Mengharukan , Seorang Ayah Memaafkan Pembunuh Anaknya Saat Sidang

image

M2000 – Minta maaf dan memaafkan adalah dua hal yang mungkin sangat sulit sekali dilakukan .
Banyak orang dengan gampang memberikan nasihat kepada orang lain untuk minta maaf jika salah dan memaafkan seseorang yang menyakitinya , tapi belum tentu dia sendiri bisa melakukannya saat mengalami hal serupa .

Beberapa hari yang lalu , ada momen mengharukan dan menjadi pemberitaan media-media AS saat berlangsungnya sidang di Pengadilan kota Lexington, Negara Bagian Kentucky, AS, Selasa (7/112017) .

Seorang muslim AS yang juga seorang ayah , Abdul-Mumin Sombat Jitmoud adalah orang tua dari seorang anak yang bernama Salahuddin (yang bekerja pengantar Pizza) yang sebelumnya menjadi korban pembunuhan.

Berbeda dengan umumnya keluarga yang merasa di sakiti , di depan hakim, sang ayah ini justru memaafkan pelaku pembunuhan Trey Alexander Reyfold, lalu memeluknya, diiringi tangisan haru ibu dari pelaku pembunuhan.

Sang Ayah korban bahkan memanggil pelaku dengan sebutan ‘Anakku, keponankanku’. Abdul-Mumin Sombat Jitmoud:

“Anakku, keponakanku, aku memaafkanmu atas nama Salahuddin dan ibundanya.” “Saya tidak menyalahkanmu atas kejahatan yang telah kau lakukan, saya tidak marah kepadamu telah menjadi bagian dari yang menyakiti putra saya.” “Saya marah pada Iblis, saya salahkan Iblis, yang menyesatkan kamu dan membuat kamu melakukan kejahatan mengerikan ini.” “Saya sungguh merasa iba pada orangtua kamu, mereka membesarkan kamu dan ingin kamu menjadi sukses. Kesuksesan kamu adalah kesuksesan mereka, kebahagiaan kamu adalah kebahagiaan mereka.” “Sekarang mereka harus menangis akibat kejahatan mengerikan (pembunuhan) yang telah kamu lakukan.” “Pemaafan dan pengampunan adalah hadiah terbesar dalam Islam. Saya harus mengeluarkan semua perasaan saya untuk memaafkan orang yang telah menjahati keluarga saya.”

Sang ayah lalu memeluk Trey Alexander Reyfold, yang sebelumnya telah mengaku bersalah atas kejahatan membunuh.
Ibunda pelaku yang mendampingi tak kuasa pecah tangisnya.

Dua tahun lalu pada April 2015, Salahuddin Jitmoud sedang mengantarkan salah satu pizza terakhir di shift malamnya. Tapi keesokan hari jasadnya ditemukan di sekitar Walnut Hills Complex (Lexington, Kentucky). Penyelidikan kemudian menemukan ada 3 orang yang merencanakan untuk merampoknya namun berakhir dengan menusuk Salahuddin hingga tewas.

Pada Oktober 2017, Grand Jury di wilayah tugas Fayette County memutuskan untuk menetapkan tuduhan pada Relford namun membebaskan 2 lainnya.
Dalam sesi sidang pengadilan 7 November 2017, ayah dari Salahudin memaafkan Relford dalam sebuah testimoni yang mengharukan.
Walaupun begitu proses hukum tetap berjalan .

Alangkah mulianya sang ayah ini , dan jelas tidak banyak dan mungkin akan sulit ditemukan orang-orang pemaaf seperti ini .

image

(Berita Islam 24H) Ada momen mengharukan dan menjadi pemberitaan media-media AS saat berlangsungnya sidang di Pengadilan kota Lexington, Negara Bagian Kentucky, AS, Selasa (7/112017) kemarin. Seorang ayah muslim AS, Abdul-Mumin Sombat Jitmoud, dimana anaknya yang bernama Salahuddin (yang bekerja pengantar Pizza) menjadi korban pembunuhan. Di depan hakim, sang ayah memaafkan pelaku pembunuhan Trey Alexander Reyfold, lalu memeluknya, diiringi tangisan haru ibu pelaku pembunuhan. Sang Ayah korban bahkan memanggil pelaku dengan sebutan 'Anakku, keponankanku'. Abdul-Mumin Sombat Jitmoud: "Anakku, keponakanku, aku memaafkanmu atas nama Salahuddin dan ibundanya." "Saya tidak menyalahkanmu atas kejahatan yang telah kau lakukan, saya tidak marah kepadamu telah menjadi bagian dari yang menyakiti putra saya." "Saya marah pada Iblis, saya salahkan Iblis, yang menyesatkan kamu dan membuat kamu melakukan kejahatan mengerikan ini." "Saya sungguh merasa iba pada orangtua kamu, mereka membesarkan kamu dan ingin kamu menjadi sukses. Kesuksesan kamu adalah kesuksesan mereka, kebahagiaan kamu adalah kebahagiaan mereka." "Sekarang mereka harus menangis akibat kejahatan mengerikan (pembunuhan) yang telah kamu lakukan." "Pemaafan dan pengampunan adalah hadiah terbesar dalam Islam. Saya harus mengeluarkan semua perasaan saya untuk memaafkan orang yang telah menjahati keluarga saya." Sang ayah lalu memeluk Trey Alexander Reyfold, yang sebelumnya telah mengaku bersalah atas kejahatan membunuh. Ibunda pelaku yang mendampingi tak kuasa pecah tangisnya. Pada April 2015, Salahuddin Jitmoud sedang mengantarkan salah satu pizza terakhir di shift malamnya. Tapi keesokan hari jasadnya ditemukan di sekitar Walnut Hills Complex (Lexington, Kentucky). Penyelidikan kemudian menemukan ada 3 orang yang merencanakan untuk merampoknya namun berakhir dengan menusuk Salahuddin hingga tewas. Pada Oktober 2017, Grand Jury di wilayah tugas Fayette County memutuskan untuk menetapkan tuduhan pada Relford namun membebaskan 2 lainnya. Dalam sesi sidang pengadilan 7 November 2017, ayah dari Salahudin memaafkan Relford dalam sebuah testimoni yang mengharukan. #BerbagiSemangat @suarasemangat

A post shared by SEMANGAT MENIKAH (@semangatmenikah) on

Library : beritaislam24h

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s