Iklan
Oleh: masshar2000 | 20 November 2017

Hilangnya ” Kesaktian ” Setya Novanto

image

M2000 – Ini adalah awal dari lunturnya kesaktian Setya Novanto sang papa ketua DPR RI .
Minggu malam adalah hari yang paling naas bagi Setnov karena dia harus rela dibawa ke KPK dibawah pengawasan dan pengawalan Polri .

Wajah Ketua DPR RI itu terlihat lesu tak bergairah saat di gelandang ke KPK . Kesaktiannya yang dulu ada mendadak sirna saat tersangka dugaan korupsi e-KTP itu diboyong dari ruang perawatan RSCM ke Gedung KPK, untuk diperiksa dan dijebloskan ke rutan KPK.
Padahal, Novanto selama ini dikenal ‘licin’ setelah berbagai upaya KPK untuk membawanya ke meja hijau menemui banyak kendala. Mulai dari terhambatnya pemeriksaan karena geger penyakit komplikasi di RS Jatinegara, hingga gugurnya status tersangka di tangan hakim sidang praperadilan.

Kesaktian Novanto ini bisa dilihat sejak dimulainya penyelidikan korupsi e-KTP sejak Juli tahun 2013 , ingat ya , 2013 sejak jaman presiden SBY. Setnov baru bisa dijerat sebagai tersangka oleh KPK 4 tahun kemudian, tepatnya pada 14 Juli 2017 pada masa pemerintahan presiden Jokowi , artinya Jokowi tidak menghalang-halangi proses hukum yang dijalani biarpun Setnov adalah ketua umum partai yang mendukung pemerintah .

Manuver Ketua Umum Golkar yang paling sakti itu adalah saat tidak bisa disentuh KPK karena dirawat di RS Premier Jatinegara sekitar 3 minggu dengan klaim berbagai penyakit. Mulai dari vertigo hingga jantung.
Kompilasi Penyakit Setya Novanto
Penyebabnya, berawal saat dia terjatuh sedang bermain tenis meja di kediaman pribadinya di Jakarta Selatan. Novanto masuk rumah sakit dan tak bisa disentuh KPK. Karena selain sakit, juga ada gugatan praperadilan untuk menguji status tersangkanya.

image

Tapi hebatnya, Novanto tiba-tiba bisa keluar dari rumah sakit pada Senin, 2 Oktober 2017 atau hanya selang 3 hari setelah sidang praperadilan ternyata memenangkannya berkat ketokan palu hakim Cepi Iskandar pada Jumat, 29 September 2017. Status tersangka Novanto pun gugur saat itu.

KPK tak kehabisan akal, Novanto kembali ditetapkan lagi sebagai tersangka dengan perkara yang sama sebulan kemudian, tepatnya pada 10 November 2017.
Namun sejak menjadi tersangka, Novanto tidak sekalipun mau memenuhi undangan KPK.
Dua jurus yang digunakan Novanto adalah: KPK perlu izin Presiden untuk memeriksa Setya Novanto sebagai anggota DPR, dan jurus hak imunitas anggota DPR bahwa anggota DPR tidak bisa diproses hukum akibat perbuatannya sebagai anggota DPR. Kedua argumentasi hukum ini sudah terbantahkan.

Lalu drama itu terjadi saat KPK akan menangkap Novanto di kediamannya pada Rabu (15/11). Pasalnya, Ketua DPR itu melarikan diri karena diduga bocornya informasi penangkapan. KPK akhirnya hanya bisa mengangkut bukti rekaman CCTV dari rumah Novanto.

Peta Lokasi Kecelakaan Setya Novanto
Di tengah upaya memburu Novanto dengan terbitnya Daftar Pencarian Orang (DPO), Novanto sehari kemudian tiba-tiba muncul dalam wawancara dengan Metro TV yang dijembatani oleh kontributornya, Hilman Mattauch, dari lokasi persembunyian.

“Pertama saya lihat ini nuansa politiknya sangat tinggi, saya tidak pernah sama sekali menerima uang. Bisa dicek di BPK, BPKP,” ucap Novanto dikutip dari wawancara di Metro TV, Kamis (16/11).

Usai wawancara, suasana menjadi kacau saat tiba-tiba lagi Novanto dikabarkan terlibat kecelakaan tunggal di Jalan Permata Berlian, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Mobil Toyota Fortuner hitam yang ternyata disopiri Hilman menabrak tiang penerangan di pinggir jalan.

Ada banyak kejanggalan yang disorot, mulai dari posisi tiang yang tetap kokoh berdiri ditabrak mobil Novanto, hingga klaim Novanto perlu dirawat padahal Hilman tidak menderita luka dalam kecelakaan itu.
Novanto lalu dirawat di RS Medika Permata Hijau, dan esoknya Jumat (17/11) dijemput KPK untuk dipindahkan ke RSCM agar lebih objektif pemeriksaannya.

Sejak saat diawasi KPK itulah, kesaktian Novanto mulai luntur lantaran statusnya sudah dalam tahanan KPK.
Direktur Utama RSCM, Soejono, bersama pimpinan KPK dan perwakilan IDI, pada Minggu (19/11) malam tadi, akhirnya mengumumkan bahwa Novanto sudah sehat dan tidak perlu lagi dirawat. Hal itu hasil dari serangkaian pemeriksaan tim dokter terhadap Novanto.

image

Tim dokter RSCM menyatakan bahwa yang bersangkutan sudah tidak ada indikasi dilakukan rawan inap,” ucap Soejono dalam jumpa pers di RSCM, Jakarta, Minggu (19/11).

Saat jumpa pers belum selesai, Novanto sudah diboyong di atas kursi roda dari pintu belakang RSCM untuk dipindahkan ke Gedung KPK.
Rupanya Novanto sudah mengenakan rompi tahanan berwarna oranye saat tiba di gedung KPK. Dan rupanya rompi orange tersebut adalah rompi tanda orang terkenal .

BACA JUGA :
Begini kondisi sel Setya Novanto

Iklan

Responses

  1. […] Hilangnya kesaktian Setya Novanto […]

    Suka

  2. […] Hilangnya Kesaktian Setya Novanto […]

    Suka


gunakan suaramu

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: