Iklan
Oleh: masshar2000 | 21 November 2017

Inilah Menteri Termiskin di Indonesia Kesayangan Presiden

image

M2000 – Ada seorang menteri yang menjabat pada zaman pemerintahan Presiden Soekarno dan Presiden Soeharto yang tetap hidup di bawah kategori mewah.

Jangankan untuk bermewah-mewahan dengan menggunakan jam tangan emas atau cincin batu akik yang jutaan. Atap rumahnya saja selalu bocor.

Menteri tersebut adalah Ir. Sutami yang pernah menjabat sebagai Menteri Pekerjaan Umum pada masa pemerintahan Presiden Soekarno dan Presiden Soeharto.

Walaupun menjabat selama 14 tahun lamanya, namun hidupnya sangat jauh dari kata kaya, apalagi mewah. Justru yang terjadi adalah sebaliknya.

Ir. Sutami bisa dikatakan sebagai menteri termiskin yang pernah dimiliki oleh Indonesia. Jangankan untuk memiliki rumah gedongan yang berisikan barang-barang mewah,  rumah yang beliau huni saja dibeli dengan cara mencicil di kawasan Imam Bonjol, Jakarta Pusat.

Bahkan, atap rumahnya itu selalu bocor. Belum lagi ditambah dengan banyaknya kerusakan fisik yang bisa ditemukan di rumah tersebut. Malang sekali.

Meski hidup sederhana dan cenderung prihatin, pria yang lahir di Solo pada 19 Oktober 1928 ini merupakan menteri kesayangan Presiden Soekarno dan Presiden Soeharto. Lulusan Sekolah Teknik Bandung (ITB) ini menjadi salah satu tokoh penting pembangunan megaproyek di Indonesia.

image

Salah satunya adalah Jembatan Semanggi yang digagasnya pada tahun 1961. Selain itu, ada pula Jembatan Musi dan Gedung Conefo DPR yang diarsitekinya, serta lain sebagainya.

Di masa Orde Baru, Ir. Sutami menjadi sosok di balik suksesnya transmigrasi dari Pulau Jawa ke beberapa titik yang ada di Pulau Sumatera. Program transmigrasi tersebut dilakukannya dengan sangat mulus. Ia memindahkan penduduk dari Pulau Jawa dengan menggunakan pesawat supaya lebih cepat.

Selama masa hidupnya, Ir. Sutami telah dilantik sebanyak delapan kali sebagai seorang menteri di tiga kabinet yang berbeda. Gak heran berkat jasa-jasanya, ia diberikan berbagai macam penghargaan sebagai tanda jasa. Fotonya juga pernah diabadikan dalam sebuah perangko .

image

Hal ini menunjukkan Sutami bekerja bukan untuk golongan tertentu. Bukan untuk satu presiden atau satu rezim saja. Sutami bekerja untuk bangsa dan rakyat Indonesia.

Sutami menginggal dunia 13 November 1980 pada umur 52 tahun. Dia menderita sakit lever, diduga karena terlalu sibuk bekerja tanpa memikirkan kesehatannya sendiri.

Tanggal 16 Desember 1981, Presiden Soeharto meresmikan bendungan Karangkates. Soeharto membacakan pidato penghormatannya untuk Sutami. Dia pun memberi nama bendungan Karangkates sebagai nama bendungan Sutami.

Berikut kutipan pidato Soeharto:

“Jika berbicara mengenai proyek-proyek besar di zaman pembangunan ini, maka kita tidak dapat melupakan salah seorang tokoh yang saat ini sudah tidak bersama kita lagi. Yang saya maksudkan adalah Almarhum Sutami. Kita semua tahu, beliau itu, kita semua merasakan rintisan pembangunan proyek-proyek besar yang diilhami pikiran karya-karya Sutami. Beliau telah mematrikan namanya sebagai pejuang pembangunan yang besar.

Bagi kita yang masih tinggal, tentunya ingin mengabadikan nama beliau itu. Salah satu proyek beliau pimpin pembangunannya adalah bendungan dan PLTA Karangkates. Beliau yang sejak semula selalu aktif memimpinnya ke lapangan dan aktif memimpinnya, bahkan langsung terjun ke lapangan dan mengamati kemajuan pelaksanaan pembangunan bendungan yang besar itu.

Sebab itu, untuk menjadikan nama beliau, untuk menyatakan rasa terima kasih Bangsa Indonesia kepada salah satu putranya yang berjasa, maka pada kesempatan ini saya umumkan dan saya resmikan nama bagi bendungan dan PLTA Karangkates dengan nama bendungan dan PLTA Prof. Dr. Ir Sutami.”

Library : @Jevuska , merdeka , wikipedia

Iklan

gunakan suaramu

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: