, apakah pimpinan Gerindra tersebut akan rela memberikan status capres untuk Anies?
Sementara sampai saat ini, dalam berbagai survei, Prabowo masih jauh lebih tinggi elektabilitasnya untuk menjadi Presiden RI dibandingkan Anies. Dan Ambisi Prabowo untuk meraih kursi RI 1 belum padam .

image

Dukung Prabowo jadi Capres 2019

Problem Anies adalah belum jelas basis dukungan partainya.
Jadi logikanya , Anies yang saat ini menjadi penguasa ibukota , akan berupaya sekuat mungkin mengamankan suara Prabowo yang sudah terkumpul lewat Anies untuk diberikan kepada Prabowo nantinya .

Caranya bagaimana ?
Jelas Anies harus mampu memujudkan janjinya selama kampanye , dari menanggulangi banjir, macet , tidak ada penggusuran , penutupan Alexis , penghentian reklamasi hingga DP rumah 0%.
Sungguh tugas yang berat bagi Anies dalam waktu kurang dari dua tahun mewujudkan itu .
Kenapa dua tahun , tidak lima tahun ?
Karena pilpresnya ada di tahun 2019 , bukan 2024.

Ya , hanya diberi waktu dua tahun saja bagi Anies untuk mewujudkan semua itu demi ” balas budi ” kepada Prabowo .
Jika gagal tentu Prabowo akan ” marah “. apalagi kalau Prabowo akan gagal lagi sebagai presiden untuk kesekian kalinya , tentu Prabowo akan ” marah besar ” dan kemungkinan besar tidak akan mengusung Anies lagi pada 2022 nanti .

image

Ini yang akan di ingat rakyat Indonesia ( memepolitik - @sumber_waras )

Selamat mengamankan Jakarta bapak mantan Menteri , jangan lupa ” Tenun kebangsaannya “.

Salam literasi

image

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: