Iklan
Oleh: masshar2000 | 18 November 2017

Melepas Hijab Karena Karir ?

Assallamu’allaikum mass-miss sadayana

image

M2000 – Belakang medsos diramaikan dengan berita selebriti yang memutuskan untuk tidak berhijab lagi .
Hal ini wajar karena yang menjadi subyek adalah selebriti yang sudah pasti dikenal luas masyarakat .
Ada pro dan kontra dan itu wajar karena semua berhak berkomentar terlebih dia adalah publik figur yang banyak followernya .

Oke , daripada kita ikutan berdebat soal itu , lebih baik kita mengenal makna dari berhijab itu sendiri .
Wahai wanita, berjilbab itu bukanlah sebuah pilihan, yg harus kita pilih antara memakai atau tidak. Namun, merupakan kewajiban yg harus ditunaikan oleh seorang muslimah yang sudah akil baliqh .

Kita pun tidak perlu mempersoalkan cara berhijab seseorang apakah itu sesuai dengan ajaran agama atau tidak , yang penting berhijab dulu . Berhijrah itu tidak gampang dan tidak bisa seketika langsung benar 100%.
Ya , asal jangan ada lagi pikiran yang penting hatinya sudah dijilbabin , ini sih akal-akalan saja .

image

Ya , walau pikiran berkata tidak
Walau hati berkata belum siap, tetap saja itu adalah sebuah kewajiban . Kewajiban tidak harus menunggu siap . Kewajiban tidak harus menunggu mampu . Jika masih ada kesempatan, lakukanlah sebelum terlambat .

Menurut sebagian orang berjilbab dinilai penghambat karir, pergaulan, life style, dan masih banyak yg lainnya.
Dan berbicara masalah karir tentu tidak lepas dari segudang rules yg ditetapkan dalam sebuah perusahaan ataupun instansi tempat dimana si wanita berkarir .
“Berpenampilan menarik.” Sering sekali bukan kata-kata itu terdengar ketika sedang melamar pekerjaan ?

Intinya, saat kita diterima di instansi maupun perusahaan tersebut kita harus berpenampilan semenarik mungkin, serapi mungkin. Nah yg sering terjadi pada dunia nyata adalah tidak diperbolehkannya menggunakan jilbab selama jam kerja bagi wanita.
Tentu itu bertentangan dengan kewajiban menutup aurat bagi wanita kan ?
Tetapi, perusahaan tidak mau tahu dengan kewajiban yg harus kita lakoni.

Terus gimana mau pilih kerja atau kewajiban ?
Simple aja, semua jawabannya tergantung tingkat keimanan kita.

Cobalah pikirkan,
Allah tidak akan memutus rezeki hambanya dikarenakan peraturan yg melepas jilbab
Yakinlah jika ada rezeki lain yg sedang menunggu kita, tanpa harus melepas jilbab Jangan mudah tergiur dengan kenikmatan duniawi
Melepas jilbab bukan tindakan yg dibenarkan demi alasan apapun , karena sesungguhnya mahkota wanita terletak pada jilbabnya bukan karena jabatan di perusahaannya.

Penulis pun pernah punya beberapa teman yang memutuskan pindah pekerjaan karena adanya larangan berhijab selama kerja .
Jujur , penulis sangat salut dengan keputusan tersebut .
Rejeki tak kemana , jangan takut berhijab karena susah nyari kerja , dan nyatanya teman penulis tersebut bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih , bahkan kalau dihitung secara materi , penghasilan bulanannya bisa dua kali lipat dari yang diperolehnya di tempat kerja semula .

Sudahlah , jangan terlalu menuruti nafsu dunia , sementara kamu mengabaikan akheratmu .
Jika kita berniat bekerja sebagai ladang pahala, lalu mengapa kita melakukan perbuatan dosa ?

Jika kita patuh terhadap aturan atasan, mengapa kita tidak patuh terhadap aturan pencipta ?

” Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan menggantinya dengan yg lebih baik ” (HR. Ahmad)

Beberapa ayat Al-Qur’an tentang perintah berjilbab (menutup aurat) adalah sbb:

QS. Al-A’raf: 26, “Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk indah untuk perhiasan. Dan pakaian taqwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.”

QS. Al-Ahzab: 59, “Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istri, anak-anak perempuan dan istri-istri orang Mukmin, ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka mudah dikenali, oleh sebab itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha Penyayang.”

QS. An-Nuur: 31, “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau Saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”

” Banyak orang ingin hidup enak tapi tidak berpikir mati enak “

http://www.instagram.com/p/Ban6tJzFUvj/

Semoga bermanfaat ,
Wassallamu’allaikum …

Iklan

gunakan suaramu

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: