Iklan
Oleh: masshar2000 | 28 Oktober 2017

Sejarah Singkat Berdirinya Freeport di Era Suharto

image

M2000 – Gerakan komunis PKI 65 seringkali di hubung-hubungkan dengan freport .
PKI yang berbasis di Uni Soviet jelas hambatan bagi Amerika untuk menginvasi Indonesia .Padahal kedua negara adi daya ini sedang berada dalam situasi bermusuhan ” Perang Dingin “.

Menurut sejarahnya , CIA menggunakan tangan dingin Suharto untuk membantai PKI dengan isunya ” Dewan Jendral ” .
Jadilah PKI dibantai dan Sukarno yang saat itu mengizinkan komunis lewat NASAKOM nya tergusur dari pucuk pimpinan negri ini .

Selanjutnya Suharto berkuasa penuh dan diangkat menjadi presiden oleh MPRS .
Dan drama pun dimulai , Amerika mulai mendekati Suharto .
Pengerukan emas di papua yang pada waktu Sukarno berkuasa ditentang habis-habisan , jaman Suharto langsung mendapat lampu hijau .

Dan inilah sejarah singkat awal mula berdirinya Freport yang merupakan tambang emas terbesar kedua di dunia itu ,

Kontrak Karya (KK) I 1967

image

Mimpi Freeport meraih “HARTA KARUN” di tanah Papua terwujud saat peralihan kekuasaan dr ORLA pimpinan Soekarno ke rezim ORBA di bawah kendali Soeharto.

Jumat 7 April 1967, BELUM GENAP SEBULAN Soeharto menjadi Presiden Indonesia kedua, Freeport Sulphur of Delaware menandatangani Kontrak Karya (KK) dengan pemerintah Indonesia (Pemerintah) untuk penambangan di Papua Barat.

Saat itu, Pemerintah diwakili oleh Menteri Pertambangan Ir. Slamet Bratanata, Freeport oleh Robert C. Hills (Presiden Freeport Shulpur) dan Forbes K. Wilson (Presiden Freeport Indonesia), anak perusahaan Freeport Sulphur, dengan disaksikan oleh Dubes Amerika Serikat utk Indonesia, Marshall Green.

Freeport mendapat hak konsensi lahan penambangan seluas 10.908 HA untuk KK selama 30 tahun terhitung sejak kegiatan komersial pertama dilakukan. Penambangan Ertsberg dimulai Freeport pada Maret 1973.
Di Desember 1973 pengapalan 10.000 ton tembaga pertama kali dilakukan dgn tujuan Jepang.

Penandatanganan KK inilah yg lalu menjadi dasar penyusunan Undang-Undang (UU) Pertambangan No.11 Tahun 1967 yg disahkan di Desember 1967.
Dlm KK I ini disepakati, royalti untuk Pemerintah dari penambangan tembaga yg dilakukan Freeport sebesar 1,5% dari harga jual (jika harga tembaga kurang dr US$ 0,9/pound) sampai 3,5% dari harga jual (jika harga US$ 1,1/pound). Sedangkan utk emas dan perak ditetapkan sebesar 1% dariharga jual.

image

Selain royalti yang sangat kecil, KK I Freeport ini bertentangan dgn UU No.5/1960 tentang Ketentuan Pokok Agraria. Dlm UU tersebut, Negara mengakui hak adat. Sedangkan dalam KK I Freeport, negara memberikan konsesi yg terletak di atas tanah adat. Bahkan dalam satu klausul nya, Freeport diperkenankan MEMINDAHKAN PENDUDUK yg berada dalamm area KK nya.

Selain itu, Freeport diberikan kebebasan dalam pengaturan manajemen dan operasi, kebebasan dalam transaksi devisa asing, juga kelonggaran fiskal, antara lain tax holiday selama 3 tahun setelah produksi mulai berjalan.

Library : kontan

Iklan

Responses

  1. […] melalui Sejarah Singkat Berdirinya Freeport di Era Suharto — […]

    Suka


gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: